Tenda Asal Tulungagung Berstandar NATO

0
98

Nusantara.news, Jakarta – Siapa kira jika tenda, matras, tenda gulung dan selimut yang bertuliskan Kemensos—yang biasanya digunakan setiap bencana—ternyata buatan perusahaan lokal yang memiliki standar NATO (North Atlantic Treaty Organization), pakta pertahanan negara-negara barat yang berkedudukan di Eropa.

Tahun 2016 Kementrian Sosial melalui Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (DJPJS) mengadakan lelang pengadaan barang bantuan dalam bentuk tenda serbaguna, matras, tenda gulung dan selimut dengan pagu sebesar Rp37,756 miliar dan Harga Patokan Sendiri (HPS) sebesar Rp37,67 miliar.

Sampai batas akhir pendaftaran terdapat 113 peserta yang menyatakan ikut serta. Dari 113 peserta, Nusantara.news berhasil menghubungi salah satu pendaftar, yang berasal dari Lamongan, yakni CV DV. “Iya, saya dulu ikut lelang paket tersebut. Namun melihat spesifikasinya,  sangat berat. Saya tidak ikut proses berikutnya,” ujar Sudharmono Dwi Wanudyatanto, salah satu kontraktor yang ikut lelang, Selasa (28/03/2017)

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa proyek ini sangat unik, sebab perusahaan yang memenangi tender, yakni CV Maju Mapan, merupakan perusahaan daerah, tepatnya di Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. ”Semua kontraktor tahu kalau urusan tenda CVMP paling top produknya” katanya.

“Sampeyan (Nusantara.news) mungkin mengira CVMP merupakan perusahaan ecek-ecek, karena dari kampung. Perlu Anda ketahui produknya dalam hal tenda, matras dan selimut yang diproduksi itu menggunakan standar NATO. Karenanya, NATO mengizinkan pasukan memakai produk CVMP. Lha NATO aja pakai, TNI juga pakai. Wajar kan jika produk mereka menang di Kemensos, karena yang lain standarnya di bawah NATO,” jelasnya.

Dalam seleksi teknis, sebagaimana yang dipantau Nusantara.news, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa lolos dalam proyek ini. Beberapa diantaranya adalah sertifikat anti bakteri, anti fungual, anti dust mittch effect dan memiliki sertifikat reach conform atau bebas dari bahan-bahan beracun. Berdasarkan kualifikasi tersebut ditambah dengan persyaratan pengalaman serta kelengkapan dokumen dan harga yang ditawarkan, CVMP akhirnya lolos seluruh tahap kualifikasi.

Produk lokal yang mengandung TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) lebih tinggi dari produk asing ini perlu diapresiasi, karena mampu menembus standar NATO yang dikenal sangat ketat. Hasil karya anak negeri yang berasal dari daerah ini tentu patut diacungi jempol. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here