Terharu, Mamak di Wamena Terima Bansos dari Mensos Khofifah

0
54

Nusantara.news, Surabaya – Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa disambut gembira oleh para Mamak warga Kabupaten Jayawijaya, saat menyerahkan Bantuan Sosial (Bansos) kepada sebanyak 501 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) nontunai untuk pertama kalinya, Rabu (10/5/2017).

Di prosesi acara itu, Presiden RI Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, sejumlah Menteri Kabinet Kerja juga hadir menyaksikan prosesi penyerahan bantuan sosial yang digelar di Kantor Bupati Jayawijaya Jl. Yos Sudarso No. 25, Wamena.

Secara simbolis, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan sosial dari pemerintah untuk para mamak atau ibu-ibu penerima PKH. Khofifah mengatakan, dana bantuan sosial yang dikucurkan tersebut adalah tahap pertama dari empat tahap dalam setahun, jumlahnya Rp250,5 juta untuk empat distrik di Kabupaten Jayawijaya, yakni Distrik Wouma, Distrik Wamena, Distrik Usilimo, dan Distrik Kurulu. Keempat Distrik tersebut berada di Kota Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya.

Tak hanya menyerahkan bantuan saja, Mensos juga turun langsung dalam memantau proses pencairan bantuan di agen bank. Untuk Kabupaten Jayawijaya, Bank BNI 46 menjadi bank penyalur.

“Pendampingan dan edukasi sangat penting karena mamak-mamak ini kan baru pertama kali mendapat bantuan PKH dalam bentuk non tunai menggunakan sistem perbankan. Oleh karena itu mereka perlu di edukasi  bagaimana cara menggunakan kartu dan buku tabungannya, di mana mereka dapat mencairkan bansos dan untuk apa saja peruntukan bansos PKH. Ini penting dilakukan agar bansos tepat sasaran dan tepat manfaat,” ujar Khofifah.

Disalurkannya bantuan sosial PKH di Jayawijaya, lanjut Khofifah merupakan sebuah pencapaian yang sangat baik dan menjadi bagian penting dari upaya pemerintah menyalurkan bantuan sosial ke seluruh wilayah Indonesia.

Saat ini, masyarakat setempat mendapat bantuan dari pemerintah yang besarnya Rp2 juta per tahun yang diberikan bertahap 4 kali dalam setahun. Pemerintah akan mentransfer dana tersebut ke rekening bank masing-masing KPM sebesar Rp 500 ribu pada Februari, Mei, Agustus dan November.

“Dengan adanya Bansos PKH, pemerintah berharap daya beli masyarakat meningkat. Dari yang sebelumnya anggaran mereka terbatas untuk mengakses pendidikan serta gizi ibu hamil dan anak. Saat ini mereka bisa membeli buku atau seragam sekolah serta sepatu yang layak untuk anak-anak sekolah.  Bisa beli telur dan daging, atau susu untuk dikonsumsi keluarga,” urai Khofifah seraya merangkul seorang Mamak penerima dana bantuan sosial.

Senyum ceria pun mengembang dari ibu penerima PKH itu. Sambil menggenggam buku tabungan dan KKS, mereka berangkulan. Sejumlah ibu-ibu lainnya tampak berkaca-kaca saat Mensos Khofifah Indar Parawansa menyalami mereka satu per satu sambil mengucapkan selamat. Terlihat seorang perempuan, ibu dari enam anak, bernama Arugi Itlay yang baru pertama menerima bantuan mengaku senang dan terharu.

“Terima kasih Ibu, bantuan PKH untuk keperluan anak saya sekolah,” tuturnya.

Sementara, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat mengungkapkan bantuan sosial PKH non tunai di Wamena baru menjangkau di empat distrik. Secara bertahap, pemerintah akan mengupayakan bantuan sosial tersebut dapat menjangkau di 40 Distrik.

“Diharapkan, Agustus 2017 nanti Bansos PKH sudah menjangkau seluruh distrik di Kabupaten Jayawijaya,” ujar Harry.

Harry menyebut, jumlah total bantuan sosial untuk Kabupaten Jayawijaya tahun 2017 ini adalah Rp24.022.934.400 dengan rincian bantuan sosial PKH untuk 501 keluarga dan Beras Sejahtera (Rastra) untuk 16.784 keluarga.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here