Terima Gratifikasi Rp14,1 M, Eks Pegawai Pajak Ditahan Kejagung

0
371
Ilustrasi/ Sumber pusaka-community.org

Nusantara.news, Jakarta – Hebat betul lelaki berinisial JJ itu. Meskipun hanya mantan pejabat Direktorat Pajak Madya Jakarta Selatan tapi dia bisa menerima suap sebesar Rp14,1 miliar dalam kasus penjualan faktur pajak. Sayang, aksinya keburu ketahuan oleh intel Kejaksaan.

Tak pelak lagi, JJ pun diperiksa oleh Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) sejak Kamis (4/5) pagi hingga malam. Setelah diperiksa JJ pun ditahan oleh Jampidsus selama 20 hari, terhitung sejak 4 Mei hingga 23 Mei mendatang.

“Sudah ditahan berdasarkan surat perintah penahanan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-17/F.2/Fd.1/05/2017 tanggal 4 Mei 2017,” ungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung M Rum di Jakarta, Kamis (4/5) malam.

Alasan penahanan, ujar M. Rum, alasan objektif tersangka diancam dengan hukuman lima tahun penjara. Sedangkan alasan subjektif penahanan, dikhawatirkan tersangka melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti yang dapat mempersulit pemeriksaan penyidikan atau menghambat penyelesaian penyidikan perkara dimaksud.

JJ dikenai sangkaan Pasal 12 huruf a, 12 huruf b, 12 B, Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebelumnya, lanjut M. Rum, Tim Penyidik yang menangani kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan gratifikasi, hadiah, atau janji dalam pengurusan Pajak telah memeriksa tujuh orang saksi sebelum akhirnya menahan tersangka.

Tersangka sejak periode Januari 2007 sampai dengan November 2013 terindikasi melakukan tindak pidana korupsi yang diduga menerima suap (gratifikasi) dalam penjualan faktur pajak dari beberapa perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan perantara pihak lain, diantaranya security perumahan, office boy KPP Madya, serta tukang jahit.

Oknum PNS itu diduga menerima dana dari pihak-pihak lain melalui rekening miliknya di sejumlah Bank dengan total sebesar Rp14.162.007.605.  Selanjutnya dana yang terkumpul secara illegal itu digunakan untuk membeli mobil, logam mulia dan properti.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here