Terima Kasih Tentara, Zimbabwe Punya Presiden Baru

0
65
Tentara dan Rakyat Zimbabwe meluapkan suka cita paska mundurnya Presiden Robert Mugabe yang sudah berkuasa selama 37 tahun

Nusantara.news, Harare – Puluhan ribu orang turun ke jalan. Membanjiri kota Harare, ibukota Zimbabwe. Merayakan pengunduran diri Presiden Robert Mugabe yang selama 37 memimpin negaranya. “Terima kasih,” begitu sapa hangat mereka kepada tentara yang masih berjaga-jaga.

Memang, sejak Selasa pekan lalu Presiden Mugabe dinyatakan sebagai tahanan rumah. Kendati sempat menghadiri pemberian gelar “honoris causa”di perguruan tinggi setempat dan sempat menolak untuk pengunduran diri, namun partai penguasa ZANU-PF terus mendesaknya mengundurkan diri. Bahkan sempat muncul ancaman dari partai yang dipimpinnya: mengundurkan diri atau dimakzulkan.

Tapi akhirnya Presiden tertua di dunia yang berusia 93 tahun itu mau mengundurkan diri. Pengumuman pengunduran dirinya dari rumah mewah “atap biru” tempatnya menjalani tahanan rumah memicu kegembiraan warga Zimbabwe yang terbelit krisis ekonomi berkepanjangan. Mereka turun ke jalan, menyalami bahkan ada yang berpelukan dengan tentara.

Kejatuhan Robert Mugabe membuat penguasa negara-negara Afrika lainnya, terutama yang bersikap otoriter kepada warganya cemas. Sejumlah kepala negara seperti Presiden Uganda Yoweri Mosevini hingga Presiden Republik Demokrasi Kongo Joseph Kabila juga mulai didesak mundur oleh rakyatnya.

“Kami meneteskan airmata kegembiraan,” kata Frank Mutsindikwa, 34, sambil memegang bendera Zimbabwe, “Saya sudah lama menantikan sepanjang hidup saya suasana seperti hari ini. Akhirnya bebas. Kami bebas akhirnya.”

Sejumlah orang membawa plakat berbunyi “Tidak bagi Wangsa Mugabe” dan mengacungkan tinju ke udara sebagai tanda kebebasan, gema isyarat yang dibuat Nelson Mandela dari Afrika Selatan ketika ia berjalan keluar tahanan rejim apartheid tahun 1990.

Dengan mundurnya Mugabe, hampir dipastikan mantan Wakil Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa akan menggantikannya menjadi Presiden. Oleh partai ZANU-PF sosok ini memang digadang-gadang menjadi pengganti Robert Mugabe. Namun karena desakan orang-orang dekatnya untuk menunjuk Grace istrinya untuk calon penggantinya, Mnangagwa dipecat dari kedudukannya sebagai Wapres pada dua pekan lalu.

Karakter Angkatan Bersenjata Zimbabwe memang mirip dengan Tentara Merah di China. Dia menjadi bagian dari ZANU-PF. Dipecatnya Mnangagwa yang kabarnya akan digantikan oleh istrinya sendiri, Grace, ditentang oleh Komandan Angkatan Bersenjata Jenderal Constantino Chiwenga. Sebagai bentuk penentangannya, tentara dikerahkan menduduki televisi pemerintah, Zimbabwe Broadcasting (ZBC) pada Selasa pekan lalu.

Toh demikian Mayor Jenderal Sibusiso Mayo yang memimpin pendudukan stasiun televisi ZBC menolak menyebut tindakan anak buahnya sebagai kudeta. “Presiden Robert Mugabe aman-aman saja di kediamannya, Harare. Sebab target kami bukan presiden. Melainkan bandit-bandit yang bersembunyi di sekitar presiden,”ujarnya.

Kini kondisi benar-benar berbalik. Negara yang sejak perang kemerdekaan melawan Inggris pada 1970 dan baru merdeka 10 tahun kemudian itu secara historis memang dekat dengan China. Hampir semua perwira militer, termasuk Mnangagwa yang akan dilantik menjadi presiden pada Rabu ini atau Kamis besok adalah berlatar belakang intelijen yang diduga pada 1980-an terlibat dalam pembantaian oposisi.

Kepastian akan dilantiknya Mnangagwa sebagai Presiden ke-2 Zimbabwe diungkap oleh Ketua ZANU-PF Lovemore Matoke kepada Reuters, Selasa (21/11) kemarin. Mnagwa akan meneruskan sisa masa jabatan Presiden Robert Mugabe yang berakhir pada September 2018.

Pengunduran diri Mugabe ternyata bukan hanya dirayakan warga Harare di jalan-jalan. Anggota-anggota legislative di Parlemen Zimbabwe pun ikut merayakannya. Ketua Parlemen Jacob Madenda sendiri yang mengumumkan surat pengunduran diri Presiden Robert Mugabe. Dengan mundurnya Mugabe maka proses pemakzulan dengan sendirinya dihentikan.

Apakah rakyat Zimbabwe akan lebih baik di bawah kepemimpinan Mnangagwa yang secara usia juga sudah terbilang sepuh itu? Jawabannya bisa iya bisa tidak. Tapi yang jelas bagi sebagian besar rakyat Zimbabwe, Presiden Mugabe sebagai sumber masalah teratasi. Tinggal mengatasi sumber masalah lainnya di bawah kepemimpinan presiden baru.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here