Terjadi di Banyuwangi, PAD Ditarget, Petugas Tagih Retribusi Melebihi Nominal Karcis

1
140

Nusantara.news – Banyuwangi –  Fakta mencengangkan terjadi dalam pengelolaan pasar tradisional Genteng, Banyuwangi. Menurut keterangan Kepala Pasar, Solikin, pungutan Rp3000 di atas nominal per satuan karcis sebesar Rp 800, sengaja dilakukan guna mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“PAD yang di bebankan ke Pasar Genteng 1 cukup besar, sekitar Rp 591 juta per tahun, ujar solikin.

Namun caranya, bukan dengan meminta Rp3000 untuk karcis senilai Rp800. Tapi dengan membebani pedagang dengan memberi lebih dari 1 karcis.

Di pasar itu ada 3 jenis karcis,  ada yang senilai Rp500, Rp600 dan Rp800. Kita bebankan pada pedagang. Pedagang kita beri 3 karcis, 2 karcis Rp 800 dan 1 karcis Rp 600. Dikatakan, hal itu sesuai arahan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banyuwangi.

“Kita kan diberi target, jadi kita jalankan, biar bisa mengejar target PAD yang dibebankan ke kita,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, pedagang mengemukakan cerita berbeda. Mereka mengaku setiap hari hanya diberi 1 lembar karcis oleh petugas. Namun nominal yang diminta selalu di atas nilai yang tertera di karcis.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi, Ketut Kencana angkat bicara mengenai dugaan pungli di Pasar Genteng 1.

Menurut Ketut Kencana, aturan yang semestinya dilakukan untuk menerapkan biaya pada pedagang adalah mengunakan ukuran lebar lapak yang tak ditempati. Itu pun harus dibagi menjadi 3 jenis karcis.

“Kalau Peraturan Daerah (Perda) yang ada itu memakai ukuran, setiap 1×1 meter, di kenakan satu karcis tergantung tempat,”  kata Ketut Kencana. Rabu (24/5/2017).

Dirinya juga menjelaskan, bahwa penerapan tarif itu tidak sama. Misalnya, pedagang yang menempati los, petugas menggunakan retribusi dengan jenis karcis A 800, untuk 1×1 meter. Sedang untuk pedagang sayur, tergantung bawaanya, ada yang dikenakan retribusi jenis A 600 dan A 500 untuk per 1×1 meternya.

“Kalau dipukul rata, mungkin para pedagang menggunakan tempat lebih lebar, hingga di beri 3 sampai 4 karcis, itu yang tahu orang lapangan,”  ujarnya. []

 

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here