Terjangkiti Flu Burung, Bebek Malaysia Dilarang Masuk

0
249
Bebek Impor Asal Malaysia

Nusantara.news, Jakarta – Sejumlah peternakan di Malaysia terkena wabah Flu Burung. Waktu yang tepat untuk melarang bebek Malaysia masuk dan memperkuat basis peternak unggas.

Sejak pertengahan tahun lalu keran impor bebek dibuka, akibatnya bebek asal Malaysia membanjiri pasar. Permentan No.34 Tahun 2016 tentang pemasukan karkas, daging dan jeroan, memang mengakomodir masuknya impor. Kementan waktu itu menerbitkan rekomendasi impor karena telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis dan berasal dari negara dan unit usaha yang telah terdaftar.

Dalam rekomendasi impor yang keluarkan Kemtan disebutkan, penggunaan karkas bebek eks impor hanya untuk hotel, restoran, dan katering, serta industri dan pasar modern yang memiliki fasilitas rantai dingin.

Saat ini  peternak unggas yang ada di negara bagian Kelantan, Malaysia, dilanda wabah Flu Burung. Sepuluh tahun mereka suskses menghalau flu burung namun pertahanan mereka jebol juga. Sejumlah peternakan positif terserang flu burung.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita mengatakan akan mengeluarkan keputusan penghentian impor unggas dari Malaysia. Direktur Kesehatan Hewan, Fajar Sumping menambahkan menyebutkan impor bebek dari Malaysia sudah distop dan peternak dalam negeri perlu mengantisipasi permintaan pasar.

Dengan adanya larangan impor, peluang bagi peternak lokal isi kekosongan pasar. “Diharapkan para peternak unggas lokal, khususnya bebek di dalam negeri bisa mengisi kekosongan pasar, terutama untuk kuliner premium maupun warung-warung yang khusus menyediakan sajian bebek,” kata Ketua Umum DPP Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli), Ade M Zulkarnain dalam keterangan tertulis, Minggu (12/3/2017.)

Ade juga meminta agar pemerintah dan industri mengutamakan penyerapan produksi bebek lokal ketimbang impor. “Kami juga mendorong swasta membangun rumah potong bebek yang higienis,” tambahnya.

Selama kehadiran bebek Malaysia, sempat  meresahkan peternak bebek. Himpuli berkali-kali memprotes kebijakan ini. Datangnya Bebek dari Malaysia tersebut membuat bisnis ternak unggas dalam negeri diambang kebangkrutan. Dampak dari hal tersebut sudah terlihat, harga bebek lokal anjlok dari rata rata Rp 24.000/kg kini menyusut menjadi Rp 19.000/kg hal tersebut karena sudah masuknya bebek dari negeri jiran tersebut.

“Hal tersebut ditambah juga dengan semakin banyaknya penyelundupan bebek ilegal yang masuk ke Indonesia. Tentu hal tersebut sangat merugikan peternak unggas rakyat,”  ujarnya
Tercatat sudah ada tujuh perusahaan yang memperoleh izin untuk mengimpor bebek yaitu, PT Agro Boga Utama, UD Multi Jaya Abadi, PT Indoguna Utama, PT Batam Frozen Food, PT Dewi Kartika Inti, PT Dua Putra Perkasa Pratama, dan PT Global Berkat Sukses. Bahkan di antara importir tersebut melakukan penyelundupan bebek . Dalam catatan Himpuli, Balai Karantina Pertanian di Bakaheuni, Lampung pernah menemukan 2.100 ekor bebek packing dari negeri jiran yang tidak dilengkapi dengan dokumen lengkap. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here