TEROR NOVEL BASWEDAN

0
671

Nusantara.news, Jakarta – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Selasa pagi (11/4/2017) diserang dua orang tak dikenal. Novel disiram air keras seusai salat subuh di masjid Al Ihsan, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ini bukan pertama kali Novel diancam, diteror dan diserang. Disinyalir, penyerangan ini adalah kelanjutan upaya menghadang Novel agar menghentikan langkah-langkahnya membongkar kasus-kasus korupsi dari kelas teri hingga kakap.

Seperti diketahui, Novel merupakan seorang penyidik terbaik di KPK. Pria kelahiran Semarang pada tanggal 22 Juni 1977 adalah cucu dari salah satu pendiri bangsa, anggota BPUPKI, Abdurrahman (AR) Baswedan. Novel mengawali kiprahnya di Kepolisian RI (Polri) tahun 1998, setelah lulus dari Akpol. Novel kemudian bertugas di Polres Bengkulu pada 1999 hingga 2005. Pada Januari 2007 ia ditugaskan sebagai penyidik untuk KPK.

Sebagai penyidik di lembaga anti-rasuah, rakyat menyaksikan terus keberanian dan komitmen Novel melawan korupsi yang luar biasa. Meski berkali-kali Novel diintimidasi, dikriminalisasi dan diserang, Novel tampak tetap konsekuen, profesional dan pantang mundur mengusut kasus korupsi. Sayangnya, pemerintah dan penyelenggara negara gagal mencegah dan memberi perlindungan dari pekerjaannya yang berat dan cukup berisiko tinggi. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here