Tidak Berlabel Halal, MUI Magetan Boikot Mie Instan Impor Asal Korea Selatan

0
309

Nusantara.news, Surabaya –  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Magetan serukan boikot produk mie Shin Ramyun asal Korea Selatan. Disamping ilegal, keberadaan mie tersebut belum memiliki label halal dari MUI.

Wakil Ketua MUI Magetan Achmad Purnomo menuturkan bahwa produk mie asal Korea Selatan ini sudah marak hampir di seluruh “minimarket” di Magetan. Antara lain adalah di Kecamatan Kawedanan, Takeran, dan Parang, bahkan dijual dalam kemasan bungkus plastik dan gelas.

“Untuk bungkus plastik dijual dengan seharga Rp9.900 dan gelas dengan harga Rp12.900. Memang dalam kemasan produk tersebut tidak ada satupun kata atau tanda yang menyebutkan halal dari MUI,” ujar Achmad Purnomo kepada wartawan, Senin (23/1/2017).

Karena belum ada label halal dari MUI, pihaknya melarang semua umat muslim di Magetan dan sekitarnya untuk membeli atau menkonsumsi mie Shin Ramyun asal Korea Selatan itu. Ditakutkan, ada kandungan bahan-bahan yang dilarang oleh ajaran agama Islam, MUI tidak melarang namun hendaknya muslim di Magetan menghindari semua makanan dan minuman yang belum diketahui kehalalannya demi kebaikan dan kesehatan.

“Sama seperti makanan atau minuman lainnya yang belum terdapat label halal MUI, hendaknya memang mie instan tersebut dihindari dan tidak dikonsumsi oleh masyarakat sampai ada pemberitahuan resmi dari pihak yang berwenang,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan Rahmad Edi, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pihaknya akan segera turun ke lapangan dan melakukan pemeriksaan terkait beredarnya mie Sin Ramyun dari Korea Selatan.

Menurutnya, jika memang produk tersebut diimpor, maka pihak “minimarket” yang menjualnya tidak mungkin mengambil sendiri. Melainkan dipasok distributor. “Untuk itu, kami masih akan menelusuri terlebih dulu. Apakah benar produk tersebut sudah diuji apa belum tetang kehalalannya. Kami juga akan cek ke distributornya,” katanya.

Rahmad Edi menambahkan, sesuai aturan, logo halal dari MUI wajib dicantumkan pada semua produk makanan dan minuman. Namun, ada beberapa industri kecil yang mengabaikan ketentuan itu. Soal mie instan Shin Ramyun tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait untuk mengetahuinya karena hal tersebut menyangkut keamanan dan kesehatan produk serta perlindungan konsumen. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here