Tidak Pantas, Pidato Said Aqil tentang ‘Selain NU Salah Semua’

0
180

Nusantara.news, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj membuat pernyataan yang kurang mengenakan sehingga mendapat kritik dari tokoh ormas Islam lain. Pasalnya, pada Harlah Muslimat NU di Jakarta, Ahad (27/1/2019), Said menyebut jika imam masjid, khatib, dan menteri agama dipegang selain Nahdliyin, maka salah semua. Pernyataan tersebut dinilai menihilkan yang lain.

“Peran agama harus kita pegang. Imam masjid, khatib-khatib, KUA-KUA, menteri agama harus dari NU. Kalau dipegang selain NU salah semua,” kata Said.

Penyataan Said Aqil dinilai Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas, membahayakan persatuan umat dan tidak mencerminkan akal sehat. Sementara Ketua Parmusi Usama Hisyam mengatakan pernyataan “harus dari NU” sangat disayangkan karena jadi mengecilkan Islam padahal Islam itu rahmatan lil alamin. Sehingga, menurutnya, jangan dikotak-kotak dengan ormas.

Terpisah, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir mengungkapkan tak ingin pernyataan Saif Aqil itu terus jadi polemik. Pun begitu, menurutnya jika Indonesia ingin jadi negara modern, harus dibangun good governance, profesionalisme, termasuk di Kementerian Agama, jangan berdasarkan kriteria golongan, apalagi menjadi milik golongan tertentu.

“Tetap ciptakan suasana tenang dan ukhuwah, tidak perlu bereaksi melebihi takaran. Tunjukkan warga Persyarikatan (Muhammadiyah) cerdas dan dewasa,” kata Haedar seperti dikutip dari situs resmi Muhammadiyah, Muhammadiyah.or.id.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pun angkat bicara. Ia tidak setuju dengan pernyataan Said Aqil Siroj soal imam masjid hingga khatib harus dari NU. Menurut JK, dalam hukum Islam yang jadi imam dan khotib itu orang yang mampu. “Orang yang mampu menjadi imam masjid dan khatib tidak memiliki batasan organisasi masyarakat tertentu,” ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (29/1).

Said Aqil akhirnya memberikan klarifikasi. Said mengatakan pernyataannya tidak dalam konteks menyalahkan orang lain. “Bukan saya nyalahin orang, bukan berarti nganggap orang salah, bukan,” ujar Said seperti dikutip dari laman resmi NU, www.nu.or.id, Selasa (29/1).

Said menjelaskan pernyataannya mengenai ‘Menteri Agama, khatib, imam salat Jumat, hingga imam masjid harus dari NU karena kalau bukan dari NU maka salah semua’ bukan berarti menilai pihak di luar NU salah. Menurutnya, jika Menteri Agama, khatib hingga imam tidak dari NU maka ia khawatir nasib amalan amaliah-amaliah NU seperti wiridan setelah salat, Maulid Nabi, Rajabiyah, Isra’ Miraj, ziarah kubur, tawasul, hingga haul, tasawuf, dan tari sufi akan dinilai salah.

Lepas dari tuduhan dan bantahan, sebenarnya penyataan Said Aqil jika ditujukan di internal kader NU, barangkali tidak akan terlalu memancing polemik. Persoalannya, ucapan Said disampaikan di ruang publik dengan melibatkan massa melimpah dan pejabat negara di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), termasuk Presiden Joko Widodo (Jokawi). Dihadiri para awak media pula.

Pada akhirnya, tak bisa dihindari apabila pidato Said dianggap menyinggung ormas Islam lain dan inklusivitas berbangsa. Tak hanya itu, pernyataan Said yang terkesan “ekslusif dan primordial” juga bertolak belakang dengan pernyataan-pernyataannya yang selama ini dikenal inklusif, pluralis, dan anti-intoleran.

Terlebih, karena ini momentumnya tahun politik dan Said Aqil condong mendukung paslon 01, tentu saja ucapannya seakan membuka peluang gesekan politik di akar rumput ormas Islam. Apalagi sepanjang pemilu, ormas Islam termasuk salah satu elemen yang kerap dipolitisasi demi kepentingan elite. Akibatnya, antar-ormas ribut dan ukhuwah islamiyah terganggu.

Di titik ini, para pemuka ormas Islam semestinya memberikan pernyataan yang menyejukan, menyatukan, dan tidak saling mengecilkan atau menegasikan satu sama lain. Sebab itu, dalam konteks pidato Said Aqil, penyataan seperti disebutkan di atas tidaklah pantas keluar dari petinggi ormas Islam terbesar di Indonesia itu. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here