Tiga Pasang Balon Resmi Bertarung di Pilkada Jombang 2018

0
473
Gus Syaf mengayuh becak dengan penumpangnya Choirul Anam mendaftar ke KPUD Jombang, Rabu (10/01/2018).

Nusantara.news, Jombang – Di hari terakhir pendaftaran pemilihan bupati (Pilbup) Jombang ke kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat di Jalan KH Romli Thamim, Jombang, Rabu (10/01/2018), terlihat dua bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati mendaftarkan diri sebagai peserta Pilkada Jombang.

Mereka adalah bakal calon (Balon) Nyono Suharli Wihandoko-Subaidi Muchtar dan Syafiin – Choirul Anam. Kedua pasang tersebut resmi mendaftar peserta Pilbup Jombang 2018.

Hanya saja, kedua balon tersebut mendaftar berbeda waktu. Pasangan Nyono-Subaidi dengan diantar partai pendukung dan relawan datang di kantor KPU sekitar pukul 10.00 WIB. Sedangkan bakal calon Syafiin-Choirul Anam datang sekitar pukul 15.30 WIB dengan iringi iringan konvoi seni jalanan dan patrol sembari Syafiin mengayuh becak dengan penumpangnya Choirul Anam.

Pantauan di lapangan, di lokasi kedua pasangan ini tidak banyak yang dilakukan sesampainya di kantor KPU. Masing-masing tim pemenangan bersama partai pendukung langsung masuk ke ruangan Husni Khamil Manik ditemui langsung oleh Komisioner KPU, Panwaskab yang selanjutnya prosesi penerimaan penyerahan berkas pendaftaran kepada Komisioner KPU.

“Alhamdulillah, berkas kita sudah dinyatakan lengkap oleh KPU. Dan untuk selanjutnya kita akan segera menggelar deklarasi besok Kamis (11/1),” kata Nyono Suharli Wihandoko kepada wartawan di ruang media center usai menyerahkan berkas pendaftaran kepada KPU bersama pasangan calon Subaidi Mukhtar yang diusung oleh Partai Golkar, PKB, PKS, Nasdem, PAN.

Sementara itu, Syafiin atau yang biasa dipanggil Gus Syaf mengungkapkan rasa terima kasih kepada tuan rumah KPU yang telah menerima dengan baik rombongan pendukung dan relawan, serta kepada pihak keamanan dan partai pengusung. “Kami ucapkan terima kasih, Ijinkan kami mengabdi kepada masyarakat Jombang,” tutur Gus Syaf bakal calon Bupati berpasangan dengan Choirul Anam yang diusung PDIP, Partai Hanura, PKPI, dan Partai Bulan Bintang.

Terkait berkas pendaftaran kedua pasangan calon, dikonfirmasi terpisah Komisioner KPU Divisi Teknis, M Dja’far mengungkapkan bahwa berkas bakal calon Nyono – Subaidi telah dinyatakan lengkap dan Syafiin – Choirul Anam masih dalam tahap pemenuhan dan hari ini bisa diselesaikan oleh tim bakal calon. Selanjutnya adalah tahap pemeriksaan kesehatan masing-masing calon.

“Untuk bakal calon Nyono dan Subaidi sudah diterima, sedangkan untuk Syafi’in-Choirul Anam masih dalam proses tahap pemenuhan persyaratan yakni softcopy, sedangkan Hard copy sudah dipenuhi, sekarang masih proses pemenuhan softcopy file. Setelah ini masing-masing harus mengikuti tes kesehatan,” imbuhnya.

Sebelumnya pasangan bakal calon Bupati Mundjidah Wahab dan Wakil Bupati Sumrambah sudah mendaftar terlebih dahulu ke KPUD Jombang. Pasangan calon Mudjidah-Samrambah diusung oleh PPP, Partai Demokrat, Partai Gerindra dan didukung oleh Partai Perindo tiba di KPU tepat pukul 11.00 WIB, Senin (08/01/2018).

Pantauan sebelum mendaftar ke KPU Jombang, tim Paslon ini terlebih dahulu berziarah ke makam KH Wahab Chasbulloh. Selanjutnya Munjidah Wahab dan Sumrambah diantar ribuan pendukung menuju kantor KPU Jombang. Mereka melakukan long march dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang dengan membawa atribut yang turut menghiasi sepanjang perjalanan.

Alunan Hadrah sholawat mengiringi kedatangan pasangan Mundjidah-Sumrambah. Penyambutan oleh puluhan pemegang rebana mengalunkan sholawat mengantarkan hingga pintu masuk ruang pendaftaran di gedung pertemuan Husni Kamil Manik. Pasangan ini diterima oleh tim pendaftaran dan lima komisioner KPU Jombang, serta dari Panwas Kabupaten.

Ketua Rombongan pengantar Paslon Mundjidah-Sumrambah Syarif Hidayatulloh menyampaikan rasa terimakasih kepada para pendukung yang bersedia mengantarkan pasangan Mundjidah-Sumrambah daftar ke KPu Jombang dan KPU Jombang yang menerima tamu pasangan Mundjidah-Sumrambah.

“Insya Alloh ini adalah pasangan cerminan masyarakat Jombang yang agamis dan nasionalis, kita optimis bisa mengantarkan beliau pasangan Mundjidah-Sumrambah menjadi Bupati Jombang dan Wakil Bupati Jombang, pilihan kita Munjidah Wahab dan Sumrambah,” tutur pria yang akrab disapa Gus Sentot yang juga Ketua DPC Partai Demokrat.

Sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 3 tahun 2017, pendaftaran bakal calon kepala daerah yang dimulai 8 sampai dengan 10 Januari 2018. Proses pendaftaran ini adalah pemeriksaan sejumlah berkas bakal calon. Selanjutnya, jika kurang lengkap maka KPU Jombang akan berkordinasi dengan liaison officer (LO) pasangan bakal calon. Sejumlah persyaratan sebagai bakal calon harus dilengkapi sebelum masa pendaftaran berakhir.

Warna Warni Proses Pencalonan

Dalam proses pencalonan pasangan balon kepala daerah Jombang, semula banyak terjadi simpang siur. Terutama turunnya rekomendasi PDIP terhadap pasangan calon bupati dan wakil bupati Jombang. Secara resmi akhirnya partai berlambang banteng ini memberikan surat keputusan rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat kepada pasangan calon untuk unjuk gigi dalam kontestasi pemilihan kepala daerah kabupaten Jombang pada Selasa (9/1/2018).

Rekomendasi tersebut diberikan kepada pasangan Syafiin dan Choirul Anam sebagai bakal calon yang diusung partainya dengan berkoalisi bersama Partai Hanura untuk mencukupi syarat sebagai Paslon.

Meskipun rekomendasi terkesan terlambat dan tercium aroma kekecewaan atas ketidakpastian MoU dengan salah satu partai politik lain sebelumnya. Mereka tetap optimis dengan Paslon Syafiin dan Choirul Anam bakal menang dalam Pilkada Jombang.

Ketua DPC PDIP Jombang, Marsaid mengatakan bahwa rekomendasi yang diberikan kepada Syafi’in dan Choirul Anam merupakan keputusan DPP yang harus ditindaklanjuti oleh seluruh kader untuk memenangkan pasangan calon dalam Pilkada Jombang. Jika ada kader yang tidak mematuhi keputusan ini akan diberikan sanksi organisasi sesuai AD/Art secara tegas oleh pimpinan pusat.

“Kita tahu kader PDIP sudah teruji militansi ideologi sampai akar rumput tidak akan tergoyahkan. Saya meyakini semua kader mematuhi akan mematuhi instruksi pimpinan untuk memenangkan pasangan calon. Kita optimis kemenangan bisa diraih oleh Paslon Syafiin dan Choirul Anam, melihat dari integritas, kapasitas, kapabilitas beliau yang mewakafkan pribadinya untuk masyarakat Jombang,” tegas Marsaid.

Pasangan Nyono-Subaidi dengan diantar partai pendukung dan relawan datang di kantor KPUD Jombang, Gus Syaf mengayuh becak dengan penumpangnya Choirul Anam mendaftar ke KPUD Jombang, Rabu (10/01/2018).

Sementara terkait, turunnya rekomendasi terhadap pasangan tersebut dilandasi oleh dinamika politik menjelang Pilkada Jombang yang begitu dinamis. Kemunculan Paslon yang diusung PDIP bukan begitu saja, nama Kombes Pol Syafi’in ini diketahui sebelumnya pernah mendaftar ke sejumlah Partai Politik (Parpol) untuk maju pada kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim).

Namun, belakangan diketahui secara tiba-tiba PDIP memberikan rekomendasi kepada paslon Syafi’in dan Choirul Anam untuk maju Pilbup Jombang di injury time dan menepis kabar simpang siur turunnya rekomendasi. Sedangkan pasangan Syafiin yakni Choirul Anam merupakan kader PDIP Jombang yang masih menjabat sebagai anggota legislatif DPRD Jombang yang juga masuk di jajaran struktural kepengurusan DPC PDIP setempat.

Marsaid menjelaskan bahwa adanya dinamika (politik) yang kemarin kita sangat hati-hati, di mana kita sebelumnya melakukan MOU dengan Golkar, dan akhirnya Golkar juga telah mendahului dengan bekerjasama mengusung Paslon dari Golkar dan PKB. Selanjutnya PPP bersama Demokrat juga sudah menentukan Paslonnya, maka untuk menjaga harkat dan martabat partai, untuk itu PDIP juga akan mengusung sendiri calon berkoalisi dengan Partai Hanura, PBB, dan PKPI.

Terkait MoU gagalnya komunikasi politik yang dibangun PDIP dan Partai Golkar beberapa waktu lalu, Marsaid menjelaskan jika turunnya rekom dari partainya untuk Syafi’in-Choirul Anam, MOU antara PDIP dan Golkar Jombang secara otomatis sudah tidak berlaku lagi. “Kita tidak bisa menyebutkan itulah (pengkhianatan), istilahnya ‘Ingkar’. Kalau ingkar itu kan bukan pidana,” tandas Marsaid kepada sejumlah wartawan atas pertanyaan apa itu merupakan bentuk pengkhianatan MoU yang dibangun.

Sementara itu rekomendasi Partai Nasdem secara resmi diberikan kepada pasangan bakal calon Nyono Suharli Wihandoko dan Subaedy Muktar. Atas turunnya rekomendasi tersebut DPD Partai Nasdem Jombang langsung bergerak untuk memenangkan pasangan calon dan bersama sama membangun Jombang ke depan lebih baik.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasdem, Mu’linah Shohib mengatakan bahwa yang mendasari turunnya rekomendasi Partai Nasdem ini merupakan perintah dari DPP. “Untuk itu kita bersama-sama sebagai kader harus menjalankan tugas dan kita berkewajiban untuk menjalankan keputusan tersebut. Sehingga seluruh kader harus siap dan berkewajiban menjalankan keputusan ini. Selanjutnya segera kita melakukan koordinasi dan tugas kita yang paling penting adalah bagaimana membangun Jombang lebih baik lagi,” terang Mu’linah yang juga salah satu pengasuh pondok pesantren Mambaul Maarif, Denanyar, Senin (8/1/2018).

Sementara itu, Sekretaris Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Jawa Timur, Aminurokhman menilai keputusan rekomendasi diberikan kepada Nyono karena didasarkan pada sejumlah prestasi yang diperoleh selama menjabat sebagai Bupati Jombang dengan adanya perubahan yang signifikan. Sehingga untuk itu diberikan kesempatan sekali lagi pada beliau untuk melanjutkan.

Ribuan massa pendukung mengantarkan pasangan Mundjidah-Sumrambah daftar ke KPUD Jombang, Senin (8/1/2018).

Disinggung terkait lamanya rekomendasi hingga memasuki injury time, pihaknya  beralasan sengaja menunggu hari baik untuk memberikan dukungan pada Pilbub Jombang.” Proses terbitnya rekomendasi ini karena Partai NasDem masih menunggu hari baik dan hari ini merupakan hari baik, maka dari itu hari Senin ini Partai NasDem baru melakukan Deklarasi,” kata Amin kepada wartawan.

Sedangkan Partai Demokrat, PPP, dan Partai Gerindra memilih memberikan rekomendasi kepada pasangan Munjidah Wahab dan Sumrambah pada Minggu (7/12/2017). Dengan begini Pilkada Jombang 2018 memiliki tiga pasangan calon yang berkompetisi dalam kontestasi berebut suara rakyat Jombang.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here