Tiga Proyek PLTA di Jatim Dicoret dari Prioritas Jokowi

0
602
Proyek tol Probolinggo-Banyuwangi yang masuk proyek strategis nasional Tol Trans Jawa, ditarget beroperasi 2019

Nusantara.news, Surabaya – Sebanyak 12 proyek baru menambah daftar proyek infrastruktur yang menjadi prioritas percepatan pemerintah hingga 2019. Tiga di antaranya ada di Jawa Timur. Yakni ruas tol Probolinggo-Banyuwangi, Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru di Bojonegoro dan proyek energi asal sampah di Surabaya yang satu paket dengan 7 kota besar lainnya.

Sedangkan PLTA Kesamben di Blitar yang bakal memproduksi listrik 37 mega watt (MW), PLTA Lodoyo (10 MW) dan PLTA Karangkates IV (2×50 MW) akhirnya dicoret dari prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sepuluh proyek tambahan lainnya, berdasar data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) tersebar di berbagai provinsi. “Kita menambah 12 proyek baru, sehingga total ada 37 proyek prioritas,” kata Wahyu Utomo Ketua Tim Pelaksana KPPIP kepada media di Jakarta, Rabu (21/6/2017).

Mengenai dicoretnya 3 proyek PLTA di Jawa Timur, pemerintah tambah Wahyu, beralasan karena tidak bisa tercapai proses pembangunannya sebelum 2018. Pertimbangan ini pula yang jadi dasar dicoretnya 2 proyek lain di luar Jawa Timur. Yakni “High Voltage Direct Current” (HVDC), PLTU Mulut Tambang Sumatera Selatan 9 dan 10. “Hal ini sudah berdasarkan evaluasi dan seleksi melalui delapan kriteria utama. Hasilnya, lima proyek harus dicoret,” terangnya.

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian tersebut, KPPIP mendapat mandat untuk mengawal total 37 proyek infrastruktur prioritas hingga 2019. Seluruh proyek itu masuk dalam 245 Proyek Strategis Nasional (PSN) plus dua program mencakup proyek ketenagalistrikan dan industri pengembangan pesawat terbang.

Daftar proyek prioritas itu meliputi proyek dalam berbagai bidang seperti jalan tol, perkeretaapian, pelabuhan, ilmu pengetahuan dan teknologi, ketenagalistrikan, minyak dan gas bumi, air minum, limbah dan bendungan serta energi asal sampah. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Proyek Strategis Nasional memastikan sebanyak 225 proyek infrastruktur masuk dalam PSN.

Namun, daftar PSN itu mengalami revisi, menjadi total 245 PSN, meliputi PSN yang sudah ada (existing) ditambah dengan usulan PSN baru dan dikurangi dengan 20 proyek yang selesai per Desember 2016 serta 15 proyek yang dikeluarkan dari daftar.

Dari 245 PSN tersebut sebanyak 10 proyek telah selesai pengerjaannya per Mei 2017 yaitu Jalan Akses Tanjung Priok sepanjang 16,7 kilometer dengan investasi Rp6,2 triliun, Bandara Sultan Baabullah Ternate dengan investasi Rp1,3 triliun serta Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan SP Nanga Badau Kabupaten Kapuas Hulu dengan investasi Rp154 miliar.

Kemudian, PLBN dan SP Aruk Kabupaten Sambas dengan investasi Rp131 miliar, PLBN dan SP Wini Kabupaten Timor Tengah Utara dengan investasi Rp130 miliar dan percepatan pembangunan Technopark dengan investasi Rp250 miliar.

Selain itu, Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke dengan investasi Rp5,1 triliun, Kawasan Industri Morowali dengan investasi Rp41,3 triliun, Kawasan Industri Konawe dengan investasi Rp39,9 triliun dan Kawasan Industri Kendal dengan investasi Rp6,3 triliun.

Sekedar diketahui, 3 proyek PLTA di Jawa Timur yang dibatalkan itu total anggarannya mencapai Rp35,06 triliun. Namun hanya PLTA Lodoyo yang sumber pendanaannya bersumber dari APBN dan APBD (Rp32,36 triliun dengan asumsi kurs Rp13.000/1 Dollar US) dan penanggung jawab proyek dari PLN. Sedangkan 2 PLTA lainnya berasal dari skema pembiayaan BUMN dan di bawah tanggung jawab Kementerian PUPR.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here