Tim 9 Kiai Bertemu, Bahas Calon Wakil Khofifah

0
200
KH Asep Saifuddin Chalim usai Silahturahim di Surabaya

Nusantara.news, Surabaya – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim yang akan digelar Juni 2018 membuat sibuk banyak pihak. Tak hanya dilakukan partai politik, para bakal calon, juga tim pendukung melakukan hal serupa. Termasuk menyiapkan diri dan elemennya mematangkan berbagai kesiapan untuk ditindaklanjuti hingga saatnya berlaga di hajatan lima tahunan, pemilihan kepala daerah.

Bertempat di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, Kamis (19/10/2017), malam, sejumlah kiai se-Jatim pendukung Khofifah Indar Parawansa yang tergabung dalam Tim 9, berkumpul. Mereka bersilahturahmi, membicarakan dan menggodok nama-nama bakal calon wakil gubernur yang akan diusung untuk mendampingi Khofifah.

Mereka yang hadir di antaranya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, mantan Rais Syuriah NU Banyuwangi, KH Suyuti Thoha; Choirul Anam, yang juga tokoh NU; serta Lily Wahid, adik kandung KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Pertemuan yang berakhir sekitar pukul 23.30 WIB itu kemudian memunculkan delapan nama. Selanjutnya, akan diteruskan dalam pertemuan lanjutan untuk mengerucutkan menjadi satu nama, sesuai kriteria yang disepakati bersama.

“Ada delapan nama yang muncul dan terus dimatangkan untuk dipilih. Kemudian akan dilanjutkan untuk dibahas di forum penggodokan berikutnya. Nama-nama yang terjaring merupakan usulan dari para kiai,” ujar juru bicara Tim Sembilan, KH Asep Saifuddin Chalim.

Tahapan lanjutan adalah membawa nama-nama tersebut untuk dilakukan pembahasan di forum selanjutnya, guna mengerucutkan sesuai dengan kriteria dan layak untuk mendampingi Khofifah, sebagai bakal calon wakil gubernur.

“Akan dilakukan pembahasan dan paling lama sepuluh hari sudah bisa ditentukan,” terang Kiai Asep, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto.

Dikatakan, ada dua cara dilakukan oleh Tim 9 untuk menjaring banyak nama yang kemudian dilakukan pembahasan khusus siapa yang dianggap cocok, serasi dan pas bersanding dengan Khofifah. Pertama, dilakukan istisyarah, dilanjutkan dengan istikharah. Istisyarah, yakni melalui bahasan dan berbagai pertimbangan-secara rasional. Juga mengacu kriteria yang ditentukan sebagai bakal calon wakil gubernur. Selain memiliki kapabilitas, integritas, juga bisa bekerja sama, termasuk untuk mendulang suara saat pemilihan, diterima oleh semua partai pengusung.

“Sosok yang dipandang memenuhi kriteria, dilanjutkan dengan pematangan yang dibahas berikutnya,” tambahnya.

Dari kedelapan nama, kemudian dilakukan rangking atau penelitian. Nama yang mengerucut atau terjaring dalam kesepakatan penilaian akan disodorkan kepada Khofifah, serta kepada partai-partai pengusung.

Nama AHY juga Dibahas

Agus Harimurti Yudhoyono

“Belum tentu yang rangking pertama yang dipilih, tetapi tidak mungkin juga yang paling buncit yang dipilih. Misalnya yang nomor satu dan dua, yang nomor tiga bisa terpilih berdasarkan kesepakatan seluruh partai yang pengusung,” ucap Kiai Asep, tanpa menyebut siapa saja kedelapan nama yang terjaring di silahturahmi malam itu.

Termasuk soal kabar masuknya nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga muncul ditawarkan untuk mendampingi Khofifah yang juga Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) tersebut. Nama-nama yang muncul, tidak hanya dari kalangan santri, ada juga dari birokrat, profesional, serta nama pejabat kepala daerah.

Setelah resmi mendaftar melalui partai politik, nama Khofifah pun banyak dibicarakan seiring dengan perkembangan jelang Pilgub Jatim. Komunikasi pun terus dijalin baik oleh calon juga elemen partai pengusung. Perkembangannya, dukungan pun terus berdatangan dari berbagai elemen.

Untuk maju di Pilgub Jatim, Menteri Sosial RI Khofifah itu diusung oleh Partai Golkar, NasDem, Partai Demokrat, PPP dan dimungkinkan sejumlah partai lainnya akan mengikuti untuk mendukung wanita asal Surabaya tersebut.

PKB dan PDIP Berbagi Peran

Gus Ipul di DPD PDIP Jatim (Foto: Tudji Martudji)

Sementara, kubu pasangan calon yang diusung PKB dan PDIP, Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas, juga terus melakukan konsolidasi. Siang kemarin, bertempat di Kantor DPW PKB Jatim di Jalan Ketintang Barat Surabaya, Abdul Halim Iskandar yang juga Ketua DPW PKB Jatim, menegaskan kalau jagonya mendapat simpati masyarakat. Bahkan, ketua DPRD Jatim itu juga mengklaim mendapat dukungan Muslimat NU.

“Laporan yang masuk dari DPC semakin bagus progresnya, kekuatan Muslimat juga semakin solid, baik di struktur maupun yang kultur. Itu setelah tahu wakilnya Anas, itulah yang juga membuat kita kaget,” ujar Halim Iskandar, usai pertemuan dengan elemen PKB yang juga dihadiri Gus Ipul, Jum’at, (20/10/2017).

Selain dukungan dari Muslimat lanjutnya, banyak perempuan yang aktif di organisasi perempuan baik di PKB maupun di DPIP juga mendukung pasangan itu.

Elemen perempuan di struktur kedua partai disebutkan solid dan siap mengawal pasangan Gus Ipul-Anas. “Belum lagi, dari perempuan PDIP yang juga aktif dan siap mendukung,” tegasnya.

Gus Halim -sapaan Abdul Halim Iskandar- menambahkan ‘jagonya’ disambut baik oleh masyarakat. Masyarakat telah memberikan penilaian kalau pasangan pasangan tersebut merupakan perpaduan dari pemimpin provinsi dan daerah.

“Masyarakat menilai, pasangan ini (Gus Ipul-Anas) bagus, merupakan perpaduan adri zona provinsi dan daerah atau kabupaten,” katanya.

Diartikan oleh Gus Halim, Gus Ipul dalam mengelola Provinsi Jatim bisa dipadukan dengan perspektif, keberhasilan Anas yang sukses mengelola Kabupaten Banyuwangi.

Meski terkesan singkat, pertemuan yang berakhir bersamaan tibanya waktu Salah Jumat itu, Gus Ipul melontarkan ucapan terima kasih kepada kedua partai pengusung. Telah bekerja keras dan terus melakukan konsolidasi.

“Saya terima kasih kepada Pak Halim, dan teman-teman yang terus melakukan konsolidasi, pemetaan, serta menyusun langkah-langkah penguatan,” ucap Gus Ipul.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here