Sengketa Pilkada Kota Batu 2017

Tindak Kecurangan Cederai Martabat Masyarakat Batu

0
84

Nusantara.news, Kota Batu – Sengketa Pilkada Kota Batu terus berlanjut sejak penolakan hasil rekapitulasi suara yang dilakukan KPUD Kota Batu di Hotel Orchids, Kamis (23/2/2017). Hal tersebut berujung pada gugatan yang dilimpahkan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Gugatan atas keputusan rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara Pilkada Kota Batu dalam Pemilihan Walikota, dan Wakil Walikota Batu tahun 2017 didaftarkan oleh Paslon nomor urut 1 ke Mahkamah Konstitusi sebagai Sengketa Hasil Pemilihan Umum (PHPU).

Koordinator Koalisi Pasangan nomor urut 1 (H. Rudi-Sujono), Cliff Mubarok menuturkan bahwa segala temuan dan indikasi tindak kecurangan yang terjadi, sungguh mencederai demokrasi rakyat Kota Batu.

“Segala bentuk temuan dan tindak kecurangan tersebut sangat mencederai marwah dan martabat demokrasi rakyat Batu,” tandas Cliff kepada Nusantara.news, Jum’at (10/3/2017)

Ia mengungkapkan, banyak berbagai temuan kecurangan dari awal penyelenggaraan kampanye hingga hari H Pilkada, “Beberapa indikasi kecurangan antara lain adalah keterlibatan  Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni Kepala dinas, Kepala desa dll,” ungkapnya.

“Tanggal 8 maret lalu sudah masuk ke MK, langkah selanjutnya kami akan menambahkan bukti bukti kelengkapan kecurangan untuk Senin, (13/3/2017) nanti,” imbuh Cliff.

Sementara itu, Ketua Panwaslih Kota Batu, Salma Safitri menjelaskan pihaknya sedang menunggu dokumen permohonan sengketa dan mempersiapkan laporan tahap penyelengaaran melalui rapat kerja dengan bawaslu Jatim terkait dengan evaluasi  penanganan pelanggaran Pilkada di Kota Batu.

“Kami menunggu isi permohonan sengketa tersebut, pada Selasa (14/3/2017) mendatang,” jelas Salma. Langkah selanjutnya yang akan diambil, yakni akan menjadi saksi yang berimbang sesuai dengan aturan yang ada.

“Panwas akan mengikuti proses di MK dan menjalankan tugas sesuai mekanisme, yakni sebagai saksi yang netral dan memberikan keterangan sesuai yuridiksinya berdasar pada PERBPPU RI 13/2013,” lanjutnya

Ia memberikan informasi bahwa Proses PHPU di MK akan berjalan hingga Mei 2017, dengan tahapan sbb:

  1. Pengajuan Permohonan 22-28 Feb 2017
  2. Pemeriksaan kelengkapan 2-6 Maret 2017
  3. Perbaikan kelengkapan permohonan 6-10 Maret 2017
  4. Pencatatan Permohonan dalam BRPK 13-3-2017
  5. Penyampaian salinan permohonan kepada Termohon dan Pihak Terkait 13-14 Maret 2017
  6. Pemberitahuan Sidang Pertama kepada para pihak 13-14 Maret 2017
  7. Pemeriksaan Perkara 13-29 Maret 2017: Putusan Dismissal 30 Maret – 5 April 2017, Pemeriksaan Persidangan 6 April – 2 Mei 2017, Pembahasan Perkara dan Pengambilan Putusan dalam RPH 3-9 Mei 2017
  8. Pengucapan Putusan Perkara PHPU 10-19 Mei 2017

Poin-poin tersebut berdasarkan penyesuaian pada Pasal 45 Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) no 1/2016 yang telah diubah dengan PMK 1/2017.  

“Sidang Pleno untuk Putusan Mahkamah dilaksanakan dalam tenggang waktu paling lama 45 hari kerja sejak Permohonan dicatat dalam BRPK,” jelas Salma.

Sekedar informasi bahwa KPU Kota Batu telah menyelesaikan tahapan Rekapitulasi Pemilihan Tingkat Kota Batu tentang hasil perolehan suara 4 Paslon yang mengikuti kontestasi ini. Keputusan KPU, yang dibacakan 23/2/2017 diperoleh hasil:

  1. Paslon 1: 24.228 suara (20 persen)
  2. Paslon 2: 51.754 suara (44 persen)
  3. Paslon 3: 20.504 suara (18 persen)
  4. Paslon 4: 19.634 suars (17 persen)

Total: 116.126 suara sah

Dari 147.975 pemilih yang terdaftar dalam DPT, 121.115 orang menggunakan hak pilihnya. Partisipasi Pemilih Kota Batu mencapai 81 persen, melebihi target nasional Pilkada serentak 2017 yaitu 77 persen.

Tercatat dari 101 Daerah yang mengikuti Pilkada serentak 2017 terdapat 41 daerah yang mendaftarkan gugatan PHPU ke MK, hingga masa pendaftaran ditutup pada Selasa, 28/2/2017 jam 23.59 wib.

Cliff Mubarok selaku Koordinator Koalisi No. urut 1 berharap, segala sengketa dan polemik yang terjadi bisa menjadi pelajara bersama.

“Segala yang terjadi agar bisa menjadi ajang saling koreksi, kritis dan jeli, yang kemudian menjadi pelajaran bersama, dan agar setiap masyarakat Kota Batu semakin melek politik, bahwa kecurangan bisa terjadi di mana dan kapan saja,” harap Cliff. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here