Titik-titik Kemacetan di Kota Malang Masih Menjadi Momok Masyarakat

0
241
Suasana Kemacetan Kota Malang (Sumber: Prjln)

Nusantara.news,  Kota Malang – Di Indonesia fenomena kemacetan menjadi hal yang wajar kita jumpai di beberapa titik kota besar. Tidak hanya itu, fenomena kemacetan juga ditemui saat momentum mudik lebaran, di mana seluruh perantau kembali ke kampung halamannya masing-masing sehing lalu lintas menjadi padat.

Solusi pemikiran pemerintah dalam mengatasi kemacetan pun menjadi kurang efektif dan menjadi sebuah kerancuan. Pasalnya, logika yang dipakai adalah pelebaran jalan, pembuatan jalur atau jalan baru, jalan tol dan lainnya. Padahal, hal ini tidak masuk pada substansi akar penyelesaian masalah, yakni volume kendaraan yang padat. Layaknya, pemerintah dapat memberikan solusi tepatnya unuk mengurangi volume kendaraan yang beredar, entah melalui pajak dan lain sebagainya.

Di Kota Malang, ada dua titik kemacetan utama telah diidentifikasikan di Jl Ki Ageng Gribig dan Jl Ranugrati. Rencana rekayasa mengatasi kemacetan sudah mulai di buat pada dua titk ini juga sudah disiapkan langkah-langkah alternatifnya.

Selain dua jalan ini, jalan lain di Kota Malang yang dikenal sebagai jalur macet adalah Jl Mayjen Sungkono, Jl Gajayana, Jl Raden Intan sampai Jl Panji Suroso, juga Jl Ahmad Yani utara.

Menurut pakar transportasi dari Universitas Brawijaya yang juga anggota Forum Lalu Lintas, Hendi Bowo Putro,  pemakai jalan nantinya tetap akan menghadapi kemacetan di jalan-jalan tersebut, terutama ketika arus mudik dan balik lebaran.

“Kalau kemacetan ya masih sama. Karena sejauh ini di Kota Malang tidak ada penambahan jalan baru sementara volume kendaraan terus bertambah. Solusi yang bisa sebenarnya adanya sistem transportasi massal, namun Kota Malang juga belum punya,” jelas Hendi, kepada wartawan, Kamis (15/6/2017).

Puncak macet nantinya diprediksi mulai H-2 dan H+2 Lebaran. Hal tersebut berdasar pada data dari Satlantas Polres Malang Kota, kendaraan baru di Kota Malang setiap bulan bertambah 3.000 – 4.000 unit sepeda motor dan 500 unit mobil.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Kusnadi usai rapat terkait pembuatan rekayasa transportasi ia menjelaskan beberapa titik kemacetan di Kota Malang. “Rapat kali ini membahas tentang rencana rekayasa dua jalan yakni Ki Ageng Gribig dan Ranugrati. Sebab kerap terjadi kemacetan di situ. Tinggal kami eksekusi saja rekayasanya kapan. Pastinya dalam waktu dekat,” ujarnya, Rabu (14/6/2017) lalu di Kantor Dishub Kota Malang.

Jalan Ki Ageng Gribig rencanannya akan direkayasa melalui jalan kembar yang sudah selesai diperbaiki, mulai dari pertigaan Madyopuro hingga menjelang Terminal Madyopuro. Dishub bakal memberlakukan dua arah di jalan tersebut. Sehingga pengendara terkanal di dua jalur berbeda. Ketika dua arah itu diberlakukan, Kusnadi berharap kemacetan di titik itu bisa terurai.

Terkait kemacetan di Jl Ranugrati, rekayasa di jalan itu tidak dengan menerapkan dua arah. Tetapi menambah lampu pengatur lalu lintas (traffic light/TL).

Hendi kembali menjelaskan, perlunya penambahan lampu pengatur lalu lintas (traffic light/TL), guna tidak terjadi kesemerawutan lalu lintas di daerah sekitaran sawojajar tersebut.

“Saat ini TL ada di pertemuan Jl Ranugrati dan Sawojajar, nantinya ditambah di dekat SPBU Sawojajar. Kedua lampu berdekatan ini diatur secara sinkron untuk mengatur arus lalu lintas supaya tidak terjadi penumpukan kendaraan di jembatan Ranugrati,” jelasnya.

Melalui pengendalian itulah, lanjut Hendi, kemacetan dan kesemrawutan lalulintas yang kerap kali terjadi di seputaran Ranugrati dan sawojajar bisa ditekan. Semenjak adanya hipermarket baru di dekat SPBU Sawojajar tersebut yang kemudian menambah kemacetan di kawasan tersebut. Karenanya nantinya pihak hipermarket itu yang akan memasang lampu TL di perempatan dekat SPBU tersebut. “Mungkin nanti perlu ditinjau dan kaji kembali apa benar-benar sesuai AMDAL LALINnya, tidak asal saja membuatnya. Perlu perhitungan pastinya,” tutupnya.

Langkah Polres Kota Malang, mengatasi Kemacetan

Langkah dan upaya Polres Malang Kota dan jajarannya dalam meningkatkan pengamanan guna mengantisipasi kemacetan momentum Lebaran akan sering melakukan patroli yang terlihat masyarakat.

Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan menjelaskan,  pihaknya akan meningkatan pengamanan untuk menjaga kondusivitas selama pra, hari-H dan pasca Lebaran. “Kurang lebih 1.000 personel akan kami terjunkan. Selama ini hanya sekitar 600-an personel yang beroperasi di jalanan. Sekarang ditambah 30 persen sehingga menjadi 900 personel,” kata Hoiruddin kepada wartawan, Kamis (15/6/2017).

Patroli yang akan dilakukan akan memantau pada titik pusat keramaian. Ia mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak menggunakan perhiasan berlebihan. “Jangan memakai perhiasan berlebihan,  sewajarnya saja, karena hal tersebut nantinya memancing tindak kejahatan,” tegas Hoiruddin.

Hoiruddin mengimbau warga yang akan mudik memastikan aliran listrik sebelum meninggalkan rumah. Rumah pun harus dalam keadaan terkunci. “Jangan sampai dibiarkan hingga terjadi konsleting dan terbakar, dan tetap safety road lengkapi kendaraan agar nyaman dan aman pada saat mudik lebaran,” tutupnya.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here