TKI Ilegal Harus Dikontrol Agar tak Timbul Korban

0
144
ilustrasi antiran Tenaga Kerja Indonesia (Sumber: SKBMprss)

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Keberadaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri lewat jalur ilegal alias non prosedural di Kabupaten Malang kini marak terjadi. Hal ini kemudian yang membuat masyarakat setempat menjadi resah dan was-was, ketika ingin mengadu nasibnya diluar negri.

Perlu kembali ditelisik dan dicek kembali biro-biro pemberangkatan TKI, terkait dokumen, surat dan legalitasnya, agar tidak terjadi hal-hal yang kemudian dianggap sebagai penyelundupan, TKI Gelap, penelantaran dan lainnya.

Menjadi perlu pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, untuk cepat dan tanggap dalam merespon hal ini. Apabila dibiarkan maka akan merugikan masyarakat, dan negara. Terlebih lagi juga akan memakan korban jiwa seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Selama tahun 2016 lalu, ada 13 TKI ilegal asal Kabupaten Malang yang meninggal dunia. Empat kasus merupakan TKI yang kabur dari majikannya, dan delapan kasus TKI berangkat tanpa dokumen.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kabupaten Malang, Achmad Djunaedi, membeberkan bahwa TKI ilegal yang meninggal dari empat negara. Masing-masing Malaysia enam orang, Hongkong tiga orang, Singapura dua orang dan Uni Emirat Arab satu orang. “Yang empat awalnya TKI legal. Setelah di negara tujuan, mereka kabur dan mencari majikan baru. TKI yang kabur seperti ini akhirnya menjadi ilegal,” terang Djunaedi, kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan bahwa sementara tahun 2017 ini sudah ada satu TKI yang meninggal dunia, yaitu Sungkono (55), warga Sumberpucung. Menurut Djunaedi, Sungkono berangkat secara mandiri sehingga tidak terdaftar di Disnaker. Sungkono bekerja sebagai Anak Buah Kapal di Taiwan. “Jadi yang memberangakatkan dia adalah perusahaan tempatnya bekerja. Dia sudah menjadi ABK sejak 1995, dan setiap tahun pulang cuti antara dua sampai tiga bulan,” imbuhnya

Sementara itu, Luqmanul Hakim, Pengamat Pemerintahan Universitas Islam Malang (UNISMA), mengungkapkan bahwa pihak Disnaker yang kemudian juga harus mengupayakan untuk mencegah kejadian seperti ini. ”Apabila terus dibiarkan apalagi sampai memakan korban itu sangat ironis juga,” ungkapnya kepada Nusantara.news, Selasa (9/5/2017)

“Seharusnya pihak Disnaker melakukan langkah, himbauan, sosialisasi, setidaknya ada upaya yakni quality of control kualitas kontrol guna mencegah adanya TKI Ilegal tersebut, sehingga tidak lagi memakan korban jiwa seperti tahun lalu dan pada awal tahun ini” tandas Luqman.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here