TNI dan Banser Bahu Membahu Bersihkan Material Longsor Di Jember

0
277

Nusantara.news, Jember – Siswa Secaba (Sekolah Calon Bintara) Rindam V Brawijaya, Malang serta Koramil Arjasa dan personil Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Jember bahu-membahu melakukan kerja bakti ‎membersihkan saluran irigasi dan sejumlah ruas jalan yang terputus akibat tanah longsor.

Personil gabungan tersebut juga memperbaiki jembatan ambrol akibat hujan deras yang mengguyur Jember dan sekitarnya, Sabtu (28/1/2017). Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut mengakibatkan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Arjasa yang berbukit tertimbun tanah longsor.

Material longsoran mengakibatkan jembatan ambrol dan beberapa aliran irigasi di kaki bukit tertimbun, melumpuhkan sejumlah ruas jalan, termasuk saluran pengairan dan sekitar 72 hektar sawah. Kerusakan ini dikhawatirkan akan mengganggu jalur transportasi darat serta gangguan pada jaringan irigasi persawahan di lokasi tersebut.

“Kerja bakti TNI dimulai pukul 07.00 dengan sasaran pembersihan saluran irigasi Kali Amsar sepanjang 150 meter, Kali Budar sepanjang 100 meter di Dusun Kemuningsari Lor dan jembatan penghubung antara Desa Kamal dan Candijati sepanjang 20 meter,” kata Dansecaba Rindam V/Brw Letkol Inf Agus didampingi Danramil 0824/02 Arjasa Kapten Arm Fathulloh yang memimpin personelnya di lokasi, seperti rilis yang dikirim Pendam V Brawijaya kepada Nusantara.news.

Personel yang terlibat karya bakti tersebut antara lain 100 orang dari Secaba Rindam V/Brawijaya, 13 orang dari Koramil 0824/02 Arjasa, serta 100 orang dari Banser Jember. Ketua  Banser Jember Ayub Junaedi juga hadir dalam kegiatan ini mendampingi Dansecaba Rindam V/Brw Letkol Inf Agus dan Danramil 0824/02 Arjasa Kapten Arm Fathulloh.

Tim juga diperkuat oleh tenaga dari BPBD sebanyak 20 orang dan masyarakat setempat yang ikut berpartisipasi sebanyak 150 orang.

Kegiatan diawali dengan pengarahan dan pembagian tugas yang dipimpin  Dansecaba Rindam V/Brawijaya kepada seluruh tim.  Usai pengarahan, menjelang tengah hari dilanjutkan dengan pengecekan aluran irigasi agar dipastikan kembali normal, dan jembatan darurat bisa dilalui sepeda motor.

Suparmo 53 tahun, warga desa setempat menyatakan ras gembira atas kepedulian TNI dan Banser serta pihak-pihak terkait yang cepat tanggap melaksanakan kerja bakti. “Kami sangat senang dan berterimakasih kepada bapak-bapak tentara juga Banser yang melakukan normalisasi jalan dan saluran irigasi di daerah kami,” kata Suparmo.

Semangat gotong royong ternyata tidak pernah pudar sebagai tradisi asli Indonesia. Dari contoh di atas gotong royong  terbukti efektif dalam menyelesaikan persoalan kemasyarakatan, terlebih dalam situasi bencana yang membutuhkan respon cepat. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here