Tokoh-Tokoh ini Bakal Meramaikan Pilkada Kota Malang

0
93
Ilustrasi Pemilu (Sumber: Bawaslu)

Nusantara.news, Kota Malang – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan ajang kompetisi bagi tokoh-tokoh, baik lewat jalur perseorangan maupun partai politik untuk memenangkan jabatan Walikota-Wakil Walikota Malang.

Pilkada Kota Malang hampir dipastikan diikuti calon petahana M. Anton yang sekarang menjabat Wakil Walikota. Namun M. Anton masih tarik ulur siapa calon pendampingnya. Diprediksikan pula Pilkada Kota Malang akan diikuti oleh 3 pasangan calon. Siapa saja mereka?

Sejumlah tokoh sempat muncul dan ada pula yang sudah tenggelam. Ada di antara mereka yang sudah menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Hasta Komunika Research an Conculting sudah menginventarisir nama-nama itu. Selanjutnya nama-nama itu dapat dijadikan rujukan partai-partai politik, masyarakat maupun pengamat tentang potensi dan peluangnya di antara tokoh yang ada.

Direktur Hasta Komunika Research and Consulting, M. Anas Muttaqin memprediksi jika Pilkada Malang 2018 akan diikuti oleh tiga pasangan calon. Ketiganya diangap memiliki pengaruh yang kuat di masyarakat Kota Malang. Sejauh ini, perkembangan politik di Kota Malang didapati beberapa poros yang sudah terbentuk. “Prediksi saya akan ada tiga pasang calon di Pilkada Malang, terlihat dari siapa siapa yang gencar kesana kemari,” terangnya.

Ia menyebutkan beberapa tokoh yang memiliki potensi untuk terjun dalam Pilkada Kota Malang 2018 nanti. “Beberapa tokoh yang terlihat gencar di permukaan adalah Abah Anton, Mbak Nanda dan Pak Sutiaji, walaupun masih ada kemungkinan di antara mereka menjadi satu pasangan calon dan akan ada figur lain,”jelas Anas.

Ia menjelaskan, sang petahana M Anton yang kerap dipanggil Abah Anton juga harus pandai memilih pasangan bakal calon wakil walikota untuk memenangkan kursi walikota yang diidam-idamkannya. Kalau tidak begitu, dia hanya akan dikenang sebagai mantan Wakil Walikota.

“Dulu memang awal-awal ada omongan Abah Anton digandengkan siapa saja menang. Tapi untuk saat ini kondisi begitu dinamis. Apabila salah pilih calon pendamping bisa berakibat fatal di pilkada,” beber Muttaqin yang juga alumni HMI itu.

Terlebih kini kelemahan M Anton mulai menyeruak ke publik. Sebut saja dari serangkaian unjuk rasa yang menguliti kegagalan petahana, seperti terkatung-katungnya pembangunan pasar, persoalan transportasi dan lainnya yang berpotensi menggerus perolehan suaranya pada Pilkada nanti.

Calon pesaing petahana yang tak bisa dipandang sebelah mata adalah Ya’qud Ananda Gudban. Sosok ini di ambang sukses menjaring beberapa partai politik untuk berkoalisi dalam Pilkada. “Mbak Nanda pergerakannya cukup masif, beberapa partai sudah merapat ke beliau dan sampai tiga Ketua Umum kebetulan hadir di Malang. Pertama Ketua Umum Hanura, lalu Ketua Umum PAN dan kemarin Ketua Umum PPP yang berkomunikasi langsung dengan Mbak Nanda,” beber pria berklit sawo matang itu.

Sosok lainnya yang bisa menjadi kuda hitam adalah Sutiaji. Kader PDI Perjuangan itu memang belum terlihat bergerak. Tapi ingat, PDI Perjuangan dengan 11 kursi di DPRD Kota Malang adalah satu-satunya parpol yang bisa mengusung calonnya sendiri. Sejauh ini Sutiaji masih menunggu rekomendasi dari DPP partainya.

Sosok Sutiaji ini juga cukup diperhitungkan dengan pemikirannya yang lumayan tajam dan komunikasi massanya yang cukup bagus sehingga menjadi perhitungan sebagai sosok yang menjadi perhatian dari berbagai partai dan poros koalisi.

Sedangkan, dinamika politik yang terus berkembang menampakan beberapa poros yang mulai terlihat. Pertama adalah kabar soal Poros ‘Bangjo’ (PDI Perjuangan-PKB) yang diharapkan linier dengan Pilgub Jatim.

Namun, kabar terakhir poros Bangjo di Kota Malang masih belum menemui titik final di antara keduanya. Kemudian PKB sebagai partai petahana terus menggalang dukungan. Alhasil PKB mendapat tambahan kekuatan dengan merapatnya PKS yang resmi akan mengusung Anton dalam pilkada nanti.

Selanjutnya, munculnya poros ‘Harapan Pembangunan’ (Hanura-PAN-PPP) yang sama-sama sepakat mengajukan nama Ya’qud Ananda Gudban, Aktivis perempuan yang juga Anggota DPRD Komisi B sebagai Kandidat Bakal Calon Wali Kota Malang pada Pilkada Kota Malang 2018 mendatang.

Terakhir dari prediksi Hasta Komunika, adalah terbentuknya poros ketiga atau poros tengah jika memang Demokrat, Gerindra dan Golkar sepakat untuk satu suara. Perlu diketahui apabila ketiganya berkoalisi maka jumlah kursi mereka sudah memenuhi syarat untuk mendaftarkan pasangan calon ke KPU. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here