Total 719 Km Jalan Provinsi di Jatim Belum Memenuhi Standart

0
141

Nusantara.news, [Lokasi] – Lambatnya penanganan jalan rusak di Jawa Timur semakin membuat resah warga. Banyak faktor yang mempengaruhi kerusakan jalan, tidak hanya disebabkan faktor hujan tapi juga disebabkna oleh kekuatan jalan itu sendiri.

Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim Gatot Sulistyo Hadi mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terus melakukan berbagai upaya untuk perbaikan kontruksi jalan.

Agar kekuatan jalan provinsi memenuhi standar aturan sesuai dengan UU no 38 tahun 2004 dan PP no 34 tahun 2006 tentang Jalan, butuh anggaran yang tidak sedikit apalagi dana APBD Jawa Timur saat ini tidak sesuai dengan panjang jalan yang harus diperbaiki.

Total Jalan provinsi sepanjang 1.421 kilometer dan jalan provinsi yang kontruksinya sudah memenuhi standart aturan dengan lebar jalan 7 meter sepanjang 702 kilometer. Sedangkan yang belum memenuhi standart sepanjang 719 kilometer.

“Tahun ini untuk perbaikan kontruksi jalan dianggarkan Rp 376 miliar, anggaran tersebut untuk rekonstruksi jalan sepanjang 75,2 kilometer, sebanyak 27 ruas,” jelasnya kepada wartawan di Surabaya, Senin (6/2/2017).

Gatot menambahkan, saat ini pihaknya juga telah meminta seluruh UPT di Jatim untuk mendata genangan air yang ada di jalan provinsi untuk mengetahui kemiringan jalan. Dan untuk jalan yang mengalami genangan parah, maka pemprov akan membuatkan sub drain atau sistem untuk mengalirkan air ke selokan yang dibangun di bahu jalan, tujuannya agar tidak ada genangan air yang dampaknya bisa merusak jalan.

Sebelumnya, DPRD Provinsi Jawa Timur mendesak Balai Besar Pekaksanaan Jalan Nasional –VIII, untuk segera melakukan perbaikan jalan nasional yang rusak melalui alokasi dana urgen, bukan menunggu lelang.

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Achmad Heri menyatakan, kerusakan jalan di Jawa Timur didominasi jalan nasional yang menjadi tangung jawab pmerintah pusat. Walau presentasi jalan rusak lebih kecil dibanding jalan yang bagus, namun hal itu dinilai menghambat laju pertumbuhan ekonomi Jatim.

“Lambatnya pemerintah pusat dalam perbaikan kerusakan jalan nasional di Jawa Timur, dikarenakan sistem penganggaran Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional yang dinilai lambat. Kami mendesak agar alokasi dana urgen untuk perbaikan bukan menunggu lelang,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Heri juga menjabarkan bahwa jalan di Jawa Timur yang menjadi jalan nasional ada tiga jalur. Diantaranya adalah jalur lepas Surabaya menuju daerah Pantura, jalur lepas Surabaya menuju Tapal Kuda, serta jalur Surabaya lepas menuju Mataraman. Kerusakan jalan terdapat di jalur-jalur tersebut.

“Alokasi anggaran Balai Besar Pekaksanaan Jalan Nasional –VIII untuk perbaikan dan perawatan jalan nasional 2017 mencapai Rp1,5 triliun, sedikit mengalami kenaikan daripada 2016 yang mencapai Rp1,3 triliun. Sayang, alokasi sebesar itu tidak sesuai dengan kebutuhan yang sebenarnya. Total panjang jalan nasional di Jatim mencapai 2361,23 KM, mestinya anggaran yang dibutuhkan adalah Rp3 trilun,” tambahnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here