Tradisi Mataraman Sangat Kental di Pilbup Madiun 2018

0
567
Paslon Rio Wing Dinaryhadi dan Sukiman menabuh bedug sebagai tanda deklarasi maju dan siap mendaftar di KPU Kabupaten Madiun. Rio merupakan calon bupati termuda di Pilkada Madiun 2018.

Nusantara.news, Madiun – Dari hasil tes kesehatan, yang meliputi tes narkoba dan psikologi, seluruh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Madiun 2018 dinyatakan memenuhi syarat dan dinyatakan lolos semua. Selanjutnya, pasangan calon diberikan waktu perbaikan berkas pencalonan.

Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Madiun Wahyudi, ada beberapa daerah di mana pasangan calon harus mengulang tes. Sehingga penyerahan kelengkapan berkas menjadi tertunda. Seluruh pemeriksaan pasangan calon dilakukan di RSUP Jatim Dr Soetomo Surabaya.

“Sebelum berkas diserahkan, saya minta persetujuan pasangan calon. Berkas ini, dibacakan dulu atau langsung diserahkan. Dan untuk semua Paslon Kabupaten Madiun tidak ada yang mengulang tes,” ujar Wahyudi dalam “Pleno Dalam Rangka Penelitian Persyaratan Administrasi Dokumen Persyaratan Pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Madiun Tahun 2018” di kantor KPU, Kamis (18/01/2018).

Untuk pasangan calon, KPUD Madiun meminta untuk tahap berikutnya selama 2 hari 19-20 Januari 2018, melengkapi kekurangan berkas. “Kami berharap, kekurangan berkas itu bisa dipenuhi sesuai waktu diberikan,” imbuhnya.

Untuk Pilkada Madiun 2018, ada tiga Paslon yang nantinya akan bertarung merebutkan kursi orang nomor satu. Mereka adalah Paslon Djoko Setijono-Suprapto (Djos-To) yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP). Berikutnya Paslon Rio Wing Dinaryhadi-Sukiman (Rio Pas) diusung Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Terakhir Paslon Ahmad Dawami-Hari Wuryanto (Berkah) diusung Partai Demokrat, Golkar, Hanura, dan PKPI.

Pasca lolos tes kesehatan, KPUD Madiun rencananya akan menurunkan tiga tim untuk memverifikasi faktual ijazah ketiga Paslon. Hal ini guna menghindari kecurangan atau pemalsuan ijazah atau dokumentasi peserta Pilkada.

“KPUD akan menurunkan tiga tim guna mengklarifikasi berkas administrasi pendidikan dari tiga bakal pasangan calon ke sekolah masing-masing. Mulai dari tingkatan SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi,” kata Wahyudi.

Wahyudi mengatakan, berkas administrasi pendaftaran ketiga bakal pasangan calon kepala daerah telah diterima dan diseleksi. Selanjutnya akan memverifikasi faktual, termasuk salah satu berkas yang akan diteliti lebih cermat adalah ijazah para bakal calon.

Menurut Wahyudi, dilibatkannya tiga tim guna klarifikasi itu bertujuan mengantisipasi kecurangan, yakni adanya ijazah palsu yang digunakan bakal calon dalam mendaftar sebagai kepala daerah.

Nantinya, lanjut Wahyudi dari tiga tim yang ada, akan dibagi dalam melakukan pengecekkan. Satu tim akan melakukan pengecekan dan klarifikasi ijazah satu pasangan calon.

Diharapkan dengan lebih teliti dalam melakukan verifikasi faktual keabsahan ijazah bakal calon kepala daerah mulai dari awal hingga akhir, KPU Kabupaten Madiun tidak keco­longan saat menetapkan bakal pasangan calon nantinya.

‘Djosto’ Ziarah Makam Leluhur Biar Menang

Pasangan calon Djoko Setijono-Suprapto dengan slogan ‘Djos To’ menjadi andalan bagi PKB dan PDIP. Sebelumnya, PKB-PDIP mendeklarasikan pasangan Djoko Setijono dan Suprapto di kompleks makam yang menjadi leluhur warga Kabupaten Madiun.

Sebelum deklarasi, Paslon DjosTo itu berziarah di makam para leluhur di dua lokasi makam kuno. Bagi masyarakat Jawa, ziarah leluhur merupakan tradisi Mataraman yang sangat kental. Ziarah pertama di komplek makam kuno Kuncen, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Paslon tersebut membaca doa dan tahlil serta tabur bunga di makam Bupati Pertama Madiun, Pangeran Timur atau Ronggo Djumeno hingga bupati Madiun kelima.

Usai ziarah di makam Pangeran Timur, Paslon Djosto mengunjungi makam sesepuh Kabupaten Madiun, Ki Ageng Anom Basari di, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.

Ketua DPC PKB Kabupaten Madiun Muhtarrom mengatakan, kegiatan deklarasi dan ziarah di makam leluhur bentuk penghormatan kader-kader terhadap para pemimpin Madiun terdahulu.

“Ziarah dan deklarasi di tempat ini bentuk penghormatan terhadap beliau-beliau dan kami selaku generasi penerusnya,” katanya.

Paslon Djoko Setiono dan Suprapto ziarah ke makam leluhur Ki Ageng Anom Besari untuk meminta restu maju Pilbup Madiun 2018.

Menyoal target suara yang akan diraih, Muhtarom berharap suara Paslon Djoko-Suprapto meraih suara lebih dari 50 persen. Kondisi itu terjadi seperti pada Pilkada sebelumnya. “Saya dua kali pengalaman di atas 50 persen. Maka ini nanti paling tidak di atas pengalaman saya kemarin. Ini bukan main-main karena ini gerbong besar dan punya basis pemilih yang riil,” katanya.

Muhtarom berpesan kepada simpatisan, pengurus, dan pendukung paslon agar tidak mengalihkan pilihan hanya karena uang Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu.

Sementara itu calon bupati, Djoko Setijono menuturkan, ziarah makam dan leluhur untuk menghormati dan mendoakan agar para pemimpin Kabupaten Madiun mendapat rahmat dari Allah SWT.

“Kami berdoa agar perjuangan kami juga mendapat spirit dari para pendahulu leluhur. Dengan demikian diberikan kemudahan kelancaran dan kekuatan lahir dan batin sehingga memenangkan Pilkada 2018,” kata Djoko.

Pihaknya juga berkeyakinan akan mendapatkan suara terbanyak dalam Pilkada Kabupaten Madiun 2018. Salah satunya yaitu PKB mempunyai basis massa NU yang kuat di Kabupaten Madiun.

Mengenai suara warga Nahdliyin, diprediksi akan menjadi perebutan bagi Paslon lain. Namun Djoko menyampaikan tidak khawatir suara NU akan direbut pasangan calon dari partai lain. “Ada yang tidak dimiliki partai lain. PKB lahir dari NU. Itu tidak bisa dihapus dari sejarah. Kami tidak perlu klaim. Tetapi fakta nanti akan berbicara,” terangnya.

Ditambahkannya, PKB merupakan organisasi politik yang dilahirkan NU. “Jadi sayap perjuangan NU itu dibebankan kepada PKB. Jadi hubungan NU dan PKB apa, hubungan historis dan hubungan kultural,” jelas dia.

Karena PKB dilahirkan dari NU maka warga NU mestinya support dengan pasangan Djoko-Suprapto. Namun, apabila ada oknum yang tidak memberikan dukungan itu merupakan hak pribadi setiap orang. “Kalau ada oknum yang tidak support itu haknya masing-masing. Tetapi ingat secara historis NU lahirkan PKB,” pungkasnya.

Djoko Setiono adalah ketua DPRD Kabupaten Madiun yang merupakan kader PKB. Sedangkan Suprapto merupakan anggota DPRD Kabupaten Madiun dari PDIP. Koalisi dua partai tersebut memiliki kekuatan 21 kursi di DPRD dari 45 kursi, yakni PKB 13 kursi dan PDI-P 8 kursi.

Bidik Pemilih Zaman Now, Cabup Termuda itu Sungkeman

Calon bupati Rio Wing Dinaryhadi menjadi bakal calon bupati termuda pada Pilkada Madiun 2018. Usia Rio 36 tahun. Dia bersanding dengan mantan Sekda Madiun, Sukiman yang merupakan birokrat tulen dan mengerti persoalan pemerintahan. Dengan demikian duetnya dengan Pak Su, sapaan Sukiman, akan saling melengkapi.

Sementara Pak Su mengaku menerima pinangan Rio lantaran sosoknya yang muda dan santun. Apalagi di zaman sekarang, sosok pemuda yang santun dan cerdas jarang ditemukan.

“Saya pun rela men-support menjadi calon wakil bupati karena Mas Rio sebagai sosok pemimpin zaman now,” ungkap Pak Su.

Duet Paslon yang tenar dengan sebutan Mas Rio-Pak Su atau disingkat ‘Rio Pas’ ini rencananya akan membidik pemilih pemuda zaman now. Rio sendiri menargetkan kemenangan di atas 50 persen dengan sasaran pemilih anak-anak muda.

“Sebagai pengusaha muda saya akan menarget para pemuda untuk bersama-sama memenangkan pertarungan Pilkada Kabupaten Madiun 2018. Apalagi sekarang memasuki pemilih zaman now yang pemilihnya didominasi para pemuda,” ungkap Rio.

Mereka diusung koalisi tiga partai, yakni Partai Gerindra, PKS, dan PPP. Sebelum mendaftar ke KPU Kabupaten Madiun, Paslon Rio-Sukiman menggelar deklarasi di lapangan objek wisata Umbul, Desa Umbul, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, dihadiri ribuan kader partai pengusung.

Calon bupati termuda Rio Wing Dinaryhadi menggelar ritual sungkeman untuk meminta doa restu kepada orangtua.

Paslon Rio Pas ini berjalan kaki  bersama-sama dari rumahnya yang berada sekitar 300 meter dari lokasi deklarasi. Tak hanya itu, sebelum deklarasi Rio juga menggelar ritual sungkeman untuk meminta doa restu kepada orangtua dan keluarga. Saat prosesi berjalan, sang ayah Yun Harsono, mendoakan agar Rio menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana.

Mantepno atimu. Harus jadi. Mikul duwur mendem jeru. Ngayomi masyarakat sak Madiun,” kata Mbah Yun, sapaan akrab Yun Harsono.

Seusai mendaftar di KPU Kabupaten Madiun, Rio mengatakan, sungkeman merupakan tradisi untuk medapatkan restu orangtua. Sebab restu orangtua paling tinggi, karena tanpa mereka tidak ada dirinya. Mengenai kemenangan, ia menargetkan suara 55-60 persen. “Kami optimis karena kita cari kawan bukan lawan,” ujar Rio.

Ia pun sudah mempersiapkan diri jika kalah. Ia maupun timnya akan sportif menerima kemenangan dan kekalahan Pilkada Madiun 2018.

‘Berkah’ Percaya Pendaftar Pertama akan Menang

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Madiun, Ahmad Dawami dan Hari Wuryanto merupakan pendaftar pertama ke KPUD Kabupaten Madiun sebagai kontestan Pilkada 2018.

Pasangan calon yang dikenal dengan Berkah ini diusung Partai Demokrat  (6 kursi), Partai Golkar (5 kursi), PKPI  (2 kursi), dan Partai Hanura (2 kursi). Ahmad Dawami yang biasa disapa Kaji Mbing merupakan Ketua DPC Demokrat Kabupaten Madiun sedangkan Hari Wuryanto merupakan pengusaha.

Kaji Mbing percaya dengan menjadi pendaftar pertama, dia dan pasangannya Hari Wuryanto, akan dapat memenangi Pilkada pada Juni 2018 mendatang. “Kami memilih mendaftar pada hari pertama ini kenapa? Karena keyakinan. Sebab kemenangan dimulai dari keyakinan,” jelas Kaji Mbing.

Paslon Ahmad Dawami dan Hari Wuryanto percaya pendaftar pertama akan memenangkan Pilkada Kabupaten Madiun 2018.

Mengenai target persentase kemenangan yang ingin dicapai bersama pasangannya dan strategi yang digunakan, Kaji Mbing memilih untuk merahasiakannya.

“Target yang ingin dicapai tentunya menang. Sementara persentasenya juga menjadi kerahasiaan kami, pokoknya targetnya menang,” ungkap Kaji Mbing.

Dia juga optimistis untuk memenangi Pilkada Kabupaten Madiun. Dia menambahkan Partai Demokrat beserta partai pengusung lainnya sepakat menjalankan visi dan misi bersama tanpa kontrak politik.

“Tidak ada kontrak politik. Kami satu visi dan misi serta satu tujuan. Kamu ingin menang. Kami ingin menjalankan ide-ide kami, tentunya ide yang baik tetap akan diteruskan,” pungkasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here