Tragedi Perahu Nyaris Terulang, Pemprov Jatim Siapkan Perda

0
34
Wagub Jatim Saifullah Yusuf datangi lokasi indisen perahu penyeberangan.

Nusantara.news, Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meminta aktivitas perahu tambang untuk dihentikan sementara. Terkait hal ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan membicarakan persoalan angkutan sungai tersebut untuk diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). Hal itu, karena belum genap sepekan, tragedi perahu tambang hampir kembali terulang lagi. Saat itu, Sabtu (15/4/2017) sekitar pukul 16.30 WIB, sebuah perahu tambang di Desa Sumber Rame, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo talinya putus.

“Beruntung tidak ada korban karena tim SAR yang masih ada di lokasi langsung melakukan pencarian satu korban (tragedi sebelumnya) masih di lokasi sehingga bisa segera menolong,” kata Saifullah Yusuf.

Terkait insiden tersebut, Gus Ipul panggilan Saifullah Yusuf minta seluruh aktivitas perahu tambang tradisional dihentikan sementara. Apalagi saat ini cuaca sedang tidak menentu, arus sungai juga cukup deras dan air pasang.

“Saya mohon dihentikan sementara karena membahayakan. Sambil jalan, saya akan bicara dengan Bupati Gresik dan Sidoarjo untuk membuat standar keamanan operasional perahu tambang,” lanjut Gus Ipul.

Pemerintah, lanjutnya, sangat menyadari pentingnya perahu tambang untuk menghubungkan daerah satu dengan lainnya melalui penyeberangan sungai. Apalagi mayoritas aktivitas perahu tambang bahkan telah ada sejak sebelum kemerdekaan.

“Kami menyadari ini alat penyeberangan yang murah, efektif dan cepat, karena Pemerintah belum mampu menyediakan,” kata Gus Ipul.

Meski begitu, pihaknya berharap semua pihak tidak ambil risiko. Para calon penumpang juga diminta untuk tidak mengambil risiko.

“Prinsipnya kami segera duduk bersama dengan Bupati Sidoarjo dan Gresik. Akan kita rumuskan standar keamanannya seperti apa. Mungkin nanti bisa diperdakan,” kata Gus Ipul.

Untuk diketahui, sebelumnya telah terjadi insiden tenggelamnya perahu penyeberangan di Sidoarjo pada 13 April 2017 kemarin. Saat itu pukul 06.30 WIB. Diduga penyebabnya adalah kelebihan muatan. Saat itu perahu tambang yang membawa tujuh motor serta 12 penumpang. Dalam insiden tersebut tiga orang tewas dan lima lainnya dalam pencarian, sementara  enam orang selamat.

Korban meninggal dunia adalah Mis`ah, perempuan (45) warga Kali Mati, Tarik, Sidoarjo; Ujang, laki-laki (60), warga Dusun Grompol, Wringin Anom, Gresik; serta Kusnari, laki-laki (45), warga Dusun Glagah Kepuhsari, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.

Sementara masih dalam pencarian adalah Nurkholis (40) laki-laki, warga Bakalan Wringin Pitu Balongbendo, Sidoarjo; Susriasih (47) perempuan, warga Kali Mati, Tarik, Sidoarjo; Choirun Nisa (38) perempuan, warga Kali Mati, Tarik, Sidoarjo; dan Rozikin (40), laki-laki, warga Mojosari, Mojokerto

Enam orang yang ditemukan selamat adalah  Yudistira Ardi (34), laki-laki warga Bakalan Wringin Pitu, Balongbendo, Sidorajo; Supriyadi (65), laki-laki, warga Sumberame, Wringin Anom, Gresik; Sucinina (33), perempuan, warga Kemangsen Krian, Sidoarjo; Riyanto (45), laki-laki, warga Gagang Kepuhsari, Balongbendo, Sidoarjo; Didin (23), laki-laki, warga Bogem Pinggir, Balongbendo, Sidoarjo; dan Joko Priyanto (45), laki-laki, warga Juwet Wringin Anom, Gresik.

Sementara kerugian materi yang timbul akibat insiden itu berupa tujuh unit motor tenggelam.  Motor yang berhasil ditemukan adalah Honda CB150R hitam, No. Polisi S 4894 PW; Suzuki Shogun 110 biru, No. Polisi W 6054 XT; Honda Supra Fit X hitam, No. Polisi W 3153 CQ; dan Honda Vario putih, No Polisi W 3362 QJ.

Pencarian terhadap korban hilang masih terus dilanjutkan. Pagi tadi, seorang korban ditemukan pukul 07.00 WIB bernama Kusnari (45). Empat korban yang selamat masih dirawat di Puskesmas setempat. Empat dari tujuh motor yang tenggelam juga telah ditemukan.

Terkait insiden tersebut tim TRC dan tim Rescue BPBD Sidoarjo terus melakukan koordinasi dengan Polsek Wringinanom, Koramil Wringinanom, BPBD Gresik, BASARNAS, DITPOLAIR Polda Jatim, SATPOLAIR Polres Gresik serta masyarakat sekitar. Ikut serta dalam penanganan insiden ini antara lain adalah PMI Mojokerto, TAGANA Sidoarjo, TAGANA Mojokerto, Korps Marinir, Pondok Pesantren Balongbendo dan MDMC Gresik yang terus mencari korban yang belum ditemukan. Kendala yang dihadapi tim gabungan di lokasi berupa kondisi sungai yang keruh dan gelap. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here