Tren Wartawan Maju Pilkada Daerah

0
250
Baliho Margiono menghiasi jalan-jalan di Tulungagung.

Nusantara.news, Tulungagung – Bagaimana jika wartawan berpolitik? Itu sudah lumrah. Sejak era Orde Lama dan Orde baru, ada banyak sederet wartawan yang menjadi politisi, baik di tingkat legislatif maupun eksekutif.

Burhanuddin Mohamad Diah dan Harmoko pernah menjadi anggota DPR. Bahkan Harmoko yang pernah menjadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, menduduki jabatan Menteri Penerangan RI, dan menjadi Ketua Umum Golkar pada era Orde Baru. Lalu ada Adam Malik, wartawan pendiri LKBN Antara ini pernah menjadi Menteri Luar Negeri, bahkan Wakil Presiden (1978-1983).

Memasuki era reformasi (1998-sekarang), sejumlah wartawan terjun ke politik. Ada yang masuk ke jalur eksekutif, legislatif, hingga mendirikan partai politik. Seperti Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebelumnya menjadi anggota DPR dari PDIP. Gus Ipul yang mantan wartawan Detik kemudian menjadi Wakil Gubernur di Jawa Timur (Pemilu 2009) dan kini tengah berlomba mengikuti pemilihan calon gubernur Jawa Timur 2018.

Bambang Soesatyo politisi asal Golkar dulunya wartawan Suara Karya, Efendi Choirie mantan wartawan Harian Surya Surabaya kemudian anggota DPR dari PKB, Ramadhan Pohan anggota DPR dari partai Demokrat sebelumnya mantan koresponden Jawa Pos di Washington DC.

Beberapa tokoh pers nasional juga ikut mendirikan partai politik. Misalnya, Erros Djarot (eks wartawan Detik) mendirikan Partai Nasionalis Bung Karno (PNBK), Goenawan Muhamad (Tempo) ikut mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN), Surya Paloh (Media Indonesia/Metro TV) ikut mendirikan Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Di luar tiga nama itu, masih ada Dahlan Iskan tokoh pers nasional, pendiri grup Jawa Pos, pernah menjabat Menteri BUMN.

Dan kini pada pertarungan Pilkada serentak 2018, sejumlah insan pers turut meramaikan kancah perpolitikan Indonesia. Khusus Jawa Timur, sosok Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Margiono sudah bersiap maju sebagai calon bupati Tulungagung periode 2018-2023. Tidak tanggung-tanggung, Margiono langsung diusung 8 partai politik sekaligus. Kedelapan partai tersebut adalah Gerindra, PKB, Hanura, Golkar, PAN, Demokrat, PKS serta PPP. Bahkan logo masing-masing partai telah terpampang dalam sejumlah baliho bergambar Margiono.

Menurut Margiono, dirinya tidak main-main dan serius dalam upaya merebut jabatan bupati. Apalagi, dia sudah melamar ke sejumlah partai politik dan sudah mengembalikan formulir pendaftaran. Bahkan, ia menyebut sudah bertemu dengan para kiai, politisi dan tokoh masyarakat Tulungagung untuk meminta doa restu.

Dalam pencalonan Cabup, Margiono menandaskan tidak akan mundur dari jabatan Ketua PWI Pusat selama proses pendaftaran Cabup berlangsung. Dia beralasan saat pelaksanaan Pilkada serentak 2018 pada Juni mendatang, jabatan sebagai Ketua PWI Pusat sudah berakhir. “(Jabatan) Ketua PWI selesai pada tahun 2018. Sudah dua periode dan masa jabatannya habis,” tandasnya.

Margiono menyatakan dalam AD/ART PWI memperbolehkan dan tidak ada larangan bagi anggotanya dalam mencalonkan sebagai kepala daerah. “Kalau menjadi ketua partai politik itu yang tidak boleh. Tetapi kalau menjadi calon bupati tidak apa-apa. Jadi bupati malah boleh,” paparnya.

Dalam menghadapi proses Pilkada Serentak 2018 di Tulungagung, Margiono sempat mengatakan akan mempercepat Kongres PWI agar dirinya ketika pelaksanaan pencoblosan pada 27 Juni 2018 mendatang sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua PWI Pusat.

Margiono tidak hanya melakukan pendaftaran sebagai Cabup di PKB saja. Ia mendaftar di enam dari delapan partai politik yang memiliki kursi di DPRD Tulungagung. Termasuk di antaranya, Gerindra, PKB, Hanura, Golkar, PKS serta PPP.

Sementara Partai Demokrat dan PAN belum karena kedua parpol calon peserta koalisi pengusung itu belum membuka pendaftaran.

Dengan majunya Margiono dalam pencalonan calon bupati Tulungagung, nampaknya bakal menjadi lawan berat bagi pasangan Petahana Syahri Mulyo dan Maryoto Birowo (Sahto). Apalagi seluruh partai politik sudah melakukan pertemuan untuk menjajaki kolisi besar untuk melawan PDIP yang sudah lebih dulu melakukan penjaringan internal. Pertemuan parpol tanpa PDIP ini merupakan ancang-ancang untuk mengusung Margiono.

“Nantinya mekanisme pencalonan setiap parpol diserahkan sesuai AD/ART masing-masing. Namun semua sepakat mengusung Pak Margiono,” ujar Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Tulungagung, Chambali.

Semua parpol yang hadir, kata Chambali juga sudah bersepakat membentuk koalisi besar non-PDIP. Mantan Pemred Jawa Pos tersebut juga dinilai merupakan tokoh nasional yang mau turun gunung. “Kami menilai beliau selama ini mempunyai rekam jejak yang baik,” tegasnya.

Senada, Ketua DPC PKB Kabupaten Tulungagung, Adib Makarim juga memuji Margiono. Menurutnya, Margiono mempunyai kapasitas untuk membangun Tulungagung menjadi lebih baik.

Meski kesepakatan koalisi besar melawan PDIP sudah terbentuk antara Parpol di tingkat kabupaten, namun keputusan final peta koalisi harus menunggu keputusan pimpinan pusat masing-masing partai. Hal itu seperti ditegaskan Sekretaris DPC Gerindra Tulungagung, Agus Budiarto.

“Sesuai dengan perkambangan terakhir, selain dari proses normatif yang ada di partai, diakui atau tidak bahwa koalisi di Tulungagung itu ada delapan parpol (termasuk Gerindra) yang intens untuk mengusung saudara Margiono sebagai calon bupati 2018,” kata Budiarto, belum lama ini.

Menurutnya, meskipun kedelapan parpol telah menyatakan akan berkoalisi, namun tidak menutup kemungkinan akan mengalami perubahan, karena belum secara resmi mendapatkan restu dari pimpinan di tingkat pusat.

“Nanti sepenuhnya kami tetap mengikuti dari pusat, cuma untuk komunikasi daerah, delapan partai itu sepakat untuk mengusung Pak Margiono,” imbuhnya.

Kedelapan Parpol mendukung Margiono karena dinilai kandidat putra daerah asal Desa Sambitan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung yang paling aktif berkomunikasi dengan partai. Tidak hanya itu, pemimpin Harian Rakyat Merdeka tersebut selama ini juga dikenal memiliki kemampuan mumpuni untuk menduduki posisi orang nomor satu di Pemkab Tulungagung.

“Keseriusan dan pendekatan ke partai yang lebih maksimal itu ada pada Pak Margiono, itu yang menjadi poinnya. Figurnya juga merakyat,” terang Wakil Ketua DPRD Tulungagung ini.

Pengamat politik Tulungagung Subiyanto mengatakan, majunya Margiono akan menjadi lawan terberat bagi pasangan petahana. “Secara finansial dan jaringan Margiono ini telah lewat mumpuni. Selain itu, akses kedekatan sama kepresidenan dan kementerian tak diragukan lagi,” ujarnya.

Sedangkan, pasangan Sahto yang kini menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati tetap mengedepankan diusung dari partai moncong putih (PDIP). Padahal, Ketua DPC PDIP Tulungagung Supriono-Sodiq Purnomo Wakil Ketua, telah satu paket menyerahkan formulir sebagai bacabup-bacawabup ke DPD PDIP Jatim. “Dua kubu ini masih memperebutkan rekom, secara politik ini bisa menimbulkan perpecahan massa pendukung di internal PDIP Tulungagung,” ucapnya.

Padahal, selama ini, aturan partai besutan Megawati tersebut, lebih memilih memberikan rekom kepada pengurus partai. “Kalau sampai terjadi perpecahan, ini akan menghambat jalannya mesin partai, apalagi selama ini belum pernah ada Bupati di Tulungagung yang diusung dari PDIP, meskipun PDIP merupakan partai gajah di Tulungagung,” kata pria yang akrab disapa Caspo ini.

Setidaknya, bursa pemilihan bacabup dan bacawabup 2018 nantinya akan menguntungkan bagi lawan yang akan maju melalui partai koalisi. “Toh bupati yang kini terpilih, dulunya berangkat dari koalisi partai gurem, buktinya pasangan Sahto mampu menyisihkan lawannya yang berangkat dari partai besar,” tandasnya.

Konsep Cemerlang untuk Magetan

Demokrasi memang membuka peluang setiap warga negara membangun bangsa melalui jalur profesi atau jalur politik. Wartawan termasuk kelompok masyarakat yang berpeluang memperkuat demokrasi melalui media dan partai politik. Tidak ada masalah dengan wartawan yang bekerja pada kantor media berbadan hukum, apapun posisinya di redaksi. Yang penting ia memahami dan menaati Kode Etik Jurnalistik (KEJ), di samping memiliki pengetahuan dan skill sebagai wartawan.

Berakhirnya jabatan periode kedua Sumantri MM sebagai Bupati Magetan 2018 nanti, membuat peta pertarungan politik di Magetan semakin terbuka. Kesempatan calon-calon untuk ikut berlaga makin besar. Ya selain Margiono, Arief Rahman, ST, MM juga termasuk salah satu kontestan dari kalangan jurnalis yang mencalonkan bupati Magetan periode 2018-2023.

Arief Rahman (AR) saat ini tercatat sebagai anggota Dewan Penentu Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Jawa Timur.  Sebagai Pemred Tabloid Sapu Jagat sekaligus CEO Lensa Indonesia Group menyatakan akan berjuang sepenuhnya demi kemajuan Magetan, kota kelahirannya. “Saya ingin fokus memajukan sektor pariwisata di Magetan untuk menggerakkan ekonomi rakyat dan membuka lapangan pekerjaan baru,” tutur AR yang mengusung tagline “Harapan Baru Magetan Lebih Maju”.

Sepanduk Arief Rahman yang mengusung tema “Magetan The Beauty of Java”.

AR yang resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati Magetan di DPC Partai Demokrat Magetan, Sabtu (16/9/2017), menyebut tidak ada pilihan lain bagi Magetan selain menjadi sebuah kota wisata berwawasan ecotourism ditunjang dengan pertanian dengan konsep agrowisata dan agropolitan.

Menurutnya, konsep strategis pembangunan daerah kabupaten/kota di Jawa Timur berbasis potensi lokal dan karakter unik daerah selama ini menjadi target pemerintahan Jokowi-JK untuk mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia pada tahun 2019.

“Ini tantangan sekaligus kesempatan emas. Setidaknya ini visi cerdas yang harus ditangkap oleh Magetan yang sejak lama ingin menjadi destinasi wisata unggulan dengan tagline Magetan The Beauty of Java,” kata AR.

Ditambahkan AR, sektor pariwisata lah yang akan mampu menjadi lokomotif pembangunan ekonomi menuju kemakmuran. Karakter unik daerah Magetan, menurut AR, sangat tepat dijadikan kota wisata.

“Lihat saja dari letak geografis, letaknya di perbatasan Jatim Jateng, situasi topografi yang berada di kaki Gunung Lawu, suhu dan iklimnya, serta aspek sosial budayanya, paling pas Magetan dikembangkan sebagai destinasi wisata skala nasional bahkan internasional. Apalagi Magetan punya ikon Telaga Sarangan yang sudah populer dan melegenda,” paparnya.

Karena itu, jika sektor pariwisata digarap secara serius dan maksimal, maka dipastikan bisa melejitkan perekonomian masyarakat Magetan. “Pariwisata ini multiplier effect-nya luar biasa. Ini ibarat lokomotif yang bisa menarik ‘gerbong-gerbong’ sektor primadona lain di Magetan seperti pertanian, industri kulit, kerajinan, perkebunan, peternakan, pedagangan, kuliner dan jasa. Muaranya nanti lapangan kerja baru terbuka, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan rakyat,” jelas kandidat doktor Ilmu Manajemen Universitas Airlangga di bidang Manajemen Strategi ini.

Contoh riil, kata AR, bisa dilihat di Kota Batu. Daerah tiga kecamatan dan penduduk hanya 200 ribu jiwa itu, terdongkrak perekonomiannya oleh kemajuan sektor pariwisata yang memang menjadi visi utama pemerintah.

“Hasilnya dalam 10 tahun ini bisa dilihat. Wisatawan dari hanya 900 ribu per tahun melonjak hingga 3,95 juta tahun 2016 lalu. Otomatis PDRB (Produk Domestik Regional Bruto, red) juga melompat. Tahun 2009 masih di kisaran Rp 2,5 triliun, kini sudah menembus Rp 11 triliun. Ini berarti ekonomi jalan dan tumbuh pesat,” terangnya.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu tahun 2016 bisa sampai Rp124 miliar. Sementara Magetan dengan jumlah penduduk 821 ribu jiwa, PAD nya masih di kisaran Rp140 miliar. “Bagi saya tidak ada pilihan lain bagi Magetan selain menjadikan pariwisata sebagai prioritas pembangunan. Sektor lain sebagai pendukung untuk terwujudnya visi tersebut. Semua tetap jalan,” imbuhnya.

Dengan dimulai dari pariwisata dan diikuti dengan pemberdayaan UMKM dan industri kecil, serta diperkuat peran investor, AR optimis dalam 5 tahun ke depan bisa dibuka 10.000 lapangan pekerjaan baru di Magetan. “Sudah terbukti di banyak daerah, seperti Kota Batu dan Banyuwangi, pariwisata mampu menggerakkan ekonomi daerah, menggairahkan sektor usaha serta mengentas kemiskinan,” pungkas AR memastikan.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here