Triad Kendalikan Peredaran Narkoba Di Filipina

0
253

Nusantara.news – Bagi orang di luar Filipina, sikap dan cara berkomunikasi Durtete membuat ia terkesan  seorang preman. Gaya bicaranya yang tanpa basa-basi dan kerap tanpa ragu mengisahkan “kekerasan” yang ia lakukan di masa lalu terhadap para bandit di negeri itu telah memosisikan dirinya sebagai presiden paling unik sepanjang sejarah Filipina.

Kini, sesuai janjinya saat kempanye, Presiden Filipina Durtete memang tidak main-main terhadap segala bentuk perbanditan, termasuk sindikat narkoba, yang kerap meresahkan rakyat Filipina.

Perang terhadap narkoba kini menjadi salah satu prioritas Durtete. Dalam sebuah konferensi pers saat mengunjungi sebuah kamp militer Durtete mengungkapkan, “Para ikan besar (Bandar besar) ada di Cina.”  Senada dengan Durtete, Derrick Carreon juru bicara badan pemberantasan narkoba Filipina (PDEA) mengungkapkan, “mayoritas narkoba yang ada di Filipina berasal Cina”.

Pernyataan Durtete tentu bukan tanpa alasan. Dari data yang di dapat selama Januari 2015 hingga Agustus 2016, 2 dari warga negara asing yang terlibat dalam jaringan narkoba adalah warga Cina. Cina jelas menjadi sumber persoalan narkoba di Filipina.

Pasca bulan Oktober saat Trump memenangi Pilpres di AS, presiden Filipina mulai bersikap dingin terhadap AS. Bersamaan dengan itu hubungan  Filipina dengan Cina tampak makin mesra. Para pemimpin Cina mengungkap negeri mereka telah membantu sedikit demi sedikit dalam pemberantasan narkoba di Filipina. “kita memahami dan akan membantu secara proaktif kebijakan presiden Durtete dalam pemberantasan narkoba di Filipina,” ungkap menteri luar negeri Cina baru-baru ini.

Selama 2016 sampai bulan November PDEA mencatat 1.520 narkoba jenis sabu yang telah diamankan. Jumlah tersebut menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 2 setengah kali lipat dari tahun 2015. Namun di tempat terpisah Douglas, perwakilan dari PBB mengungkapkan, “Jumlah ini masih di bawah dari jumlah narkoba yang beredar dan dipakai di Filipina.” Ini artinya peredaran narkoba di Filipina tergolong mencemaskan.

Seperti diketahui, pada September 2016 pihak kepolisian  Filipina berhasil menemukan pabrik narkoba yang berlokasi di Arayat, yang mampu menghasilkan narkoba jenis sabu 100 kilogram perhari. Di dekat lokasi pabrik narkoba yang terungkap melalui kesaksian seorang warga setempat, Apolonia Pireda (68). Ia menuturkan, “di lokasi tersebut sering dijumpai warga Cina yang bolak balik di dekat lokasi. Saat ditanya oleh warga di sini, warga Cina itu mengatakan, mereka merencanakan untuk mendirikan pabrik ban. Belakangan, pabrik tersebut ternyata memproduksi narkoba.”

Problem peredaran narkoba di Filipina yang melibatkan orang-orang Cina memunculkan memori masa lalu tentang Triad, organisasi kriminal di Cina yang tumbuh sejak abad ke 19 dan sempat mengendalikan jaringan peredaran narkoba (candu), perjudian, minuman keras dan prostitusi di Asia Timur dan Asia Tenggara. Apakah munculnya kasus keterlibatan orang-orang Cina dalam peredaran narkoba di Filipina mengindikasikan kebangkitan kembali Triad? Pengusutan kasus yang kini tengah dilakukan oleh pihak yang berwenang di Filipina akan menjawab pertanyaan itu. (berbagai sumber}

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here