Trik ‘Menghilang’ Setnov Ditiru Bos Empire Palace

0
213
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menunjukan surat DPO Gunawan Angka Widjaja, Selasa (21/11/2017).

Nusantara.news, Surabaya – Trik Setya Novanto ‘menghilang’ saat rumahnya didatangi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), rupanya menginspirasi bos PT Blauran Cahaya Mulia (BCM), Gunawan Angka Widjaja.

Setelah sempat mangkir dari panggilan sebagai tersangka, Gunawan mendadak menghilang saat Tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, pada Selasa pagi (21/11/2017) menggeledah rumah elitnya di Jalan Tidar, Surabaya.

Penggeledahan yang berlangsung tertutup sekitar pukul 10.00 WIB tersebut, rencananya akan menjemput paksa Gunawan. Sayangnya, ketika tim penyidik Polda Jatim hendak menjemput paksa pengusaha pemilik gedung bangunan bernuansa Paris yakni The Empire Palace, orangnya sudah tidak berada di kediaman. Diduga, ada kebocoran informasi sehingga Gunawan memiliki kesempatan untuk kabur.

Tak cukup hanya di rumahnya di Jalan Tidar, tim penyidik yang dipimpin AKBP Yudhistira Widyahwan, Kasubdit II Hardabangtah Polda Jatim, juga melanjutkan pencarian tersangka ke rumah lainnya yang terletak di Jalan Pesapen Kali Nomor 5 Surabaya. Namun dari hasil penggeledahan dalam rumah yang tak kurang dari satu jam itu, penyidik tidak menemukan Gunawan. Ironisnya, rumah tersebut ternyata disewakan dan ditempati Kantor Koperasi Simpan Pinjam Jaya Wijaya.

“Tersangka tidak kami temukan dalam penggeledahan ini. Di dalam rumah hanya ada ibu dan pegawai tersangka. Sementara di rumah keduanya di Jalan Pesapen Kali 5, ternyata rumah tersebut disewakan tersangka,” terang AKBP Yudhistira usai menggeledah rumah pengusaha properti di Surabaya tersebut.

Dari penggeledahan di dua lokasi yang berbeda yakni Jalan Tidar dan Jalan Pesapen Kali tersebut didatangi, polisi tidak membawa barang bukti. Gunawan sendiri ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim dalam tindak pidana pemberian keterangan palsu dalam akta ontentik.

Menurut Kompol Putu Mataram Kasubid Penmas Polda Jatim kepada awak media di depan rumah Gunawan, tersangka Gunawan selalu mangkir dari panggilan. Diakui Putu, pihaknya sudah tiga kali memanggil tersangka.

“Gunawan dipanggil untuk diperiksa sudah tiga kali. Dan tersangka (Gunawan, red) selalu tidak hadir atau mangkir. Selanjutnya tim penyidik datang kerumahnya untuk dilakukan penggeledahan keberadaan tersangka,” terang Putu.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, bahwa sejak menghilangnya tersangka Gunawan Angka Widjaja, statusnya kini telah ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang) sesuai surat Nomor DPO/61/X/2017 tertanggal 21 November.

“Foto dan data-data Gunawan akan disebar ke seluruh kepolisian di Indonesia,” kata Frans Barung pada awak media, Selasa (21/11/2017).

Dalam edaran yang dibagikan Polda Jatim disebutkan, ciri-ciri umum Gunawan Angka Widjaja, tinggi badannya sekitar 165 cm, bentuk tubuh sedang, bentuk muka oval, warna/jenis rambut hitam/lurus, warna kulit kuning, bentuk telinga sedang, bentuk mata sedang dan tanda ciri khusus mata sering berkedip-kedip.

Surat DPO Gunawan Angka Widjaja.

“Saya harap masyarakat apabila bertemu/mengetahui keberadaan Gunawan Angka Widjaja segeralah melapor ke polisi atau langsung ke Polda Jatim untuk dilakukan penangkapan,” lanjut Frans Barung.

Masih kata Frans Barung, tiga panggilan dari penyidik ini diabaikan tersangka Gunawan. Maka dari itu polisi menggeledah dua rumah di Jalan Tidar dan Pesapen Kali. “Sayangnya Gunawan tidak kooperatif atau tidak mengindahkan panggilan penyidik. Seharusnya Gunawan datang, untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang dituduhkannya memasukkan keterangan palsu dalam akta otentik,” tegas Barung.

Dari informasi yang diperoleh Nusantara.News, saat ini posisi Gunawan tidak berada di Surabaya. Bos Empire Palace tersebut memiliki paspor dengan nomor A 3019635 yang sebelumnya dicekal penyidik agar tidak bisa bepergian ke luar negeri. Surat pencekalan tersebut telah dikirim ke Imigrasi. “Katanya tersangka (Gunawan) sedang berobat, tapi tidak tahu di mana lokasinya. Kami akan tetap terus mencari keberadaan tersangka sampai ketemu,” pungkasnya.

Kilas Balik Chin Chin vs Gunawan

Menghilangnya Gunawan Angka Widjaja sebenarnya rentetan dari kasus gugatan suami istri antara Gunawan Angka Widjaja dan Trisulowati alias Chin Chin. Kasus ini terjadi cukup lama dan masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Sampai sekarang kasusnya terus berlarut-larut.

Publik Tanah Air bahkan sempat dihenyakkan dengan kasus ini. Betapa tidak, Chin Chin ini sebenarnya berawal dari masalah rumah tangga biasa.

Sebelumnya Gunawan tidak terima karena digugat cerai oleh Chin Chin karena kasus kekerasan dalam rumah tangga. Pengakuan dari pihak Chin Chin, selama 19 tahun Chin Chin kerap diperlakukan kasar.

Dari gugatan cerai ini kemudian berlanjut ke tuduhan penggelapan uang dan pajak. Berawal sekitar Juni 2016, Empire Palace didatangi sekitar tujuh orang tukang tagih yang menyatakan jika Chin Chin ada tunggakan sebesar Rp 6 miliar. Tukang tagih tersebut mengaku sebagai orang suruhan suplier pembayaran bahan bangunan untuk properti di Sidoarjo yang dikeloka Chin Chin.

Padahal Gunawan sudah pernah membayar hutang Rp 6 miliar ke suplier melalui Chin chin, namun faktanya hutang tersebut belum dibayar Chin chin dan ada dugaan jika uang itu dipakai Chin chin untuk kepentingan pribadi.

Merasa sesuatu terjadi dengan perusahaan yang sudah ia percayakan pengelolaan ke isterinya tersebut, Gunawan lalu meminta audit. Namun audit itu ditanggapi berbeda oleh Chin Chin, dia menuding Gunawan tak mempercayainya sebagai isteri.

Sepanjang persidangan, JPU menuntut Chin Chin dengan kurungan 10 bulan penjara. Dalam tuntutannya, JPU menilai terdakwa terbukti melanggar Pasal 374 Jo 376 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan dan pencurian dalam keluarga. Selama menjalani proses hukum, Chin Chin jadi penghuni Rutan Klas I Surabaya, Kelurahan Medaeng, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Saking ramainya kasus ini, sampai-sampai pengacara kondang Hotman Paris Hutapea turun tangan mendampingi Chin Chin. Dalam waktu singkat, kasus Chin Chin merebak. Semua media tiada hari memberitakan kasus tersebut.

Saat menangani perkara Chin Chin, Hotman sempat mengadu ke Gubernur Jawa Timur, Wali Kota Surabaya, dan para tokoh masyarakat dan agama agar mau aktif membantu agar dugaan kriminalisasi kasus Chin Chin dapat dibongkar habis. Bahkan tidak tanggung-tanggung, Hotman juga meminta Presiden Joko Widodo untuk melihat kasus Chin Chin yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, karena dinilainya sarat akan kriminalisasi.

Ending dari perkara tersebut, Chin Chin akhirnya bisa tersenyum lega. Pasalnya, Majelis hakim PN Surabaya membebaskannya dari dakwaan penggelapan dan pencurian dokumen perusahaan.

Ketua Majelis Hakim PN Surabaya, HR Unggul Warso Murti dalam putusannya, Rabu (23/8/2017) menyebutkan, unsur pidana penggelapan yang didakwakan jaksa tidak terbukti lantaran dokumen perusahaan bisa dipindah tempat untuk kepentingan audit.

Bukannya kasus ini berhenti, giliran Chin Chin melaporkan balik Gunawan Angka Widjaja ke Polda Jatim sesuai terlampir LPB/101/I/2017/SPKT Polda Jatim.

Trisulowati Jusuf alias Chin Chin saat melaporkan mantan suaminya ke Polda Jatim didampingi pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.

Selain melaporkan Gunawan, Chin Chin juga melaporkan enam orang yang diduga terlibat dalam konspirasi tindak pidana memasukkan dan menggunakan keterangan palsu dalam akta otentik, sesuai Pasal 266 ayat 1 jo 266 ayat 2 KUHP.

Enam orang yang turut dilaporkan itu adalah Edward Suharto Joyo Santoso, pengacara keluarga yang diangkat menjadi komisaris PT Blauran Cahaya Mulia (BCN) dan PT Dipta Wimala Bahagia (DWB); Saud Usman Nasution, Purnawirawan Perwira Tinggi Polri yang diangkat menjadi komisaris; Budi Santosa, Staf Empire Palace yang diangkat menjadi Direktur; Soegiarto Angka Widjaja, adik Gunawan yang diangkat sebagai Direktur; Rachmat Suharto, anak Edward yang diangkat menjadi Direktur; dan Teguh Suharto Utomo, pengacara Gunawan.

Laporan ini berawal dari digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dua perseroan diatas oleh pihak Gunawan Cs pada 1 September 2016 lalu di mana Chin Chin selaku Direktur Utama PT Blauran Cahaya Mulia (BCM) dipecat secara sepihak. Dan saat penyidik Polda Jatim turun melakukan penggeledahan, Gunawan malah menghilang entah kemana.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here