Trisuci Waisak Gagas Semangat Kebhinekaan dan Perdamaian

0
113
ilustrasi Hari Raya Trisuci Waisak (Sumber: Nakhon)

Nusantara.news, Kota Batu – Tepat pada Kamis, (11/5/2017) Umat Buddha merayakan Hari Raya Trisuci Waisak 2561. Di Kota Batu, masyarakat beragama Buddha menyelenggarakan ibadah dengan rangkaian perayaan yakni Kirab Puja Budaya diikuti ratusan umat di Padepokan Dhammadipa Arama Jalan Ir Soekarno, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo.

Ditandai dengan pelepasan balon dan ledakan petasan, sebagai simbolik pembukaan perayaan ibadah Hari Raya Trisuci Waisak 2561 yang dipimpin langsung Camat Junrejo M. Adhim.

Tema yang diusung panitia dalam perayaan kali ini adalah Cinta Kasih Penjaga Kebhinekaan, terlihat dari beberapa peserta yang mengibarkan bendera dan juga memakai baju berbeda-beda yang menandakan kebhinekaan.  Hal tersebut juga menyoal pertautan permasalahan yang sensitive terkait agama akhir-akhir ini. Oleh karenannya untuk mewujudkan kehidupan yang damai panita tersebut mengusung tema tersebut.

Ketua Panitia Kirab Budaya, Bambang Eko Priyono mengatakan, rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari prosesi perayaan hari besar agama Buddha, yang diikuti oleh para biksu, dan umat Buddha se-Malang Raya.

“Dalam hal ini perayaan kirab budaya juga dimaknai sebagai persembahan dan penghormatan kepada Sang Buddha, dalam pelaksanaannya, harus dilakukan dengan khidmat dan penuh penghayatan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan harapannya untuk kehidupan kedepan “Kelak untuk kedepan kami ingin kehidupan di Indonesia selalu di berikan kesejahteraan, keamanan kedamaian dan saling cinta kasih antar sesama dan tidak pandang bulu” harapnya.

Camat Junrejo M. Adhim mengapresiasi tema perayaan hari raya umat Buddha kali ini “Tema ini bagi saya sangat dalam maknanya, karena bangsa kita hari ini sedang berkecamuk dan goyah akan  isu pemecah belah kesatuan,” ungkap Adhim kepada wartawan, Rabu (11/5/2017).

Tema besar tersebut tidak lepas dari maraknya isu bersifat memecah belah persatuan NKRI, oleh karenanya pihak umat Buddha bersama-sama menyerukan perdamaian. “Menjadi suatu gerakan atau simbol perdamaian, toh ini juga untuk kehidupan bersama,” imbuh Adhim.

Sekeda informasi, bahwa hakekat peringatan waisak adalah memperingati tiga peristiwa suci bagi ummat Buddha (Tri Suci) yang jatuh pada hari yang sama yaitu kelahiran Sidharta Gautama, pencapaian penerangan sempurna di hutan Gaya, India tahun 588 SM dan wafatnya Sang Buddha.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here