Trump dan Kehidupan Bisnisnya

0
109

Nusantara.news, Semasa kuliah, Trump mengawali karier di dunia properti lewat perusahaan milik bapaknya, Elizabeth Trump and Son, yang mengutamakan rumah sewa kelas menengah di distrik BrooklynQueens, dan Staten Island.

Karier properti

Fred dan Donald Trump menanam modal sebesar USD 500.000 untuk membuka kembali komplek apartemen Swifton Village di Cincinnati, Ohio setelah merenovasinya. Trump mengubah komplek apartemen 1200 unit dan menaikkan tarif 66% menjadi 100%. Ketika menjual kembali Swifton Village seharga USD 12 juta, Trump Organization meraup keuntungan sebesar USD 6 juta.

Pada tahun 1970an, Trump mendapat keuntungan dari Pemerintah kota New York atas pembayaran pajak sebagai ganti krisis keuangan yang dihadapi Hotel Commodore. Trump juga sukses mengembangkan bidang properti untuk Javits Convention Center. Berkembangnya Javits Convention Center membuat Trump berurusan dengan pemerintah kota New York. Salah satu proyeknya yang bernilai USD 110 juta ternyata membuat New York membayar antara USD 750 juta hingga USD 1 miliar. Trump menawarkan untuk mengganti rugi proyek itu tetapi tawarannya ditolak.

Operasi perusahaan diserahkan ke Trump pada tahun 1971. Trump mengganti nama perusahaan menjadi The Trump Organization. Ia diangkat sebagai presiden organisasi pada tahun 1973. Pada tahun yang sama, ia dan bapaknya menarik perhatian luas setelah Departemen Kehakiman menuduh mereka mendiskriminasi orang-orang kulit hitam yang ingin menyewa apartemen dan tidak melakukan pemeriksaan latar ekonomi seperti yang dijanjikan sebelumnya. Dalam sebuah perjanjian tertulis, Trump mengaku tidak melakukan perbuatan curang dan calon penyewa minoritas yang layak akan diwakili oleh Urban League.

Proyek pertama Trump di Manhattan adalah renovasi Grand Hyatt Hotel pada tahun 1978 di sebelah Grand Central Terminal setelah sebelumnya ditempati Commodore Hotel. Sebagian besar renovasi ini didanai oleh pinjaman sebesar USD 70 juta yang dijamin oleh Fred Trump dan jaringan hotel Hyatt.

Keadaan yang serupa terjadi ketika New York berusaha untuk merenovasi Wollman Rink di Central Park. Sebuah proyek pada tahun 1980 yang ditagetkan selesai dalam 2,5 tahun, tetapi hingga tahun 1986 dan USD 12 juta telah dikeluarkan proyek belum selesai. Trump menawarkan untuk menangani proyek itu dan ia menyelesaikannya dalam waktu 6 bulan dengan dana hanya USD 2,750,000. Menariknya, selama awal tahun 1980an, Trump mengambil alih usaha jasa Roy Cohn, kepala Senat Komite Permanen pada Penyelidikan (Senate Permanent Subcommittee on Investigations).

Resesi dan kebangkrutan

Pada tahun 1990, sebagai dampak dari resesi, Trump kesulitan membayar utangnya. Ia dihadapkan pada masalah pembayar pinjaman atas kasino ketiganya yaitu Taj Mahal yang setara dengan 1 miliar dollar dengan bunga sangat tinggi.

Meski ia harus mempertahankan bisnisnya dengan tambahan pinjaman dan menunda pembayaran bunga pinjaman, pada tahun 1991 melonjaknya hutang membuat bisnisnya mengalami kemunduran yang besar. Bank-bank telah kehilangan ratusan juta dolar.

Pada tanggal 2 November 1992Trump Plaza Hotel terpaksa merencanakan paket perlindungan dari kebangkrutan setelah tidak mampu membayar tunggakan pinjaman. Dalam rencananya, Trump bersedia untuk memberikan 49 persen saham dari Hotel mewah tersebut. Kepada Citibank dan 5 penyandang dana lainnya. Namun sebaliknya, Trump menerima keadaan yang lebih baik yaitu menjabat posisi sebagai Chief Executive, meski tanpa bayaran.

Pada tahun 1994, Trump kehilangan 900 juta dolar dari rekening pribadinya dan kerugian drastis pada sektor bisnis sebesar 3,5 miliar dolar. Ketika ia dipaksa untuk meninggalkan Trump Shuttle, ia diharuskan untuk mengurus Trump Tower di New York City dan mengontrol 3 buah kasino di Atlantic City.

Chase Manhattan Bank yang telah meminjamkan uang kepada Trump untuk membeli West Side Yards, yang merupakan parsel Manhattan terbesarnya, terpaksa harus dijual kepada pengembang-pengembang di Asia.

Menurut anggota pembentuk Organisasi Trump, Trump tidak mengembalikan semua kepemilikan atas Real Estate. Para pemilik berjanji untuk memberikan 30 persen dari keuntungan manakala bangunan-bangunan tersebut selesai dikembangkan atau terjual. Hingga masa itu, para pemilik menginginkan apa yang telah Trump lakukan yaitu membangun kerja. Mereka kemudian memberikan model konstruksi terbaru dan dana manajemen untuk mempercepat pembangunan.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here