Trump Dianggap Bergerak “Terlalu Cepat”

0
100
foto: NBC

Nusantara.news, Washington – Presiden Amerika Serikat menunaikan janji-janji saat kampanye untuk bekerja dengan cepat. Kenyataannya, memang sejak hari pertama dia dilantik sebagai Presiden AS ke-45 Trump langsung mengeksekusi sejumlah perintah eksekutif.

Sebagian janji-janji kampanyenya dia penuhi di hari-hari pertama menjabat sebagai presiden. Perintah untuk menghentikan Obamacare, menarik diri dari Trans Pasifik Partnership, pembangunan tembok Meksiko hingga pelarangan masuknya imigran dari sejumlah negara dia tandatangani. Sebagaimana janjinya saat kampanye. Publik AS bereaksi, tapi the show must go on.

Apakah Trump bergerak terlalu cepat?

Hasil jajak pendapat sebuah lembaga di AS, Gallup yang dirilis Kamis (2/1) menunjukkan banyak orang Amerika berpendapat Trump harus memperlambat langkah, karena dia bergerak terlalu cepat.

Menurut polling tersebut, hampir separuh warga negara AS berpendapat Presiden Donald Trump bergerak “terlalu cepat” dalam melaksanakan agenda-agendanya.

Empat puluh tujuh persen dari 1.018 responden mengatakan mereka percaya, Trump bergerak terlalu cepat. Angka ini lebih tinggi 25 poin ketimbang jajak pendapat yang dilakukan terhadap Presiden Barack Obama saat dia baru terpilih sebagai presiden.

Gallup bertanya kepada responden tentang tiga perintah eksekutif Trump: membangun tembok di perbatasan AS-Meksiko; menangguhkan program pengungsi Suriah; dan melarang masuk sementara ke Amerika Serikat orang-orang dari tujuh negara mayoritas Muslim.

Dari tiga isu tersebut, pembatasan sementara masuknya warga dari tujuh negara adalah yang paling banyak disetujui. Empat puluh dua persen dari mereka yang disurvei menyatakan setuju perintah eksekutif tersebut, sementara 55 persen tidak setuju.

Peringkat berikutnya adalah perintah Trump soal dinding perbatasan Meksiko, namun juga memiliki tingkat penolakan tertinggi dari tiga isu tersebut. “Tiga puluh delapan persen setuju, sementara 60 persen tidak setuju,” kata Gallup sebagaimana dikutip NBCNews.

Penundaan semenatara program pengungsi Suriah mendapat tingkat persetujuan 36 persen dalam jajak pendapat tersebut, dengan 58 persen setuju. Jajak pendapat dilakukan antara 30 Januari dan 31 Januari 2017.

Presiden Donald Trump mengatakan, perintah pembatasan bagi pengungsi dan bagi mereka yang datang dari tujuh negara (Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman) diperlukan untuk melindungi negara dari terorisme.

Tingkat kesetujuan warga AS yang menjadi responden jajak pendapat tersebut terhadap kinerja Trump secara keseluruhan adalah 43 persen, dibandingkan dengan 52 persen ketidaksetujuan. Enam persen tidak berpendapat. Jajak pendapat soal kesetujuan ini dilakukan dari 29 Januari-31 Januari.

Kesetujuan akan perintah eksekutif Trump, serta kinerja Trump terbagi berdasarkan garis partai politik.

 

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here