Trump Dituduh Kejam dan Rasis, Ini Bantahannya

0
69
Trump beserta brayat-brayatnya yang menjadi penasehat Gedung Putih

Nusantara.news, Washington – Trump menuding semua imigran asal Haiti terserang AIDS, imigran sebagai biang keladi pembawa kejahatan ke Amerika, dan penggunaan kata “shithole” yang sangat tidak pantas diucapkan di Gedung Putih oleh siapa pun Presiden AS.

Pernyataan Trump dalam sebuah pertemuan pribadi dengan anggota parlemen di Gedung Putih pada Kamis (11/1) lalu dikecam oleh Senator Richard J. Durbin, Demokrat asal Illinois. Bahkan Durbin menyebut Trump secara jelas mengucapkan negara-negara Afrika sebagai negara terpencil, serta penggunaan istilah “shithole” yang digambarkan Durbin diucapkan Trump dengan “penuh kebencian, keji dan rasis”.

Tentu saja pernyataan itu dibantah oleh Trump. Dalam postingan Twitter miliknya pada Jumat (12/1), beberapa jam sebelum dia menandatangani sebuah piagam untuk menghormati Dr. Martin Luther King Jr. Trump membahas penggunaan bahasa yang digunakan saat berbicara tentang imigran Amerika dari berbagai belahan dunia.

Trump tegas menulis tidak pernah mengatakan tentang orang Haiti, “bawa mereka keluar”.

“Jangan pernah mengatakan sesuatu yang menghina warga Haiti selain Haiti, jelas negara yang sangat miskin dan bermasalah. Jangan pernah bilang “bawa mereka keluar.” Dibuat oleh Dems (maksudnya Demokrat). Saya memiliki hubungan yang indah dengan orang-orang Haiti. Mungkin harus merekam (setiap) pertemuan masa depan – sayangnya, tidak percaya.

Begitulah jawaban Trump, seperti biasa, penuh penyangkalan, retorika dan pembalikan fakta untuk menyerang Senator Demokrat yang mengecamnya. Postingan di atas adalah penyangkalan pertamanya atas kecaman Durbin terhadap pernyataannya saat pertemuan pribadi pada hari Kamis (11/1) di Gedung Putih. Presiden membantah beberapa aspek laporan tentang bahasanya, namun dia tidak berkomentar tentang penggunaan kata “shithole” dalam menggambarkan negara-negara Afrika.

“Itu tidak benar,” tangkis Trump atas pernyataan Durbin yang disebut Trump “hal-hal yang penuh kebencian dan berulangkali diucapkannya.” Trump juga memposting pernyataan di Twitter bahwa komentarnya tentang Haiti dibuat oleh Demokrat. Untuk itu “saya mungkin harus merekam pertemuan di masa depan – sayangnya, tidak percaya.

Dalam sebuah pertemuan pribadi dengan anggota Parlemen, dengan berapi-api Trump bertanya kepada Durbin, kenapa negaranya membutuhkan orang-orang dari negeri terpencil? Berdasarkan pernyataan Durbin, Trump secara gamblang juga mengatakan negaranya mestinya mengakui lebih banyak orang dari tempat-tempat seperti Norwegia, negara yang sangat putih.

“Mengapa kita membutuhkan lebih banyak orang Haiti?” kecam Trump yang selanjutnya banyak ditulis oleh media-media papan atas di Amerika Serikat, termasuk Washington Post dengan judul “Keluarkan Mereka !!!” Gedung putih pun tampaknya tidak menolak adanya penggunaan retorika rasial itu.

“Saya tidak percaya bahwa dalam sejarah Gedung Putih di Oval Office, siapa pun Presiden AS yang pernah mengucapkan kata-kata yang secara pribadi saya dengar seperti pernyataan Presiden (Trump) kemarin,” sesal Durbin pada Jumat (12/1) kemarin.

Pada sebuah acara di Wisconsin, Jumat kemarin, Senator asal Republik Paul D. Ryan juga menggambarkan komentar Trump sebagai “sangat disayangkan” dan “tidak membantu” dalam hal mengatasi persoalan imigran. Ryan bahkan berbicara untuk mengingat kerabatnya sendiri yang berimigrasi ke AS dari Irlandia.

Setelah menandatangani naskah deklarasi untuk Martin Luther King Jr. Presiden Trump sempat mengabaikan pertanyaan seorang jurnalis tentang apakah dia seorang rasis. Wartawan itu bertanya sebab sebelum tanda-tangani deklarasi, Trump sempat berkicau : ”Bahasa yang digunakan oleh saya di pertemuan DACA sangat sulit, tapi ini bukan bahasa yang digunakan.” Namun Trump tidak menjelaskan tentang bahasa “sulit” yang dia maksudkan.

Kicauan Trump di Twitter pada Jumat merujuk pada pertemuan dengan anggota Parlemen sehari sebelumnya tentang program Tindakan Tangguhan untuk Kedatangan Anak atau DACA yang pernah dilakukan era Presiden Obama yang memberikan izin kerja dan penangguhan deportasi untuk para imigran yang dibawa ke Amerika oleh orang tuanya sejak usia anak-anak.

Apa komentar Trump tentang itu? Ternyata Trump mengulas agenda pertemuan itu dengan bahasa rasialis yang menyinggung ras para imigran. Bahkan sebelumnya pada pertemuan tentang imigran dengan parlemen pada bulan Juni tahun lalu, Trump jelas mengatakan bahwa imigran dari Haiti semuanya menderita Aids.

Trump mengulas kesepakatan imigrasi yang akan melindungi imigran berdokumen yang tiba di AS sejak masih anak-anak yang dibuat di era Obama sebagai “langkah mundur yang besar”. Namun setelahnya Trump bicara tentang ras imigran, khususnya Haiti, yang bahkan mendapat kecaman dari Senator Republik asal Florida Ileana Ros-Lehtinen.

“Bahasa seperti itu tidak boleh didengar di ruang ganti, apalagi di Gedung Putih,” kecam Ros-Lehtinen lewat akun Twitter miliknya.

Pikiran Presiden tentang imigran tergelincir melalui sejumlah posting di Twitter sebelum dia sendiri menulis bantahan tentang beberapa bahasa yang dia gunakan pada pertemuan DACA. Kala itu Presiden bertemu Senator Lindsey Graham dari Republik daerah pemilihan South Carolina dan Senator Darbin yang asal Partai Demokrat.

Berikut ini serangkaian postingan Trump di akun Twitter miliknya :

Apa yang disebut kesepakatan bipartisan DACA yang dipresentasikan kemarin untuk diri saya sendiri dan sekelompok Senator dan Kongres dari Partai Republik merupakan langkah mundur. Tembok perbatasan tidak didanai dengan benar, Chain & Lottery diperburuk dan Amerika Serikat dipaksa untuk membawa banyak orang dari kejahatan tinggi…

Negara yang melakukan buruk.  Saya menginginkan sistem berbasis imigrasi dan orang-orang yang akan membantu membawa negara kita ke tingkat berikutnya. Saya menginginkan keamanan dan keamanan bagi masyarakat kita. Saya ingin menghentikan masuknya obat-obatan terlarang. Saya ingin mendanai militer kita, tidak melakukan defundemen Dem.

“Karena Demokrat tidak tertarik pada kehidupan dan keselamatan, DACA kini telah mengambil langkah mundur yang besar. Dems akan mengancam “shutdown”, tapi yang sebenarnya mereka lakukan adalah mematikan militer kita, paling tidak kita membutuhkannya. Bersikaplah cerdas. MARI BUAT AMERIKA BESAR LAGI…” []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here