Trump Mulai Langkah Singkirkan Obamacare

0
275

Nusantara.news, Washington DC – Sebelum Donald Trump dilantik sebagai presiden Amerika Serikat pada 20 Januari 2017 banyak kalangan meragukan dia bakal mengeksekusi janji-janjinya saat kampanye. Termasuk janji menyingkirkan undang-undang Affordable Care Act (ACA) atau dikenal dengan Obamacare.

Kenyataannya, Trump serius menyingkirkan program asuransi kesehatan yang menurutnya membenani rakyat dan keuangan negara pada hari pertama dia berkantor di White House, persis sebagaimana dijanjikannya.

Berbagai kalangan meragukan janji Trump itu mengingat program asuransi kesehatan ini menyangkut nasib 20 juta jiwa rakyat Amerika, tapi bagaimanapun Trump telah membuktikan janjinya karena menilai Obamacare justru ‘membebani’ rakyat.

Saat menandatangani perintah terkait penghapusan Obamacare di Ruang Oval (20/1), Kepala Staf Gedung Putih Reince Pribus menggambarkan perintah itu adalah upaya untuk mengurangi beban ekonomi akibat UU Affordable Care tahun 2010 itu.

Obamacare pada eranya merupakan upaya reformasi hukum tentang asuransi kesehatan AS besutan Barack Obama yang mencakup dan mengembangkan akses pada pelayanan dan pengendalian pengeluaran melalui peraturan dan pajak. Fokus utama dari ACA adalah menyediakan akses yang terjangkau bagi warga AS, meningkatkan kualitas kesehatan dan asuransi kesehatan, mengatur industri asuransi kesehatan, dan mengurangi pengeluaran anggaran asuransi kesehatan di AS. Aturan tersebut mengandung ratusan ketetapan (provisions) berbeda yang mencakup aspek-aspek berbeda dari krisis asuransi kesehatan di AS.

Partai Republik yang menguasai senat dan DPR memang memprioritaskan penghapusan kebijakan-kebijakan yang dibuat presiden sebelumnya Barack Obama. Sejak awal, para politisi Partai Republik menyebut kebijakan Obamacare terlalu dipaksakan dan memakan biaya yang besar.

Presiden Trump menegaskan, kebijakan Obama itu akan disingkirkan dan akan diganti secara simultan.

“Ini tanda pemerintah Trump ingin melepaskan hukum yang melekat (pada kebijakan pendahulunya) sebisa mungkin secara pemerintahan,” kata Larry Levitt dari Kaiser Family Foundation sebuah Lembaga yang pada analisis dan informasi tentang sistem perawatan kesehatan sebagaimana dilansir BBC (21/1).

Membutuhkan waktu beberapa pekan atau bahkan bulan untuk menyesuaikan keputusan Presiden Trump menghapus Obamacare. Sejumlah depertemen pemerintahan terkait kesehatan, layanan masyarakat dan keuangan butuh mengeluarkan kebijakan tertentu agar keinginan Presiden bisa dilaksanakan.

Levitt menilai, perintah Trump akan membawa kebingungan pada sektor asuransi dalam negeri. “Ini akan membuat ketidakpastian yang signifikan dan berimbas pada kemampuan pemegang asuransi pada tahun 2018,” kata Levitt.

Obamacare sebagai undang-undang perlindungan kesehatan yang diluncurkan pemeritahan Obama pernah menjadi batu sandungan dalam pembicaraan Kongres-Senat AS soal anggaran. Kebuntuan perdebatan itu berujung pada ditutupnya layanan pemerintah federal AS pada 1 Oktober 2013 atau yang dikenal dengan istilah Shutdown.

Oleh karena itu, sejak awal kampanye Donald Trump sudah keras menyuarakan reformasi kesehatan, ‘Healthcare reform to make America great again’, yang salah satunya menghapus Obamacare.

Menurut Trump, sejak Maret 2010, rakyat Amerika harus menderita di bawah beban ekonomi yang luar biasa akibat undang-undang ACA atau Obamacare. Trump menuding UU tersebut disahkan oleh orang-orang partisan di DPR dan Senat AS. Diduga mengakibatkan biaya besar, situs yang tidak bekerja, penjatahan lebih besar dari perawatan, premi yang lebih tinggi, kurangnya persaingan dan lebih sedikit pilihan.

Trump berjanji akan bekerja dengan Kongres untuk melakukan serangkaian reformasi pelayanan kesehatan yang mengikuti prinsip-prinsip pasar bebas dan mengembalikan kebebasan ekonomi serta kepastian kepada semua orang di AS. Menurutnya, hal itu akan membuat pelayanan kesehatan di AS lebih terjangkau dan berkualitas bagi semua warga AS.

Obama sempat mendorong para anggota Kongres yang berasal dari Partai Demokrat untuk menjegal upaya Trump menghapus Obamacare, bahkan saat pelantikan presiden ke-45 itu anggota kongres dari Partai Demokrat menghadiri pelantikan dengan mengenakan pin biru bertuliskan #ProtectOurCare merujuk pada UU ACA atau Obamacare.

Tapi apa daya, Trump sudah berkuasa Obamacare mungkin hanya akan tinggal nama, bersama dengan kebijakan-kebijakan warisan Obama lainnya. Dan Trump agaknya tak akan menyurutkan langkah menjalankan program-program pemerintahannya, kendati ramai demonstrasi di mana-mana bahkan hingga beberapa hari paska-pelantikannya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here