Trump Pecat Menlu Tillerson, Pompeo Penggantinya

0
44
Menlu Tillerson dan Trump sedang terlibat pembicaraan di muka umum

Nusantara.news, Jakarta – Setelah memecat sekitar 14 pejabat senior Gedung Putih kali ini Trump kembali memecat Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson. Dengan dipecatnya Tillerson, Direktur Central Intelligent of America (CIA) Mike Pompeo yang di lingkungan komunitas intelijen dikenal sebagai “pembisik Trump” dijagokan Trump menjadi penggantinya.

Pemecatan Tillerson sekaligus mengakhiri spekulasi berbulan-bulan tentang hubungan keduanya yang tidak mesra. Tillerson selaku diplomat yang bersikap hati-hati, cenderung konservatif tidak berkenan dengan kemauan Trump yang serudak-seruduk dan tidak sabaran. Toh demikian, dalam Twitter pribadinya Trump berterima kasih kepada Tillerson atas jasa-jasanya sekaligus memuji Pompeo akan melakukan pekerjaan yang fantastis.

Selama ini antara Trump dan Tillerson acap kali tidak kompak dalam kebijakan luar negeri yang besar. Setelah mengangkat Pompeo menjadi Menlu, Trump menunjuk Gina Haspel sebagai pelaksana tugas Direktur CIA – sambil menunggu persetujuan Senat. Dalam uji kelayakan yang akan dihadapi Gina di Senat dia akan menghadapi perdebatan tentang taktik interogasi kontroversial yang mungkin akan mengganjalnya untuk mendapatkan jabatan tetapnya.

Kepada wartawan di Departemen Luar Negeri AS, Selasa (13/3) siang, Tillerson mengemukakan akan segera menyerahkan semua tanggung jawabnya kepada Wakil Menlu John Sullivan sebelum secara resmi meninggalkan jabatannya pada akhir Maret ini.

Tillerson menjelaskan, Trump telah memanggilnya saat dirinya terbang bersama “Air Force One” menuju California – beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemecatannya lewat Twitter.

“Yang terpenting sekarang adalah memastikan transisi yang tertib dan lancar selama negara ini terus menghadapi tantangan kebijakan dan keamanan nasional yang signifikan,” ulas Tillerson – dalam pidato singkat – tanpa menyebut nama Trump.

Tillerson justru memilih Rusia sebagai topik pembicaraan.

“Banyak pekerjaan tetap menanggapi perilaku dan tindakan yang mengganggu dari pihak Rusia,” ujar Tillerson. “Rusia harus menilai dengan seksama bagaimana tindakannya untuk kepentingan terbaikorang-orang Rusia dan dunia secara luas. Melanjutkan kebiasaan mereka seperti sekarang ini cenderung menyebabkan isolasi yang lebih besar – setuasi yang tidak diminati siapa pun.”

Tillerson yang berlatar belakang pengusaha dan menjadi diplomat sukses itu tidak mundur secara suka rela. Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada NBC News, Selasa (13/3), Tillerson secara resmi mengetahui pemecatannya saat Trump mengunggah pernyataan bahwa dirinya telah diganti.

Bahkan Departemen Luar Negeri mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan mengejutkan pada Selasa pagi – Tillerson “tidak berbicara kepada Presiden dan tidak mengetahui alasan pemecatan atas dirinya. Wakil Menlu Steve Goldstein juga membuat pernyataan pada Selasa pagi “tapi dia (Tillerson) merasa bersyukur atas kesempatan untuk melayani.”

Beberapa jam setelah membuat pernyataan yang bertolak belakang dengan versi Gedung Putih. Goldstein pun mengumumkan dirinya juga kena pecat. Kepada NBC setelah pemecatannya Goldstein mengaku bangga “telah berbicara atas nama Kementerian Luar Negeri kepada seluruh rakyat Amerika dan sekutu-sekutunya di seluruh dunia dan ini telah menjadi penghormatan seumur hidup”.

Gedung Putih dan Foggy Bottom tampaknya mengeluarkan pernyataan yang bersaing tentang pemecatan Tillerson di akun Twitter masing-masing.

NBC News juga mendapatkan versi pemecatan dari Kepala Staf John Kelly yang mengaku berbicara dengan Tillerson pada Jumat (9/3) dan mengatakan kepada Tillerson bahwa Trump bermaksud memintanya mengundurkan diri.  Kala itu Kelly mengaku berbicara saat Tilleson berada di Afrika, dan pernyataan Kelly itu diulangi lagi pada hari Sabtu dan meminta dia menghubunginya.

Pernyataan Kelly bertentangan dengan pernyataan pejabat senior Departemen Luar Negeri kepada Associated Press yang menyebut Tillerson mengatakan Kelly telah memperingatkan kepada dirinya pada hari Jumat – mungkin akan ada tweet dari presiden yang akan mencemaskannya. Namun Kelly sama sekali tidak merinci apa yang akan diposting dan kapan.

Tillerson – ungkap Goldstein – memiliki “semua alasan untuk bertahan karena kemajuan penting yang dia buat untuk keamanan nasional.”

Ini bukan pertama kalinya Trump memecat orang secara tidak langsung. Tampaknya Trump menghindar dari konfrontasi tatap muka setelah mengatakan, “Anda dipecat.”  Pemecatan Direktur FBI James Comey juga dia lakukan secara tidak langsung. Begitu juga dengan pemecatan Kepala Staf Reince Priebus yang hanya dia lakukan lewat postingan di Twitter saat Trump berada dalam Air Force One.

Kala itu – setelah pemecatan – Priebus ditinggalkan Trump di Landasan Udara Andrew saat pesawat mendarat dan tidak diajak bersamanya pulang saat pesawat kembali terbang.

Pada Selasa – hari pemecatan Tillerson – itu kepada wartawan Trump mengatakan waktunya semakin dekat untuk memiliki Kabinet yang dia inginkan – berharap Tillerson memahami keputusannya saat memrediksi hal-hal “hebat”dari Pompeo saat memimpin Departemen Luar Negeri AS. Trump juga mengaku banyak tidak kecocokan dengan Tillerson, sedangkan dengan Mike Pompeo Trump mengaku memiliki proses berpikir yang sangat mirip.

Trump juga mengatakan Tillerson “akan jauh lebih bahagia sekarang”.

Dengan dipecatnya Tillerson dalam satu bulan terakhir Trump telah memecat Direktur Komunikasi Hope Hicks dan penasehat ekonomi Gary Cohn. Terungkap juga John McEntee – asisten pribadi presiden yang sudah lama ikut Trump – juga keluar dari pekerjaannya di Gedung Puth minggu ini.  Sedangkan Penasehat Keamanan Nasional H,R. McMaster kemungkinan juga akan keluar dari Gedung Putih pada akhir Maret ini.

Ada pun Mike Pompei yang ditunjuk Trump menggantikan Tillerson akan menghadapi proses – semacam uji kelayakan – di hadapan Senat Amerika, dan itu tidak mudah. Jabatan Menteri Luar Negeri – atau kalau di Amerika Serikat disebut Sekretaris Negara – dianggap jabatan penting yang membutuhkan persetujuan Senat untuk pengangkatannya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here