Trump Perintahkan Review Seluruh Perjanjian Perdagangan Bebas AS

0
39
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memimpin aksi memperingati 100 hari pemerintahannya di Harrisburg, Pennsylvania, Sabtu (29/4). ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barria

Nusantara.news, Washington – Tepat hari Sabtu (1/5) adalah hari ke-100 bagi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada hari yang sama presiden yang selama masa kampanye mengkritik kerja sama perdagangan AS dengan sejumlah negara itu, menandatangani dua lagi eksekutif order yang akan mereview perjanjian perdagangan bebas.

Apa artinya? Trump benar-benar bakal mengatur ulang atau bahkan memperketat perjanjian kerja sama dalam perdagangan dengan sejumlah negara yang dalam beberapa waktu lalu masuk dalam daftar curang, salah satunya Indonesia.

Perintah eksekutif tersebut juga bakal berpengaruh terhadap masa depan kerja sama perdagangan AS dengan negara-negara Afrika Utara (NAFTA) dan sejumlah perjanjian perdagangan bebas lainnya.

Sebagaimana dilaporkan USA Today, penandatanganan eksekutif order terbaru itu menambah daftar jumlah perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Trump menjadi 32 kali, ini merupakan rekor tertinggi sejak era Franklin Roosevelt yang waktu itu menandatangani setidaknya 99 eksekutif order pada 100 hari pertamanya.

Trump juga membentuk Kantor Kebijakan Perdagangan dan Manufaktur yang dikepalai Peter Navarro, penasihat perdagangan utama Trump dan seorang kritikus terkemuka mengenai kebijakan perdagangan Cina. Kantor tersebut merupakan pos permanen yang memberlakukan kebijakan “Buy American” Trump.

Juru bicara Gedung Putih Natalie Strom mengatakan pembentukan kantor tersebut “mengirimkan sinyal penting kepada dunia bahwa Amerika Serikat tidak akan lagi mentolerir kecurangan perdagangan atau membiarkan basis industri manufaktur dan pertahanan AS menjadi layu dan kemudian mati.”

Seperti kebanyakan dari perintah eksekutif Trump, keputusan untuk meninjau kembali kesepakatan perdagangan bebas hanya meminta sebuah laporan dari menteri kabinet. Perintah ini memberi waktu kepada Menteri Perdagangan 180 hari untuk melakukan tinjauan menyeluruh, apakah perjanjian perdagangan bebas sebelumnya telah membawa manfaat yang diinginkan saat mereka memulainya.

“Setiap kali kita melihat ulang salah satu kesepakatan, perkiraannya selalu bahwa kesepakatan itu akan menciptakan pekerjaan. Nah, sampai pada tingkat perkiraan-perkiraan itu, akan sangat berguna untuk mengetahui mengapa mereka salah, dan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya,” kata Menteri Perdagangan Wilbur Ross.

Perintah eksekutif Trump juga ditandatangani tiga hari setelah dia mengumumkan bahwa tidak akan berusaha untuk menarik diri dari Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA), namun menegosiasikan kembali persyaratan-persyaratannya dengan Kanada dan Meksiko. Namun demikian Menteri Ross mengatakan bahwa dalam prosesnya masih bisa menghasilkan keputusan bahwa AS menarik diri dari kesepakatan tersebut. “Menarik diri adalah bentuk negosiasi yang paling ekstrem,” katanya.

Trump menandatangani perintah eksekutif terkait perdagangan bebas itu di sebuah perusahaan di Camp Hill, sebelum sebuah demonstrasi terjadi di Harrisburg untuk memperingati 100 hari pertamanya sebagai presiden AS.

Indonesia masuk dalam daftar negara “curang” dari 15 negara yang melakukan kerja sama dagang dengan AS, karena dianggap menimbulkan defisit bagi AS, dimana Cina sebagai nomor satunya. Wakil Presiden AS Mike Pence beberapa waktu lalu mengunjungi Indonesia dan kembali menegaskan soal kerja sama perdagangan yang adil.

Tentu saja, sikap Trump yang cenderung proteksionis dalam perdagangan patut menjadi kewaspadaan bagi pihak Indonesia. Bukan saja karena Indonesia mengekspor barang dagangan ke AS, tapi juga tentang dampak yang akan terjadi apabila Cina mengalami kesulitan ekspor ke AS karena berbagai alasan, kemudian barang-barang itu sangat dimungkinkan masuk dan membanjiri pasar Indonesia, tentu hal ini menjadi tantangan besar bagi produk dalam negeri karena secara harga produk Cina pasti jauh lebih murah. Sudahkan ini diantisipasi? []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here