Trump Rekrut Pengacara Pemakzulan Bill Clinton

0
47
Emmet Flood bekas pengacara yang menangani perkara pemakzulan Bill Clinton dan kini direkrut oleh Trump

Nusantara.news, Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J Trump semakin risau dengan penyelidikan Penyelidik Khusus Robert Mueller.  Maka dia pun merekrut Emmet Flood, pengacara yang pernah menangani perkara pemakzulan Clinton untuk memperkuat tim penasehat hukumnya.

Sebagaimana tercatat dalam sejarah Amerika Serikat, pada tangal 21 September 1998, Presiden AS Bill Clinton menghadapi persidangan dengan tuduhan telah berbohong di bawah sumpah dan menghalang-halangi penyelidikan atas sejumlah skandal seks dengan beberapa perempuan – di antaranya yang paling heboh Monica Lewinsky.

Hasil persidangan itu merekomendasikan Bill Clinton untuk menghadapi Sidang Pemakzulan yang diselenggarakan oleh Senat AS pada tanggal 9 Desember 1998. Presiden ke-42 AS itu menghadapi sidang pemakzulan dan hasilnya antara yang ingin memecat dan mempertahankan dengan skor 50 : 50 yang membuat Bill Clinton bertahan di kursi kepresidenan hingga tahun 2001.

Sidang pemakzulan Bill Clinton oleh Senat AS

Sepanjang sejarah AS hanya terjadi dua kali sidang pemakzulan. Sebelum Bill Clinton, Presiden ke-17 AS Andrew Johnson juga menghadapi sidang pemakzulan pada tahun 1868 setelah dia memecat seorang menteri secara tidak benar. Seperti halnya Clinton, Johnson juga lolos dari pemberhentian. Sedangkan satu lagi, Richard Nixon yang diduga terlibat skandal “Watergate” mengundurkan diri sebelum digelarnya sidang pemakzulan.

Kini Trump merekrut Flood untuk menggantikan Ty Cobb yang mengundurkan diri saat Gedung Putih bergulat menghadapi penyelidikan Robert Mueller, terkait dugaan keterlibatan Rusia yang membantu kemenangannya pada Pemilu Presiden November 2016 lalu.

Reputasi Flood

Presiden Donald Trump kini secara resmi telah memberikan surat kuasa hukum kepada Emmet Flood yang memiliki reputasi gemilang dalam melakukan pembelaan kepada pejabat-pejabat bermasalah di AS – termasuk Presiden Bill Clinton. Demikian pengumuman Gedung Putih yang dilansir media pada Rabu (2/5) kemarin.

“Emmet Flood akan bergabung dengan staff Gedung Putih untuk mewakili Presiden dan pemerintah melawan ‘perburuhan penyihir’ Rusia,” terang Skretaris Pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders.

Rekrutmen Flood dalam Tim Hukum Presiden mengirimkan sinyal yang jelas – tim berencana untuk lebih bergantung pada strategi hukum  yang lama didukung oleh penasehat hukum Gedung Putih sekarang ini Don McGahn – untuk menggunakan hak eksekutif secara lebih agresif, demikian keterangan yang dihimpun dari tiga sumber kepada NBC News.

The All President Men sedang melakukan konsultasi tentang strategi pada titik yang terkait dengan dugaan obstruction of justice (menghalangi-halangi penyelidikan) dengan hak istimewa eksekutiif dengan tidak menjawab secara rinci setiap pertanyaan yang diajukan, demikian pemberitaan New York Times pekan lalu.

Ty Cobb yang sudah mengundurkan diri dari tim penasehat hukum – pernah menjabat ketua tim hukum Gedung Putih untuk penyelidikan mengatakan kepada NBC News, “Saya percaya Gedung Putih berada di tangan yang baik setelah bergabungnya Emmet Flood, yang merupakan seorang pengacara yang sangat dihormati dan sangat berbakat.”

Majalah The Time pertama kali melaporkan rencana Trump untuk menggantikan Cobb yang secara resmi akan “purna bhakti” pada akhir bulan (awal Mei ini) dan mengangkat Flood untuk menghadapi penyelidik khusus Robert Mueller.

Huckabee Sanders menjelaskan dalam sebuah pernyataan, Cobb telah mendiskusikan rencananya untuk mengundurkan diri bersama kepala staf Trump dan Gedung Putih John Kelly dalam beberapa pekan terakhir ini.

Mengutip hasil percakapan antara NBC News dan Cobb – mantan penasehat hukum Gedung Putih itu tampaknya sangat  mendukung Trump yang akan memberikan wawancara kepada Mueller dalam situasi dan kondisi yang tepat. Secara konsisten Cobb mendorong presiden dan tim hukum untuk bekerja sama sepenuhnya dengan Mueller – untuk mewujudkan apa yang diharapkan Cobb akan menjadi akhir yang cepat untuk penyelidikan.

Mueller dikabarkan telah menyusun pertanyaan secara detail kepada Trump tentang berbagai hal – antara lain hubungannya dengan Rusia, pemecatan Direktur FBI James Comey, dan apakah dia mencoba mengganggu penyelidikan – ungkap daftar pertanyaan yang dipublikasikan oleh Times pada awal pekan ini.

Perombakan Tim

Mantan Walikota New York Rudolph Giuliani – sekutu Trump yang juga mantan jaksa federal di New York – baru-baru ini juga menyatakan bergabung dengan tim hukum Trump untuk memberikan saran tentang cara menangani penyelidikan penyelidik khusus.

Giuliani mengatakan kepada The Washington Post pada hari Rabu kemarin, Trump memerluykan pendekatan “lebih agresif” dan mengatakan setiap pertanyaan yang diajukan selama wawancara selama bertemu Penyelidik Khusus Robert Mueller.

Beberapa orang telah membicarakan tentang kemungkinan wawancara 12 jam, terang Giuliani. “Itu tidak akan terjadi, aku akan memberitahumu. Maksimal 2 jam di sekitar serangkaian pertanyaan (yang dipersempit).”

Seorang penyelidik yang terlibat dalam penyelidikan Mueller mengatakan kepada NBC News tentang daftar pertanyaan “yang dibocorkan” oleh Times telah diatur oleh para penasehat Trump untuk meyakinkan presiden agar mendukung strategi yang lebih agresif dan fokus kepada persoalan.

Setelah periode transisi, ada tiga sumber berita yang mengungkap kepada NBC News, Flood kemungkinan akan menyukseskan McGahn sebagai penasehat Gedung Putih, dengan satu sumber berita yang menambahkan McGahn memandang Flood sosok yang tepat di “saat perang” dan penerusnya yang terpilih.

Setelah sukses menangani Clinton, Flood menghabiskan waktu dua tahun di kantor penasehat hukum Gedung Putih selama pemerintahan George W Bush – pengganti Clinton – di mana dia menangani penyelidikan kongres yang melibatkan masalah-masalah terkait dengan hak istimewa eksekutif, demikian tulis Flood di biografi on-linenya.

Flood juga mewakili Wakil Presiden Dick Cheney dalam gugatan perdata yang dilayangkan mantan agen CIA Valerie Plame terhadap sejumlah pejabat pemerintahan Bush dan pemerintahannya. Bersama William dan Connolly, Flood juga mewakili Hillary Clinton dalam sakandal emailnya, tulis Reuters.

John Dowd, penasehat hukum Trump lainnya mengundurkan diri pada akhir Maret, di tengah laporan “negosiasi yang sensitif” antara Tim Hukum Presiden dan tim penyelidik Mueller tentang kemungkinan adanya perintah pengadilan untuk memanggil Trump, ulas NBC News.

Perombakan dalam tim penasehat hukum Trump terjadi setelah penggerebekan FBI ke kantor, rumah, dan tempat menginap pengacara pribadi Trump – Michael Cohen. Trump menyebut penggerebekan itu “sangat sewenang-wenang dan belum pernah terjadi sebelumnya”.

Trump berulang kali mengolok-olok penyelidikan Mueller tentang dugaan keterlibatan Rusia dalam tim kampanye pemenangannya sebagai “perburuhan penyihir”. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here