Trump Terjepit, Pilih Rusia atau Partai Republik

0
230

Nusantara.news, Washington – Kendati Trump membantah kesimpulan intelijen AS yang mengungkap peretasan Rusia atas email-email Partai Demokrat, namun pengakuan seorang Timsesnya, Reince Priebus, membuatnya dalam situasi terjepit.

Padahal, Priebus sudah diplot menjadi calon Kepala Staff Gedung Putih. Tapi pengakuannya benar-benar mengancam hasrat Trump untuk bermesraan dengan Rusia. Terlebih para sejawatnya di Partai Republik mendesak pemerintah AS bersikap keras atas apa yang disebut Intelijen AS sebagai campur tangan Rusia dalam pemilihan Presiden AS.

Pengakuan Reince Priebus sudah pasti mempersempit ruang Trump untuk bermanuver. Setidaknya Trump dipaksa untuk mengambil langkah militer, diplomatik, dan ekonomi yang keras terhadap Rusia begitu dia selesai dilantik 20 Januari nanti.

“Pemerintahan baru AS mesti mengadopsi garis kebijakan yang lebih keras,” kata Nile Gardiner dari  Heritage Foundation, lembaga think-tank konservatif di Washington yang mempunyai suara berpengaruh dalam tim transisi Trump.

Para anggota Kongres dari Partai Republik khawatir upaya Trump menciptakan detente (peredaan ketegangan) dengan Rusia akan membuat Trump mengabulkan apa yang paling diinginkan pemimpin Rusia, yakni pencabutan sanksi kepada Rusia pada 2014 atas aneksasi Semenanjung Krimea di Ukraina dan dukungannya bagi gerakan separatis di Ukraina Timur.

Badan-badan intelijen AS menyebutkan, sejak Pemilu lalu, para mata-mata Rusia telah beralih meretas individu-individu penting dan organisasi-organisasi di AS, termasuk lembang-lembaga think-tank terkemuka, yang digambarkan para analis sebagai upaya mendapatkan cakrawala mengenai kebijakan masa depan AS.

Brookings Institution yang diketuai pakar Rusia terkenal Strobe Talbott, “telah menerima gelombang besar serangan siber pada hari setelah Pemilu, namun tidak ada bukti sistem kami berhasil dibobol,” kata David Nassar, wakil presiden komunikasi lembaga think-tank itu sebagaimana dikutip dari Reuters. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here