Trump Terpojok, Mata-Mata Ukraina ini Mengaku Berbohong

0
67
Presiden Donald Trump berjabat tangan dengan Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat Sergey Kislyak. Kini orang-orang Trump menghadapi dakwaan dugaan skandal mata-mata Rusia

Nusantara.news, Washington – Seorang pengacara yang juga menantu seorang Oligarch asal Ukraina – dalam kasus skandal mata-mata Rusia yang memenangkan Trump pada Pilpres Amerika Serikat (AS) – mengaku telah berbohong kepada penyidik di penyelidikan yang dipimpin Robert Mueller.

Bahkan Alex van der Zwaan (33) – nama pengacara itu – mengutip keterangan penasehat hukumnya telah membuat kesepakatan dengan Mueller.

Mengaku Berbohong

Di Pengadilan Federal, Selasa Pahing (20/2) penasehat hukum dari pengacara itu mengatakan, ada beberapa kemungkinan kliennya tidak akan menghadapi hukuman yang berat –karena kliennya tidak memiliki catatan kriminal – bisa jadi dia hanya akan menghadapi tuntutan beberapa bulan – bahkan bebas dari tuntutan.

Alex van der Zwaan – menantu Oligarch asal Ukraina yang mengaku berbohong kepada penyelidik Mueller

Van der Zwaan mengakui telah membuat pernyataan palsu tentang hubungannya dengan mantan pembantu kampanye Trump, Rick Gates.

Sebagaimana diberitakan Nusantara.news sebelumnya, Gates dan rekan bisnis lamanya – mantan Ketua Tim Kampanye Donald Trump – Paul Manafort telah didakwa pada bulan Oktober atas tindak kejahatan pencucian uang, persekongkolan, dan tindak pidana lainnya terkait lobi-lobi mereka kepada sejumlah tokoh politik asal Ukraina.

Persidangan untuk Zwaan sudah dijadwalkan 3 April 2018. Namun penasehat hukumnya telah meminta persidangan dipercepat dengan alasan istri sang Pengacara Ukraina – mantan aktris Eva Khan – sedang hamil tua yang sewaktu-waktu melahirkan.

Memang, Alex van der Zwaan adalah menantu dari pengusaha besar Ukraina – German Khan – yang sudah mengajukan tuntutan atas pencemaran nama baik bulan Oktober lalu terhadap Fusion GPS – perusahaan investigasi – atas  dokumen intelijen yang menurutnya tidak berdasar karena menuduh kampanye Trump berkolusi dengan orang-orang Rusia.

Sebelumnya Alex bekerja selama 10 tahun di Kantor Hukum milik Skadden Arps, “Slate Meagher $ Flom. “ di London, Inggris. Tapi perusahaan itu mengaku telah memecat Alex tahun lalu – bahkan perusahaan tempatnya bekerja sudah melakukan kerja sama dengan Mueller dalam penyelidikan dugaan keterlibatan mata-mata Rusia dan kemungkinannya dengan kampanye Trump.

Sebelumnya bos Alex – Skadden Arps – disebutkan mengerjakan sebuah laporan atas nama pemerintah Ukraina yang dalam pandangan sejumlah pengamat politik berusaha membenarkan pemenjaraan palsu terhadap mantan Perdana Menteri Ukraina Yulia Tymoshenko.  Para pengawas “Freedom House” dibuat bingung oleh laporan itu.

Manafort dan Gates bekerja untuk pesaing Tymoshenko – termasuk Presiden terguling Victor Yanukovych – yang disebut-sebut dalam laporan New York Times pada September 2017, keduanya mengatur agar perusahaan Skadden melakukan pekerjaan – dan Jaksa telah mengajukan pertanyaan tentang itu.

Mengutip keterangan Jaksa Andrew Weismann, van der Zwaan membocorkan laporan itu dan berbicara dari Kantor Hukum – yang mestinya independen dalam masalah ini – kepada Gates. Saat hal itu ditanyakan kepada van der Zwaan, dia mengklaim komunikasi terakhirnya dengan Gates pada pertengahan Agustus 2016 adalah melalui pesan teks yang tidak berbahaya – demikian dikutip dari dokumen pengadilan.

Dia juga mengatakan, komunikasi terakhirnya dengan seseorang yang digambarkan sebagai “Orang A” – rekanan Manafort yang berbasis di Ukraina – terjadi di tahun 2014. Selanjutnya dia mengaku tidak tahu kenapa pertukaran email pada 2016 dengan “Orang A” itu tidak diserahkan ke Mueller.

Namun Jaksa Federal membuktikan sebaliknya. Dia sudah memiliki bukti van der Zwaan berbicara dengan Gates dan “Orang A” pada bulan September 2016 yang membahas tentang laporan Tymoshenko – dengan diam-diam mencatat panggilan darurat dan menghapus email yang dipermasalahkan.

Sudah Diakui 4 Orang

Ternyata pula, ven der Zwaan – seorang warga negara Belanda yang lahir di Brussel Belgia – sudah ditangkap FBI sejak November 2016 dan kini berada dalam tahanan kota di AS. FBI telah menyita paspornya dan perjalanannya dibatasi hanya untuk Washington dan New York hingga dia dijatuhi hukuman.

Tuduhan terhadap van der Zwaan diumumkan beberapa hari setelah Mueller mendakwa 13 mata-mata Rusia diduga terlibat mencampuri Pilpres Amerika 2016. Sejauh ini pengacara Trump – Ty Cobb – enggan berkomentar panjang atas pengakuan telah melakukan kebohongan. Ty hanya menyebutkan, dakwaan itu – sebagaimana dakwaan sebelumnya kepada Gates dan Manafort – tidak akan memiliki pengaruh ke Gedung Putih.

Jika van der Zwaan mengaku bersalah, dia akan menjadi orang keempat yang memutuskan kesepakatan dengan Mueller.

Yang lainnya adalah: Mike Flynn: Penasihat keamanan nasional Trump yang hanya menjabat beberapa hari mengaku bersalah pada bulan Desember dengan tuduhan membuat pernyataan palsu kepada FBI mengenai hubungannya dengan Rusia setelah pemilihan itu. Padahal sebelum dilantik menjadi pejabat, Mike Flynn diduga karena desakan menantu Trump – Jared Kushner – membantah keterangan itu.

Selanjutnya ada mantan Wakil Flynn – KT McFarland George Papadopoulos – yang juga mengaku telah berbohong kepada penyidik FBI. Para mantan penasehat kampanye Trump -sejak Oktober lalu berbondong-bondong telah mengakui bersalah kepada FBI – tentang kontraknya dengan orang-orang Rusia di Kremlin. Mereka juga mengakui – komunikasi mereka diketahui oleh Ketua Tim Kampanye Trump – Manafort.

Terakhir kali Richard Pinedo. Lelaki asal California itu mengaku bersalah bulan Februari ini dalam kasus menjual rekening bank dan informasi identitas curian lainnya kepada terdakwa Rusia yang dituduh ikut campur dalam Pemilu Presiden AS.

Dalam posisi ini, Trump benar-benar terjepit. Berbagai upaya dilakukan untuk merusak kredibilitas penyidik FBI. Terakhir kali orang-orang Trump menyerang penyelidik FBI yang gagal menindak-lanjuti laporan warga sehingga terjadi kasus penembakan sekolah di Parkland yang menewaskan 17 orang.

Di sisi lain, berdasarkan prediksi Allan Lichtman – seorang sejarahwan Amerika yang tidak pernah gagal meramal nasib Presiden AS – sebagaimana pernah diberitakan Nusantara.news dalam artikel berjudul “Trump Dimakzulkan di Pertengahan 2018, Ini Penjelasannya” – pernah menyebutkan Trump akan dimaksulkan antara bulan Maret hingga Juni 2018.

Sejauh ini – tanda-tanda pemakzulan Trump – memang belum terlihat. Namun cuaca politik memang sulit ditebak. Siapa tahu prediksi itu benar adanya? []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here