Trump Tersandera “Kepinding” dalam Dirinya

0
108
Ilustrasi/CNN

Nusantara.news, Washington – Biro Investigasi Federal (FBI/Federal Bureau Investigation) telah menggerebek kantor, rumah dan kamar hotel Michael Cohen – pengacara pribadi yang juga merangkap konsultan bisnis dan pemecah masalah untuk berbagai kepentingan Donald J Trump sejak lama. Sekarang Cohen menjadi semacam “batu kerikil” yang mengganjal kenyamanannya berkuasa.

Penggerebekan kantor pengacara pribadi presiden bukan hal yang lazim dalam sejarah Amerika modern. Tanggapan Trump atas penggerebekan itu juga turut memanaskan suasana. Presiden yang berlatar belakang pengusaha real estate itu menyebutkan kata “aib” atau “memalukan” sampai 9 kali yang menunjukkan betapa Trump sangat khawatir dan marah.

Penggerebekan itu sendiri selain sebagai keberhasilan Robert Mueller dalam mencuri kartu truf milik Trump yang membuat Gedung Putih kalang kabut, juga dapat dijadikan tolok ukur seberapa besar kekuatan Trump di luar kewenangan yang dimilikinya sebagai presiden. Karena di situlah sebenarnya pertarungan nyata di antara kepentingan elite politik AS sekarang ini.

Ilustrasi/ Star Tribune

Karena memang – selaku pengusaha real estate yang kerap tampil glamour – terlalu banyak “kepinding” di dalam tubuh Trump itu sendiri. Hubungannya dengan bintang film porno, foto-foto seronoknya dengan sejumlah perempuan yang tersimpan kekal dalam jejak digital, akan semakin menyulitkan posisinya untuk bersikap tegas dalam menghadapi ancaman nyata – sebut saja penyelidikan khusus yang dipimpin Robert Mueller.

Anjing Pitbull  

Michael Cohen – lelaki asal New York berusia 51 tahun – memiliki gelar sarjana hukum, namun memiliki tugasnya di masa lalu – dalam melayani kepentingan Trump – bukanlah kewajiban pengacara biasa, begitu tulis wartawan BBC wilayah liputan Amerika Utara Anthony Zurcher.

Selain konsultan, Cohen juga menjadi negosiator utama “Trump Organization” dalam urusan bisnis dengan pihak asing. Acap kali pula Cohen menjadi orang yang mengirimkan surat ancaman kepada penentang Trump, setidaknya – saat berhadapan dengan kicauan bintang film porno Stormy Daniels – dia bertindak sebagai seseorang yang mengatur agar bintang film porno itu tidak mengumbar aib Trump di hari menjelang pencoblosan.

“Orang-orang mengatakan saya semacam anjing Pitbull tuan Trump, dan memang saya tangan kanan beliau,” beber Cohen kepada wartawan pada tahun 2011. “Karena saya memang karyawan yang setia. Saya sangat menyukai pria itu.”

Dengan kata lain, Cohen – meskipun dia telah mengundurkan diri dari Trump Organization sejak tuannya menjadi presiden – tapi Cohen adalah loyalis tangguh yang sudah melayani beragam keperluan Trump sekitar satu dekade.

Bagi Tim Penyelidik Khusus yang dipimpin oleh Robert Mueller, pengacara satu ini bisa menjadi jendela besar untuk menyelidiki cara kerja kerajaan bisnis presiden. Transaksi proyek real estate Trump Organizer di Rusia telah menarik perhatian Tim Penyelidik Khusus – dan terkuak lewat dokumen Christopher Steele yang kini sudah beredar ke publik.

Dengan dibidiknya Cohen – orang kepercayaan Trump sejak lama – sasaran tembak bisa meluas kemana-mana. Agen federal yang menyelidiki bisnis pengacara pribadi Trump merupakan perkembangan yang luar biasa. Namun sekarang ini apakah tindak lanjut dari penggerebekan itu serta merta langsung menyeret Donald J Trump sebagai sasaran utama penyelidikan.

Investigasi Kedua

Masalah utama, tutur Anthony Zurcher, bukan persoalan apa yang terjadi – penyelidik federal dilaporkan mengumpulkan dokumen dan informasi tentang catatan pajak Cohen, transaksi bisnis dan pembayaran 6 digit untuk membungkam Stormy Daniels – seorang bintang film porno yang sebelumnya mengaku berselingkuh dengan Trump – juga dijadikan sasaran penyelidikan.

Ilustrasi/Madison

Mengutip laporan dari sejumlah media, penyelidikan itu adalah hasil dari informasi yang awalnya ditemukan oleh Tim Penyelidik Khusus Mueller, namun Tim Penyelidik Khusus tidak terlibat dalam penyelidikan itu. Sebaliknya, Wakil jaksa Agung Rod Rosenstein mengintruksikan Tim Mueler untuk merujuk kasus ini ke Jaksa Wilayah AS Distrik Selatan New York yang akan mengeksekusi surat perintah penggeledahan.

Geoffrey Berman telah bertindak sebagai Jaksa Wilayah AS di Distrik Selatan selama lebih dari satu tahun – setelah Trump memecat pendahulunya Preet Bharara. Dia adalah donator Republik sejak lama – termasuk dalam kampanye presiden Trump, dan dilaporkan telah mengundurkan diri dari penyelidikan.

Karena kasus itu ditangani kantornya – bukan tim penyelidik khusus – bagaimanapun, setiap tindakan yang dilakukan Trump terhadap Mueller tidak akan berdampak pada penyelidikan ini, yang tampaknya difokuskan kepada apakah pembayaran untuk Daniels – dan mungkin wanita lain yang memiliki dugaan keterlibatan romantik dengan Trump – melanggar pajak, perbankan atau undang-undang keuangan kampanye.

Michael Cohen mengaku telah membayar US$130 ribu kepada Daniels pada Oktober 2016 dari dana sendiri untuk membungkamnya. Apabila tindakan itu dianggap setara dengan kontribusi kampanye, itu bisa bertabrakan dengan aturan pengungkapan federal. Calon Presiden dari Partai Demokrat John Edwards pernah menghadapi tuntutan pidana pada 2011 untuk pembayaran kampanye yang dirahasiakan kepada mantan selingkuhan.

Ancam Privasi

Penggeledahan FBI terhadap beberapa dokumen milik Michael Cohen sebenarnya tidak bisa asal-asalan seperti memetik tomat di kebun. Karena Cohen juga bertindak sebagai pengacara pribadi presiden, penyelidik federal harus mematuhi pengamanan ekstra untuk menghindari pelanggaran atas hak klien untuk merahasiakan konsultasi hukumnya.

Pejabat Departemen Kehakiman tingkat atas harus menyetujui langkah itu – dan personil tambahan harus dilibatkan untuk memastikan konsultasi rahasia antara pengacara dank lien – termasuk Donald Trump – tidak diungkapkan ke tim investigasi.

Penyelidikan yang sensitif itu memantik kemarahan presiden yang menanggapi penggerebekan pada Selasa Kliwon (10/4) pagi dengan tweet :”Hak istimewa pengacara-klien sudah mati!”

Namun perlindungan pengacara tidak bersifat mutlak. Ada pengecualian untuk aturan, seperti dalam kasus di mana pengacara sedang mendiskusikan topik di luar bidang perwakilan hukum yang disepakati – atau para pihak terlibat dalam melakukan atau menyembunyikan kejahatan.

Jika penyelidik menyimpulkan ada alasan untuk percaya pembayaran Cohen kepada Daniels melanggar hukum perbankan, pajak, atau pembiayaan kampanye – dan mampu meyakinkan hakim untuk setuju – maka materi yang terkait dengan tindakan itu, bahkan jika itu termasuk komunikasi yang dilindungi, bisa jadi penuntutan itu bisa diterima di pengadilan.

Pertarungan Elite

Selama pertemuan dengan penasehat militer pada gari Senin Wage (9/4), presiden memulai pernyataan panjang tentang apa yang dia pandang sebagai ketidakwajaran dalam kasus pemeriksaan terhadap Cohen.

Ilustrasi/Courier Journal

Trump memuji pengacaranya sebagai “orang baik” dan menuding penegak hukum mengacak-acak kantornya. Cohen sendiri  dalam wawancaranya dengan CNN mengatakan sebaliknya: “agen FBI sangat profesional, sopan dan hormat.”

Trump kembali mengulang “rekaman kusutnya” dengan menyebut penyelidikan – termasuk mungkin yang melibatkan Cohen – adalah “perburuhan penyihir”.Lagi-lagi Trump mengeluh tentang penyelidikan yang tidak berpihak kepadanya, dan menegaskan tidak ada bukti “kolusi” antara Tim Kampanyenya dan Rusia, dan mengalihkan telunjuk Demokrat juga harus menjadi fokus pengawasan.

Bahkan Trump mengklaim penyelidikan itu sebagai “serangan terhadap negara kita” dan “atas apa yang kita semua perjuangkan” dan menghibur diri dengan membuka wacana memecat Mueller dengan mengutip saran dari beberapa orang yang dia dengar. “Jadi kita lihat saja apa yang terjadi,” ucap presiden.

Presiden mengungkap kemarahan seolah telah menjadi kemarahan banyak orang. Sebut saja dalam penggunaan frasa “banyak orang mengatakan” dan dia sendiri tampak kebingungan menghadapi situasi – terkesan gamang dan ragu – saat dia mengucap “kita akan melihat” yang di masa lalu sebagai isyarat untuk bertindak di masa depan.

Trump pernah mengusulkan pemecatan Mueller di masa lalu. Tapi kandas di tengah jalan. Wacana pemecatan kembali dibuka. Seberapa besar Trump bisa melawan kekuatan-kekuatan dalam tubuh elite politik AS sendiri yang saling mengunci? Terlebih dalam tubuh Trump sendiri ada kepinding dari masa lalunya yang membuatnya gatal, dan untuk membungkus kegatalannya terpaksa harus dia garuk dengan pernyataan-pernyataan kontroversial.

Namun sesungguhnya pertarungan yang sedang terjadi – bukan semata-mata antara Trump Vs Robert Mueller – melainkan di antara kekuatan-kekuatan di belakang layarnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here