Trump Tunjuk Tokoh Yahudi Sayap Kanan Jadi Dubes untuk Israel

0
257

Nusantara.news, Jakarta – Pada tanggal 15 Desember 2016, tim transisi presiden terpilih Donald Trump mengumumkan bahwa Friedman telah dipilih untuk menjadi calon  Duta Besar AS untuk Israel. Beberapa hari setelah pengumuman itu  Friedman menyatakan, ia akan memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, sebagaimana yang telah dijanjikan Trump saat kampanye.

Melontarkan isu ke publik tentang rencana pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem dapat dikatakan tindakan nekad. Presiden-presiden AS sebelumnya bahkan tidak pernah mengangkat isu ini, betapapun mereka umumnya dekat dengan Israel.

Bagaimanapun, para presiden AS terdahulu masih mempertimbangkan faktor sensitifitas terkait dengan status Yerusalem sebagai kota suci dan pusat peribadatan dari tiga agama besar: Yahudi, Nasrani dan Islam. Upaya Israel selama ini untuk meminta dukungan AS agar Yerusalem dijadikan ibukota selalu gagal.

Niat Israel manjadikan Yerusalem sebagai ibukota resmi juga memperoleh tentangan dari para pemimpin dunia Islam dan Tahta Suci Vatican. Para pemimpin kedua umat itu lebih menghendaki status Yerusalem sebagai kota internasional di bawah komisi khusus. Tetapi, selain ide ini ditolak Israel, pada kenyataannya kota ini berada di bawah kekuasaan penuh Israel.

Awal pekan ini kepada Harian Israel, Ynet, Friedman mengatakan ia akan tiba ke Israel pada akhir Februari dan berniat untuk tinggal di Yerusalem, terlepas apakah nantinya pemerintah memutuskan untuk memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem atau tidak.

Pengangkatan Friedman sebagi Dubes untuk Israel disambut dengan suka cita oleh Tel Aviv. Wakil Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Hotovely mengatakan, dia senang “memiliki” seorang Friedman sebagai Dubes. Hotovely yang juga merupakan salah satu petinggi Partai Likud itu mengatakan, “Dia dan pemerintah AS selalu mendukung Israel dan selalu berdiri di sisi Israel dalam semua ‘pertempuran’, terutama terkait dengan perluasan pemukiman Yahudi.”

Mengenai kemungkinan perpindahan kantor Kedubes AS ke Yerusalem, politisi sayap kanan Israel itu menyatakan bahwa ia sangat berharap Presiden Trump menepati janjinya: mengakui Yerusalem sebagai bagian dari teritori Israel, sekalipun hal itu akan memunculkan reaksi kemarahan dari dunia Arab, khususnya Palestina serta Tahta Suci Vatikan.

Semasa musim kampanye Pilpres di AS Friedman adalah penasehat Trump untuk isu-isu seputar Israel dan Yahudi. Ia menjabat juga Wakil Presiden pada Trump Organization.

Lahir di tahun 1959 di New York, tokoh yang memiliki nama lengkap David Melech Friedman ini merupakan salah satu dari empat anak dari Morris S. Friedman dan Addi Friedman. Morris, sang ayah, adalah seorang rabi di Kuil Hillel, sinagoga Konservatif di North Woodmere, New York dan menjabat sebagai Kepala Dewan Rabi New York. Sang ibu bekerja sebagai seorang guru bahasa Inggris di SMA.

Friedman selama ini dikenal karena kegiatan-kegiatan filantropisnya. Ia  menjabat sebagai Presiden American Friends of Bet El, sebuah organisasi yang melakukan lobby, kampanye serta penggalangan dana bagi pengembangan pemukiman warga Yahudi di wilayah Tepi Barat. Aktifitas lain yang kerap ia lakukan adalah menulis kolom untuk surat kabar sayap kanan Israel yang berbahasa Inggris, Arutz Sheva dan The Jerusalem Post. Friedman sendiri sangat fasih dalam bahasa Ibrani. [] (Disarikan dari berbagai sumber)

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here