Tuduhan Dana Makar “Paket Hemat “

0
50
Kuasa Hukum dari Tim Pembela Muslim, Ahmad Michdan memberikan keterangan pada wartawan usai mendampingi pemeriksaan Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath, di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, (31/3). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pd/17

Nusantara.news, Jakarta Rupanya, untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah hanya butuh dana Rp3 miliar. Dana tersebut digunakan para tersangka untuk menggelar aksi-aksi yang berujung pada jatuhnya pemerintah. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengklaim saat ini, pihaknya tengah menyelidiki adanya dana sekitar Rp3 miliar yang digunakan terduga makar untuk menjalankan rangkaian aksi menggulingkan pemerintah yang sah.  “Ya, sekarang penyidik sedang dalami dengan dana Rp3 miliar pemerintah bisa jatuh,” kata Argo di Jakarta, Senin (3/4).

Diketahui, pada Jumat (31/3) lalu, polisi menangkap lima orang terkait dugaan pemufakatan jahat. Mereka yang diciduk yakni Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath, Zainudin Arsyad, Irwansrah, Veddrik Nugraha alias Dikho dan Marad Fachri Said alias Andre.

Kelimanya dikenakan Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP tentang pemufakatan makar. Tersangka Veddrik dan Marad juga dijerat Pasal 16 UU Nomor 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Soal dana untuk makar sebenarnya pernah dialamatkan kepada Rachmawati Soekarnoputri. Rachmawati dituduh mengalirkan dana Rp300 juta ke rekening tersangka lainnya bernama Alvin Indra. “Rachmawati ada mencairkan deposito Rp 300 juta, dikirim ke rekening Alvin Indra,” ujar Argo beberapa waktu lalu.

Menurut Argo saat itu, dana Rp300 juta tersebut untuk keperluan logistik, makan, minum untuk massa yang akan berunjuk rasa di gedung DPR/MPR. Namun tuduhan aliran dana kepada tokoh Gerbang Nusantara, Alvin Indra itu dibantah Rachmawati.

Teguh Santosa, juru bicara Rachmawati Soekarnoputri, menyatakan uang itu dikirimkan bukan untuk tindakan makar, tapi untuk aksi menyerahkan petisi kembali ke UUD 1945 yang asli pada 2 Desember 2016 lalu.

Pertanyaannya, apakah cukup dana Rp300 juta atau Rp3 miliar untuk mendanai aksi makar? Rachmawati yang dituduh mendanai rencana aksi makar pun pernah berseloroh soal biaya untuk makar. Dana Rp300 juta yang dituduhkan itu, katanya hanya cukup untuk jajan bakso.

“Uang Rp 300 juta itu cukup nggak untuk melakukan makar? Itu sih untuk jajan bakso,” ujarnya sambil tersenyum.

Padahal untuk menduduki kursi nomor satu di DKI saja, para paslon konon menghabiskan dana sekitar Rp 60 miliar. Mungkinkah, Rp3 miliar cukup untuk aksi makar. []

Ridwan Umar

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here