Tujuh Tahun Berpolemik, Renovasi Pasar Belimbing di Kota Malang Masih Molor

0
188
Tampak depan Pasar Blimbing, Kota Malang (Sumber: Mapio)

Nusantara.news, Kota Malang – Tujuh tahun sudah berpolemik, Pasar Belimbing di Kota Malang, tak kunjung direnovasi. Sampai hari ini, renovasi pasar yang direncanakan sejak 2011 itu, belum ada tanda-tanda akan dimulai. Kegiatan jual beli di pasar tradisional itun masih berjalan seperti biasa.

Tahap tahap rencana yang sudah digariskan sebelumnya, tak kunjung terealisasi. Bukan tidak ada gerakan, tetapi gagal dilakukan.

Pada tahap awal, rencananya akan merelokasikan pedagang Pasar Belimbing ke pasar penampungan. Tetapi, tahap tersebut belum dilakukan, karena terjadi kesalahan komunikasi antar pihak investor dan pihak pemkot.

Tahap awal tersebut sebenarnya sudah terjadwal pada pertengahan Maret lalu, namun hingga hari ini belum ada tindakan lebih lanjut.

Relokasi pedagang Pasar Blimbing ke pasar penampungan dipastikan tidak akan terjadi sampai Lebaran nanti. Suasana Ramadhan, dipastikan akan membuat pedagang Pasar Blimbing memilih tetap berjualan di pasar yang berlokasi di Jalan Borobudur, Kecamatan Blimbing tersebut.

Yadi, salah seorang pedagang sayur di Pasar Belimbing mengungkapkan, molornya pembangunan bukan karena pedagang tidak mau dipindah, melainkan karena pedagang butuh kepastian kapan pembangunan akan dimulai dan kapan selesai.

“Tidak adanya kejelasan yang membuat pembangunan Pasar Belimbing molor bertahun-tahun dari jaman walikota sebelumnya sampai sekarang,” ungkap Yadi kepada Nusantara.news, Rabu (17/5/2017).

Para pedagang, imbuh Yadi, menuntut kepastian pembangunan pasar, agar tidak terjadi kasus seperti Pasar Dinoyo.

“Iya butuh kepastian, jangan sampai ada kecurangan, permainan sehingga menimbulkan polemik seperti yang terjadi pada kasus Pasar Dinoyo  dan Pasar Merjosari,” jelas dia.

Pembangunan Pasar Dinoyo sendiri masih bermasalah.

Karena itu pula, Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto, menjelaskan, pihaknya memilih fokus terhadap Pasar Dinoyo. Ia berkeinginan pedagang di pasar itu pindah awal tahun 2017, tetapi gagal karena sejumlah masalah belum terselesaikan.

“Jadi sekarang kami fokus ke Pasar Dinoyo terlebih dahulu, kalau itu selesai baru pasar Blimbing,” jelas dia.

Wahyu Setianto menyebut selama bulan Ramadhan, pedagang Pasar Blimbing masih akan menempati pasar tersebut, dan belum pindah ke pasar penampungan.

Wali Kota Malang M Anton menambahkan, pihaknya belajar dari Pasar Dinoyo.

“Kami ingin kesepakatan antara pedagang dan investor dirampungkan secara transparan dan terbuka. Ramai-ramai di depan tidak masalah daripada ramai di belakang dan berlarut,” ujar Anton.

Untuk saat ini pihak Disdag bersama DPRD Kota Malang juga masih akan berkonsultasi kepada Kementerian Dalam Negeri terkait polemik di Pasar Blimbing. Konsultasi itu antara lain terkait perjanjian kerjasama dengan investor. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here