Tuntaskan Mandat Walikota, Risma Tolak Nyalon Pilgub Jatim

0
64

Nusantara.news, Surabaya – Meski jauh hari namanya santer disebut-sebut dan digadang sebagai kader internal PDIP untuk maju di Pemilihahn Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur di Pilkada 2018, Tri Rismaharini yang juga Wali Kota Surabaya memastikan diri tidak akan maju di pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Risma mengaku, soal itu telah berkonsultasi dengan Ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Dan, Risma juga pernah menyebut, menjadi pemimpin itu berat tanggungjawabnya, meskipun orang lain menilai mampu untuk mengemban tugas itu.

“Saya bisa bangun kota ini jadi bagus, tapi masyarakatnya menangis, menderita,” kata Risma dalam sebuah kesempatan.

Sementara, mantan juru bicara tim kampanye Risma-Wisnu, Didik Prasetiyono ketika dihubungi Nusantara.news mengatakan, dia membenarkan jawaban Risma tersebut, meski namanya masuk dalam daftar penjaringan, memang tidak bersedia maju di ajang Pilgub Jawa Timur.

“Saya sudah berkomunikasi lewat telepon dengan Bu Risma. Saat ini posisi beliau di Jakarta. Bu Risma mengatakan untuk tidak mengambil formulir pendaftaran calon gubernur,” kata Didik Prasetiyono, di Pilkada Surabaya dihubungi Selasa (13/6).

Didik menambahkan, terkait itu DPD PDIP Jawa Timur telah mengirim surat kepada Tri Rismaharini bernomor 119/EKS/DPD/VI/2017 pada 12 Juni 2017, ditandatangani Ketua DPD PDIP Jawa Timur Kusnadi dan Sekretaris Sri Untari Bisowarno. Isinya, juga menyebut nama Risma memang masuk dalam penjaringan yang dilakukan oleh DPD PDIP Jawa Timur.

“Surat tersebut juga memberitahukan jadwal pengambilan formulir di DPD, itu sesuai yang telah dimuat di media massa,” terang mantan Ketua DPC PDIP Kota Surabaya ini.

Lanjut Didik, surat tersebut telah disampaikan kepada Tri Rismaharini, namun Risma bersikukuh untuk tidak mengambil formulir pendaftaran bakal calon. Dan, itu memang menjadi hak Tri Risma, bersedia maju atau tidak, meski namanya sejak jauh hari telah digadang sebagai bakal calon dari partai kepala banteng moncong putih tersebut.

Risma juga mengatakan dirinya telah bertemu Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Dan mengaku telah mendapatkan arahan-arahan khusus. Risma menegaskan, perintah dan arahan Megawati sebagai Ketua Umum PDIP adalah hal yang harus diperhatikan dan ditaati. Alasan Risma, dirinya ingin menuntaskan mandat yang diberikan warga Kota Surabaya, sebagai Wali Kota hingga habis masa periodenya.

“Saya harus menjalankan mandat tersebut dengan sebaik-baiknya. Selain itu juga mengingat pula agenda-agenda pembangunan Kota Surabaya masih banyak yang belum tuntas,” ujar Risma dalam sebuah kesempatan.

Risma mengatakan, arahan Megawati itu seiring dengan kata hatinya, yang sama sekali tidak menginginkan jabatan sebagai gubernur atau wakil gubernur. Dia menegaskan, saat ini posisinya yang paling tepat adalah tetap menjalankan mandat warga Surabaya dengan sebaik-baiknya.

“Dengan demikian, selesai sudah seluruh teka-teki apakah Risma akan mengambil formulir pendapatan calon Gubernur-Calon Wakil Gubernur. Sudah dipastikan Risma tidak akan menempuh jalan itu,” tegas Didik.

Jauh hari, kepada wartawan Risma juga pernah menyatakan kalau dirinya sudah menyampaikan ketidaksediaannya untuk dicalonkan di Pilgub Jawa Timur, jawaban itu dilontarkan kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Bu Mega sudah setuju bukan saya,” kata Risma saat menggelar jumpa pers beberapa waktu lalu.

Ini berbeda dengan calon kebanyakan lainnya yang sangat berhasrat bisa menduduki sebuah jawaban. Tri Rismaharini meski dibelakangnya adalah sebuah partai besar, pemenang pemilu, dia dengan lugas menolak untuk dicalonkan di posisi jabatan yang lebih tinggi, calon Gubernur atau Wakil Gubernur Jawa Timur di Pilkada 2018, mendatang.

Alasan Risma sangat masuk akal, ingin menuntaskan kewajiban dan tugas-tugasnya yang masih belum selesai sebagai Wali Kota Surabaya.

Di hari yang sama, Bupati Ngawi Budi Sulistyono mendaftarkan diri ke DPD PDIP di Surabaya, Selasa (13/6). Budi Kanang sapaan Budi Sulistyono resmi mendaftar maju sebagai sebagai bakal calon Wakil Gubernur.

Pengambilan formulir dilakukan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko di kantor DPD PDIP Jawa Timur.

“Saya mengambil formulir mewakili Mas Kanang (sapaan Budi Sulistyono) sebagai salah satu tahapan untuk maju di Pilkada Jawa Timur melalui PDIP,” kata Dwi Rianto, usai pengambilan formulir.

Rianto menyebut, Kanang mendaftar sebagai calon wakil gubernur, itu dikatakan setelah memperhatikan aspirasi yang berkembang. Dan sebagai bakal cawagub, sebutnya, modal kemampuan Kanang tidak perlu diragukan.

“Beliau asli kader PDIP yang sudah 10 tahun sebagai wakil bupati, dan sekarang masih menjabat Bupati Ngawi periode kedua,” jelas politisi yang juga Ketua DPRD Ngawi ini.

Selain Kanang, di hari ke-13 atau sehari jelang masa pengambilan formulir pendaftaran melalui PDIP ditutup, legislator DPR RI dari Madura, MH Said Abdullah juga mendaftar sebagai bakal Calon Wakil Gubernur. Proses pengambilan formulir untuk Said Abdullah dilakukan oleh petugas Sekretariat DPD PDIP Jawa Timur.

“Pak Said mengambil formulir bakal cawagub,” jelas Yordan Bataragoa, Wakil Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur.

Meski Kanang dan Said Abdullah kader dan pengurus DPD PDIP Jawa Timur, terang Yordan, keduanya melakukan tahapan pendaftaran sesuai mekanisme yang ada di Partai. Membayar iuran Rp100 juta sebagai dana gotong royong untuk survei kandidat yang akan diusung PDIP Jawa Timur.

Budi Sulistyono dan Said Abdullah adalah Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Timur periode 2015-2020. Dan untuk tahapan pengambilan formulir bakal ditutup pada pukul 17.00, Rabu (14/6).

“Setelah itu, mulai 15 hingga 30 Juni, adalah waktu untuk pengembalian formulir,” pungkas Yordan.

Sementara, sebelum Said Abdullah dan Budi ‘Kanang Sulistyono mendaftar, juga ada kader PDIP lainnya yang juga mendaftar, yakni Suhandoyo Ketua Pro Jokowi (Projo) Jawa Timur, anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, yang juga mantan Ketua DPC PDIP Lamongan.

Saat pendaftaran, selain membayar biaya untuk survei Rp100 juta, ‘Relawan Mas Handoyo Jos Gandos’ dan elemen lainnya, terlihat ceria mengelu-elukan jagonya Suhandoyo sambil membentangkan spanduk dukungan.

Suhandoyo, selain pernah membantu sukses Joko Widodo mendulang suara di Jawa Timur, namanya juga tercatat di struktural DPD PDIP Jawa Timur, sebagai Ketua Bidang OKK dan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here