Uji Kelayakan Anggota KPU dan Bawaslu Diwarnai Tarik Ulur DPR

0
105
Calon komisioner KPU Arief Budiman (kanan), Evi Novida Ginting Manik (tengah) dan Ferry Kurnia Rizkiyansyah (kiri) mendengarkan pertanyaan anggota Komisi II DPR saat uji kelayakan dan kepatutan di Komisi II DPR, melakukan uji kelayakan hari ini. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pras/17.

Nusantara.news, Jakarta – Hari ini, 3 April 2017, Komisi II DPR melakukan uji kelayakan dan kepatutan calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) periode 2017-2022 di ruang Komisi II. Proses uji kelayakan ini akan berlangsung hingga Rabu (5/4).

Menurut anggota Komisi II DPR Abdul Halim, dari sebanyak 24 calon yang ada, Komisi II akan membaginya menjadi dua gelombang, yakni melakukan uji uji coba terhadap 14 calon anggota KPU pada Senin, serta terhadap 10 calon anggota Bawaslu pada Selasa (4/4/2017). Mekanismenya adalah dari 14 calon anggota KPU akan dibagi menjadi empat kelompok, dan setiap kelompok berisi empat dan dua calon. Sedangkan 10 calon anggota Bawaslu menjadi dua kelompok.

Keempat belas nama calon komisioner KPU tersebut antara lain; Amus Alkana, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, Ilham Saputra, Evi Novida Ginting Manik, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Ida Budhiarti, Wahyu Setiawan, Sri Budi Eko Wardani, Pramono Ubaid Tanthowi, Yessy Y Momongan, Hasyim Asyari, Arief Budiman, Viryan, dan Sigit Pamungkas.

Sementara sepuluh nama calon komisioner Bawaslu adalah Ratna Dewi Petalolo, Mohammad Najib, Abhan, Sri Wahyu Araningsih, Fritz Edward Siregar, Safrida Rachawati Rasahan, Mochammad Afifuddin, Herwyn Jefler Hielsa Malonda, Abdullah, dan Rahmat Bagja.

Nama-nama tersebut harus segera terpilih sebelum 12 April atau saat masa jabatan komisioner saat ini berakhir. Nama-nama yang lolos tes DPR ini akan diserahkan kembali ke pemerintah untuk dilantik.

Namun jika berdasarkan uji kepatutan dan kelayakan jumlah komisioner yang terpilih kurang dari tujuh, maka DPR akan meminta pemerintah mengajukan kembali bakal calon anggota KPU. Jumlahnya adalah dua kali nama calon yang dibutuhkan dalam waktu paling lambat 14 hari sejak surat penolakan DPR diterima Presiden.

Terkait berkembangnya isu DPR RI belum tentu memilih 7 anggota KPU dan 5 anggota Bawaslu dari daftar 24 nama-nama calon, memang undang-undang membuka ruang bagi DPR untuk memilih hanya beberapa nama atau bahkan tidak memilih sama sekali dalam proses uji kelayakan dan kepatuhan nanti. Namun kecurigaan berkembang, DPR sengaja tidak meloloskan sebagai atau semua calon yang masuk karena DPR ingin memasukkan sejumlah “orang-orangnya” dan disinyalir ada deal-deal politik.

Sebelumnya, pada rapat DPR dengan timsel KPU dan Bawaslu Kamis (30/3) lalu, DPR mengusulkan penambahan jumlah anggota KPU dan Bawaslu masing-masing 4 orang kepada pemerintah. Dengan penambahan itu, maka komposisi anggota KPU dari 7 menjadi 11 orang, dan Bawaslu dari 5 menjadi 9 orang. Alasan penambahan ini didasarkan pada kondisi, beban tugas, dan tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaran pemilu  mendatang dianggap lebih berat.

“Pada Pemilu 2019, penyelenggara pemilu legislatif dan pemilu presiden akan dilakukan serentak sehingga kondisi dan tantangannya berbeda, beban tugasnya juga lebih berat,” kata Taufiqulhadi, anggota Komisi II DPR, saat dihubungi.

Sementara itu, Wakil Ketua Panita Seleksi Komisioner KPU-Bawaslu Ramlan Surbakti mengklaim, secara kualitas hasil seleksi kali ini lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Terdapat 565 jumlah orang yang mendaftar menjadi calon komisioner KPU-Bawaslu, dengan rincian 326 mendaftar di KPU, dan 209 mendaftar Bawaslu. Menurutnya, rekam jejak dari masing-masing pelamar telah diperiksa dan dikaji oleh tim pansel.

“Soal integritas misalnya, kita melihat dari banyak sisi. Kita lihat dari daftar pertanyaan, laporan masyarakat, serta lembaga terkait terutama BIN. Kriteria kompetensi ada tes tulis dengan 3 macam soal, dibandingkan dulu tes sekarang lebih sukar. 3 macam soal tes tertulis kami undang dari pihak luar, kampus, TV dan wartawan, jadi bukan kami yang menilai, kami yang merekap,” paparnya.

Tentu saja kita semua berharap rapat DPR dengan tim seleksi akan berlangsung baik sehingga proses uji kelayakan akan berjalan sesuai rencana dan menghasilkan nama-nama anggota KPU dan Bawaslu yang memiliki integritas dan keahlian, sehingga mampu menjalankan tugasnya untuk menyelenggarakan semua tahapan pemilu dengan baik. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here