Ulah Usil Untuk Habib Rizieq

0
123
Habib Rizieq bersama aparat keamanan Arab Saudi difoto dari kejauhan.

Nusantara.news, Jakarta – Habib Rizieq diperiksa dan ditahan selama 28 jam oleh tim intelijen dan polisi Arab Saudi. Imam besar FPI itu ditahan karena aduan dari warga mengenai bendera yang terpasang di rumahnya di Mekah, Arab Saudi. Bendera hitam berkalimat tauhid itu dianggap pelapor sebagai bendera yang mirip dengan bendera ISIS.

Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyatakan KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah akan selalu memberikan pendampingan kekonsuleran dan pengayoman kepada Habib Rizieq dan seluruh WNI yang menghadapi masalah hukum berada di Arab Saudi.

“KBRI dan KJRI akan mewakafkan diri untuk pemihakan dan pelayanan kepada seluruh ekspatriat Indonesia di Arab Saudi,” kata Maftuh dalam keterangan tertulis, Rabu (7/11/2018).

Kendati demikian, Maftuh mengatakan tidak tahu siapa yang memasang bendera tersebut di rumah Habib Rizieq.

Namun demikian pengacara Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro menyebutkan ada temuan kejanggalan dalam kasus bendera berlafaz kalimat tauhid di rumah kliennya di Mekah, Arab Saudi. Ia menengarai peristiwa itu merupakan bagian dari rekayasa pihak-pihak tertentu yang ingin menjatuhkan nama baik kliennya.

Kejanggalan pertama, bendera yang diasosiasikan sebagai bendera organisasi Hizbut Tahrir itu tertempel lalu hilang dengan misterius. Soal keberadaan bendera, Habib Rizieq tidak tahu menahu. Meski menempel di bagian belakang rumahnya, namun bukan Habib Rizieq yang memasang. Hanya saja bendera itu paginya ada tapi siangnya tiba-tiba hilang.

Kejanggalan kedua, satu kamera pengawas atau CCTV di bagian belakang rumah Rizieq mendadak hilang sehingga sang tuan rumah tak mengetahui orang yang menempelkan bendera itu.

Sebenarnya ada dua CCTV di luar rumah Rizieq. CCTV pertama ditempatkan di depan dan yang lain di belakang. Anehnya, CCTV di belakang hilang, sementara kamera serupa di depan tetap di sana.

Kejanggalan ketiga, foto bendera tertempel di belakang rumah Rizieq langsung beredar dan ramai di Indonesia, dan diberitakan oleh semua media massa di Tanah Air. Anehnya, bendera itu sebenarnya sudah hilang sebelum beritanya ramai di Indonesia, bahkan sebelum Rizieq diperiksa oleh polisi Arab Saudi.

Tidak diketahui secara pasti darimana asal muasal foto bendera itu menyebar di media sosial dan pers Indonesia. Beberapa saat setelah ramai foto kontroversial, hanya pers Indonesia yang ramai memberitakan, sementara pers internasional, bahkan pers Arab Saudi, tak memberitakannya sama sekali.

Ditengarai si pemotret sengaja mengambil gambar bendera itu dari kejauhan, kira-kira di area lapangan futsal di belakang rumah Rizieq.

“Langsung viral di Indonesia, padahal saya cek di Google belum ada beritanya. Setelah itu (bendera) tidak ada lagi, tapi ada bukti foto (keberadaan bendera di rumah Rizieq Shihab), yang kemudian dikirim ke (orang-orang tertentu) di Indonesia,” katanya.

Senada, juru bicara FPI Slamet Ma’arif menyebut ada sebuah operasi yang menyebabkan kasus Habib Rizieq berbuntut panjang. Diungkapnya, ada upaya fitnah yang hendak diarahkan ke Habib Rizieq.

Disebutkan kejanggalan itu adalah pencurian CCTV di sekitar rumah. “Ada beberapa kejanggalan yang kita lihat dari kejadian itu. Termasuk pengambilan atau pencurian CCTV di sekitar rumah Habib Rizieq sebelum kejadian,” ujar anggota FPI.

Tanpa CCTV, seorang oknum dengan bebas memasang bendera di rumah Habib Rizieq. Usai dipasang, ada pula pihak lain yang sudah siap mengambil gambar perihal pemasangan bendera tersebut di depan rumah.

Kejanggalan paling nyata, setelah bendera terpasang, sudah disiapkan orang yang mengambil gambar ketika Habib keluar menemui pihak keamanan di sana dari jarak yang cukup jauh. Bisa dilihat dari foto yang beredar.

Karenanya, pihak FPI pun akan melakukan pengkajian lebih teliti soal kasus tersebut. Sebab menurut Slamet Ma’arif, ada sebuah operasi yang berniat ingin mengerjai Habib Rizieq di Arab Saudi. “Kita sedang teliti betul. Kelihatannya memang ada upaya operasi yang kembali ngerjain Habib di sana,” imbuhnya.

Operasi intelijen

Habib Rizieq tentu tidak tinggal diam pasca diamankannya dia oleh pihak keamanan Arab Saudi. Pentolan 212 itu curiga ada operasi intelijen dari Indonesia yang menyebabkan dirinya diperiksa intelijen Arab Saudi. Mereka berharap Rizieq mendapat kesulitan dari pihak keamanan Saudi. Karena itu pihaknya menduga ada intelijen busuk dari Indonesia.

Sebuah akun Twitter atas nama Habib Rizieq Syihab (HRS) @IB_HRS menciut operasi intelijen. Namun belum diketahui apakah akun tersebut milik Habib Rizieq atau bukan. Berikut adalah cuitan akun Twitter @IB_HRS pada Selasa (6/11/2018):

Operasi Intelijen Keji: Habib Rizieq Difitnah Sebagai Sarang ISIS Di Mekkah.

Setelah suksesnya Aksi Bela Tauhid 211 hari Jum’at (2/11/2018) lalu, kemudian Deklarasi Koppasandi pada hari Ahad (4/11/2018), serta pekan-pekan terakhir menjelang Reuni Akbar 212 (2/12/2018), intensitas gangguan dan intimidasi kepada HRS kembali meningkat.

Pada hari Selasa (6/11/18), ops intelijen licik telah dilakukan, menjebak HRS di kediamannya di Mekkah, pada waktu Shubuh, ada orang yg mendatangi kediaman HRS utk memasang Bendera Tauhid secara diam-diam di tembok luar belakang rumah, lalu saat matahari terbit pelaku memfotonya.

Rumah Habib Rizieq di Arab Saudi dengan foto bendera ISIS yang diduga ditempel oknum intelijen.

Kemudian setelah memfoto, mereka membuat laporan ke Polisi Patroli bahwa rumah Habib Rizieq diduga sebagai “SARANG ISIS” dengan menunjukkan foto yang mereka buat.

Dalam waktu singkat pihak keamanan Saudi dari berbagai kesatuan sebanyak 4 jeep dan sebuah sedan, sekitar jam 8 pagi, sudah mengepung kediaman HRS dan mencabut Bendera yg ditempel dengan double stip di dinding, kemudian melipatnya dengan rapih diamankan dalam mobil patroli.

Mereka lalu memanggil warga Saudi pemilik rumah dan meminta untuk mengontak HRS agar keluar dari rumah. HRS saat itu sudah 2 hari terkena flu berat dan demam tinggi usai Sholat Shubuh dan sarapan pagi bersama keluarga, lalu meminum obat dan tidur kembali karena kondisinya.

Namun tak lama beristirahat beliau dibangunkan putri dan istrinya yg terkejut melihat dari jendela lantai atas rumah melihat ke luar rumah sudah banyak aparat keamanan Saudi. Habib Rizieq segera bangun dalam kondisi masih demam dan langsung turun menemui mereka.

Beliau pesankan kepada keluarga untuk kunci pintu rumah dengan rapat dan jangan ada yang keluar rumah apapun alasannya.

Saat terjadi perbincangan antara HRS dgn Polisi, saat itulah dari arah gedung sebelah kanan rumah HRS ada orang yg membidik dgn camera super canggih dari jarak sekitar 40~50m. Ini diiketahui dari sudut pengambilan foto berdasarkan informasi dari penjaga rumah HRS selama ini.

Anehnya, belum ada 1 jam HRS dibawa oleh kepolisian Saudi, salah seorang asisten pribadi HRS di Mekkah mendapat kontak dari salah seorang pegawai KBRI Riyadh menanyakan tentang kondisi HRS. Dan dijawab oleh asisten HRS bahwa beliau baik tanpa menceritakan apa yang sedang terjadi.

Saat itu berita kejadian tersebut belum ada yang mengekspose sama sekali, tapi sudah ada kontak dari KBRI di Riyadh. Apa itu sebuah kebetulan?

Baru beberapa jam kemudian foto di viralkan oleh pelaku di group-group WA dengan disertai narasi bahwa “Habib Rizieq memasang Bendera ISIS” dan berbagai informasi menyesatkan lainnya.

Sebetulnya Kamera CCTV ada dan telah dipasang di kediaman Habib Rizieq untuk mengawasi keadaan di sekitar rumah beliau, tetapi Kamera CCTV tersebut telah di curi orang beberapa saat sebelum kejadian.

Dan hari ini akhirnya terjawab tujuan pencurian kamera CCTV tersebut, yaitu supaya tidak diketahui siapa orang-orang yang menyatroni rumah Habib Rizieq secara diam-diam lalu melakukan penjebakan.

Apalagi ada informasi yang masuk ke HRS bahwa pihak Intelijen (BIN) telah menyewa rumah di sekitar kediaman Habib Rizieq untuk memantau aktivitas beliau selama 1×24 jam, dan telah lama diketahui HRS.

Akibat fitnah dan penjebakan licik inilah maka pihak Intelijen Saudi mendatangi kediaman Habib Rizieq dan menjemput HRS untuk dimintai keterangan. Dan Alhamdullilah saat ini HRS sudah dibebaskan dan kembali ke Rumah.

Kuat dugaan penjebakan dan intimidasi ini bertujuan untuk menghalangi Reuni Akbar 212 yang akan digelar 3 pekan mendatang.

Juru Bicara FPI Munarman juga menyampaikan hal yang sama. “Beliau (Habib Rizieq) menyampaikan bahwa pihak yang diduga kuat sebagai pelaku adalah ‘intelijen busuk dari Indonesia’,” kata Munarman kepada wartawan, Kamis (8/11/2018).

Menurut Munarman, pihak Arab Saudi meminta Habib Rizieq melaporkan nama-nama intelijen Indonesia yang dicurigai melakukan operasi intelijen di Arab Saudi. Pihak Saudi, lanjutnya, sangat serius dan fokus menanggapi laporan Habib Rizieq.

“Karena operasi intelijen asing di wilayah hukum Saudi merupakan pelanggaran hukum serius dan pelakunya bisa dihukum pancung,” ujarnya.

Terkait dengan kecurigaan adanya intelijen busuk dari Indonesia, Munarman juga bicara soal ‘anggota lapangan Pejaten’ yang hari ini akan meninggalkan Saudi. “Info khusus, anggota lapangan Pejaten dikabarkan hari ini mereka akan meninggalkan Saudi,” tuturnya.

BIN membantah

Badan Intelijen Negara (BIN) membantah telah menjalankan operasi intelijen dengan menyewa kontrakan dekat kediaman Habib Rizieq, mencopot CCTV, dan memasang bendera tauhid.

Hal itu disampaikan juru bicara Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto, dalam keterangan pers tertulisnya, Kamis (8/11/2018).  Direktur Komunikasi dan Informasi BIN itu mengaku heran dengan tudingan tersebut.

Meski begitu, pihak BIN memaklumi tudingan itu sebab menyalahkan suatu pihak atas satu perkara memang tindakan yang sering dilakukan. “Ya itu tidak benar (ada operasi intelijen). Langsung tunjuk aja. Kalau memang ada operasi intelijen. Kalau lantas menuduh, paling enak. Menuduh intelijen itu paling enak. Karena mau membuang ke mana? paling arahnya ke situ,” jelas Wawan.

Ketika ada tudingan bahwa kasus bendera Habib Rizieq Shihab itu adalah ulah intel, pihak BIN pun menanyakan soal bukti. Sebab menurut Wawan, pihak Habib Rizieq Shihab hanya menggumamkan asumsi soal adanya operasi intel tersebut.

“Kalau kita dituduh sebagai intelijen melakukan operasi-operasi tanpa ada bukti ini kan semuanya asumsi. Ini pendapat yang diotak-atik,” lanjutnya.

Yang pasti menurut Wawan, pihak BIN tidak terlibat penangkapan Habib Rizieq Shihab di Saudi sebagaimana dilansir oleh Twitter HRS. “Tuduhan BIN mengganggu HRS tidak benar. Apalagi menuduh bahwa anggota BIN mengontrak rumah di dekat kontrakan HRS, memasang bendera maupun mengambil CCTV. Semua hanya pandangan sepihak,” kata Wawan.

Ditambahkan Wawan, tuduhan pemasangan bendera Tauhid di tembok juga tidak ada bukti bahwa yang memasang adalah BIN, apalagi memfoto kemudian lapor ke Polisi Saudi. Secara umum, BIN mengatakan rekayasa penangkapan HRS oleh aparat Saudi sebagai produk BIN merupakan hoax belaka.

Wawan menjelaskan, tugas BIN melindungi segenap warga negara dan itu menjadi tanggung jawab mereka, termasuk melindungi Habib Rizieq. “Tujuan dari intelijen adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah, termasuk keselamatan Habib Rizieq ini,” pungkasnya.

Sementara pihak Istana Kepresidenan menepis tuduhan adanya peran intelijen Indonesia di balik peristiwa penahanan Rizieq Shihab oleh aparat keamanan di Arab Saudi. Hal itu dikatakan Kepala Staf Presiden Moeldoko. Bahkan Moeldoko meminta Rizieq melakukan introspeksi dan tidak hanya bisa menuduh pemerintah. “Jangan mengada-ada. Sedikit-sedikit intelijen, sedikit-sedikit pemerintah. Bisa saja orang lain,” terang Moeldoko di Istana Presiden, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Meski demikian, mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini tidak mau berandai-andai siapa yang memasang bendera hitam mirip ISIS di dinding tempat tinggal Rizieq di Arab Saudi tersebut. Menurut Moeldoko seharusnya Rizieq introspeksi untuk melihat, apakah banyak pihak yang tidak suka terhadapnya. “Saya kira (intelijen) tidak (berbuat) sejauh itu,” pungkasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here