UMK Setara Surabaya, Kabupaten Mojokerto Kelabakan Pertahankan Iklim Investasi

0
284
Ngoro Industrial Park, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Nusantara.news, Surabaya – Kabupaten Mojokerto dikenal sebagai kawasan yang penuh dengan peninggalan kerajaan Majapahit. Dengan areal seluas 926,36 km persegi terhampar kekayaan alam maupun harta karun benda kepurbakalaan di perut bumi Mojokerto. Pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur bahkan menjadikannya bagian dari kawasan metropolitan Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan).

Namun tak selamanya status semacam itu menguntungkan pemerintah kabupaten (pemkab). Ketika mengunjungi kantor Nusantara.news Biro Jawa Timur di Jalan Imam Bonjol 78, Surabaya, Jumat (24/3/2017), Bupati Mustofa Kamal Pasa, sempat menuturkan dilema yang dihadapinya dalam upaya memajukan investasi di Kabupaten Mojokerto.

“Biaya hidup di Kabupaten Mojokerto sangat murah jika dibandingkan dengan Surabaya. Tetapi pemerintah menetapkan UMK 2017 hampir sama dengan daerah yang masuk kawasan Ring I. Ini yang membuat iklim investasi di Kabupaten Mojokerto terancam stagnan,” terangnya.

Pejabat yang kerap dipanggil MKP tersebut juga mengungkap sudah ada beberapa pabrik yang merelokasi produksinya. Beberapa pengusaha memilih pindah ke wilayah tetangga, seperti Nganjuk atau Jombang, karena UMK di kedua wilayah ini jauh lebih rendah. “Bisa diibaratkan kos bulanan di Surabaya paling murah Rp1 juta-an, tapi di daerah saya masih ada tempat kos Rp150 ribu per bulan,” katanya.

Dalam daftar upah minimum regional (UMR) 2017 di 38 kota/kabupaten di Jawa Timur, selisih antara Jombang,  Nganjuk atau pun Kota Mojokerto dengan Kabupaten Mojokerto cukup besar. Lebih dari Rp1 jutaan. Kondisi ini tentu saja memberatkan dunia usaha, kendati MKP di periode keduanya sudah mencoba menggencarkan pembangunan infrastruktur untuk menahan agar para investor tidak hengkang.

“Kami membangun jalan kabupaten lebih lebar dan mulus dengan total panjang lebih dari 1.000 kilometer. Itu demi menarik minat investor. Tak hanya jalan, pembangunan juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana seperti lampu penerangan jalan umum (LPJU) dan jembatan melingkari seluruh kawasan Kabupaten Mojokerto,” beber MKP.

Kelengkapan infrastruktur ini yang didominasi jalan beton, sehingga menjamin kelancaran transportasi dunia usaha dan mempermudah pergerakan ekonomi warga. “Namun karena UMK kita masuk ring 1, maka banyak pengusaha yang mikir ulang untuk mendirikan pabrik, termasuk di kawasan Ngoro Industrial Estate,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam pernyataan ke wartawan, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Mojokerto, Bambang Wijanarko juga menyebut modal kelengkapan infrastruktur sudah cukup untuk menarik investor masuk. Namun UMK yang cukup tinggi malah merepotkan mereka.

“Kemampuan setiap perusahaan itu berbeda. Sedikitnya ada 400 perusahaan di sini. Sekitar 35 persen merupakan usaha padat karya. Sisanya padat modal dan penanaman modal asing (PMA). Kita berharap pemkab berani keluar dari ring 1 sebagai daerah penyangga Surabaya dan memberi kelonggaran untuk membayar upah sesuai kemampuan,” sebutnya.

Sayangnya, keinginan itu tak direspon pusat. UMK Kabupaten Mojokerto 2017 tetap mengacu pada Peraturan Pemerintah No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, di mana UMK Kabupaten Mojokerto naik menjadi lebih dari Rp3,2 juta. Dengan situasi ini, semua pihak memang harus duduk bersama agar tidak saling dikorbankan. []

Daftar UMK 2017 Ring I Jawa Timur

Surabaya Rp3.296.212,50
Kabupaten Gresik Rp3.293.506,25
Kabupaten Sidoarjo Rp3.290.800,00
Kabupaten Pasuruan Rp3.288.093,75
Kabupaten Mojokerto Rp3.279.975,00

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here