Usung Perdamaian, Sejumlah Ormas Datangi Polda Jatim Minta Pembubaran FPI

0
103

Nusantara.news, Surabaya – Di Surabaya, elemen massa yang menamakan diri Aliansi Kerukunan Umat dan Kebhinnekaan, merupakan gabungan dari sejumlah ormas, diantaranya ada FKUB, PAS, PAB, PMII, GusDurian, serta Ansor, menggelar aksi damai di depan Markas Kepolisian (Mapolda) Jawa Timur di Jl Ahmad Yani Surabaya, Kamis (26/1/2017).

Memakai ikat kepala merah putih, sejumlah spanduk dan poster, termasuk Garuda Pancasila, mereka menyuarakan penolakan terhadap rencana kedatangan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) dan Ketua Gerakan Nasional Pendukung Fatma Majelis Ulama (GNPF MUI). Tuntutan aksi, meminta Polri menindak tegas dan berani membubarkan ormas Islam anarkis yang dinilai melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu ketertiban umum, dan mengancam kerukunan umat beragama.

Sebelumnya massa aksi berkumpul di depan Masjid Al Falaq di Jalan Raya Darmo, kemudian bergerak menuju Polda Jawa Timur. Kegiatan aksi tersebut sebelumnya telah disampaikan ke Kapolda Jawa Timur, melalui surat bernomor 01/01-IKAUAMK/17 dengan tembusan kepada Direktur Intelkam Polda Jawa Timur.

Dalam suratnya, disebutkan permintaan agar Polri dan TNI bersikap tegas dan membubarkan Ormas yang intoleran di Jawa Timur. Surat tersebut ditandatangani oleh Kordinator Aksi Dr. KH. Muhammad Zaky.

Dengan tuntutan. Pertama, memberikan dukungan kepada TNI – Polri untuk bersikap tegas dan membubarkan ormas intoleran. Kedua, menolak kedatangan Rizieq Sihab dan Bachtiar Nasir di Surabaya, dengan pertimbangan kondisi Surabaya dan Jawa Timur harus kondusif

Dalam aksinya, sambil membentangkan sejumlah spanduk berisi kecaman kepada FPI juga dukungan kepada Polri dan TNI untuk bersikap tegas. Korlap aksi bergantian melakukan orasi, sementara beberapa orang perwakilan masuk, untuk diterima audiensi dengan Polda Jawa Timur,

“Aksi ini untuk menolak kedatangan Habib Rizieq, karena merupakan simbol perpecahan umat beragama di Indonesia. Kita ingin merjaga kerukunan antar umat beragama di Surabaya dan Jawa Timur,” ujar Sukadar salah seorang korlap aksi. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here