Wacana Cagub Tunggal di Pilgub Jatim Hanya Akal-akalan Partai?

0
571
Ridwan Hisjam saat Musda PDK Kosgoro 1957 Jatim

Nusantara.news, Surabaya – Wacananya adanya calon tunggal di Pilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018, yang dilontarkan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan diamini oleh Partai Demokrat. Namun langkah tersebut dinilai kurang arif dalam berdemokrasi dan hanya akal-akalan para partai politik berkuasa saja. Bagaimana tanggapan pakar politik dan politisi senior di Jawa Timur?

Seperti diketahui, PKB yang telah mengusung petahana Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, menjajaki Partai Demokrat untuk bersedia mendukung calonnya. Meski pihak Partai Demokrat sendiri melalui Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo belum mengiyakan untuk bersinergi. Namun hasil pertemuan keduanya memunculkan wacana untuk mengusung calon tunggal.

Dalam kesempatan tersebut, Soekarwo, yang akrab disapa Pakde Karwo, menginginkan adanya sebuah kesepakatan antar partai yang memungkinkan calon di Pilkada mendatang hanya satu calon saja. Sebab menurutnya, hasil dari voting tidak selalu baik. Hal ini dapat dilihat dari kualitas seorang eksekutif yang terpilih melalui voting terkadang di luar ekspetasi pemilih.

“Sehingga, seorang gubernur sejatinya bisa dilakukan juga dengan jalan musyawarah. Salah satu bentuk hasil demokrasi yang buruk adalah adanya voting. Banyak orang yang sebenarnya tidak cakap, namun terpilih. Ini yang seharusnya dapat kita hindari,” urainya.

Salah satu politisi senior yang sudah malang melintang di kancah perpolitikan Indonesia Ridwan Hisjam, menuturkan, untuk mengusung calon tunggal di Pilgub Jatim 2018 sah-sah saja. Toh, semua demi Jatim lebih baik lagi, namun harus ada kesepakatan bersama dari partai pengusung, yaitu demi Jatim, bukan untuk menang-menangan atau ingin berkuasa demi kepentingan golongan.

“Jika ikhlas ingin membangun Jatim, dan menginginkan calon tunggal, bukan dengan cara sudah menetukan orangnya atau figurnya. Tapi, semua partai pengusung harus duduk bersama mencari jalan keluar yang terbaik bagi Jatim, selanjutnya menyamakan visi dan misi mau dibawa kemana Jatim nanti. Setelah ada kesepakatan bersama jika harus diputuskan calon tunggal, baru tentukan figur yang benar-benar kompeten untuk mengawal Jatim lebih baik lagi,” sarannya saat berbincang dengan nusantara.news, Jumat (2/6/2017).

Anggota Komisi X DPR RI ini juga mengungkapkan, Jawa Timur harus dipimpin oleh seorang Cagub yang mumpuni. Dan diharapkan bisa meneruskan tongkat estafet Gubernur Soekarwo yang sudah berperan penting dalam menumbuhkan perekonomian Jatim saat ini lebih baik lagi.

“Jatim butuh figur yang mempunyai konsep yang jelas. Salah satu kriterianya adalah Jatim membutuhkan figur baru yang akan membawa pembaharuan di segala bidang untuk meningkatkan kesejahteraan. Bukan figur yang modal populer tapi segi kualitas kurang mumpuni kadang di luar ekspetasi pemilih,” cetusnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here