Wagub Jatim Mendatang Sebaiknya Birokrat Berpengalaman

0
49

Nusantara.news, Surabaya – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur masih setahun lagi, tepatnya digelar 2018. Namun, apa pun yang dibicarakan soal Pilgub Jawa Timur selalu menarik untuk disimak. Seperti yang disampaikan pengamat komunikasi politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Suko Widodo menilai figur Wakil Gubernur Jawa Timur mendatang tepatnya dari sosok birokrat yang memiliki pengalaman di pemerintahan. Itu karena, dia melihat sejumlah nama untuk maju pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 mendatang mayoritas dari politisi.

“Para calon Gubernur yang muncul mayoritas dari politisi maka yang tepat mendampingi adalah sosok dari birokrasi,” ujar Suko Widodo dikonfirmasi, Jumat (5/5/2017).

Suko Widodo menilai, selama ini roda pemerintahan di Provinsi Jawa Timur telah berjalan baik. Itu dibuktikan dengan berbagai penghargaan administratif yang didapatkan, termasuk dari Pemerintah Pusat.

Harapannya, pendamping yang memiliki pengalaman birokrasi pemerintahan. Serta memahami persoalan administrasi dan keuangan, maka roda pemerintahan akan terus berjalan dengan baik.

“Itulah sebabnya, dibutuhkan pasangan tepat, birokrat murni,” tegas dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini.

Suko memberikan penegasan, birokrat yang dimaksud bukan sekadar memiliki modal birokrasi. Tetapi birokrat yang memahami administrasi dan keuangan.

Sebelumnya, sejumlah nama disebut memiliki potensi untuk duduk di kursi wakil gubernur. Di antaranya, ada nama Nurwiyatno, saat ini menjabat Inspektur Pemprov Jawa Timur, yang juga Ketua Persatuan Alumni GMNI Jatim. Kemudian ada nama Maskur, Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur sekaligus mantan Penjabat Bupati Ponorogo.

Namun apa pun hasilnya, hasil pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur melalui Pilkada 2018 mendatang yang menang dan harus diuntungkan adalah rakyat Jawa Timur. Rakyat Jawa Timur tanpa kecuali harus mendapatkan haknya sebagai rakyat merdeka dan mendapat jaminan di negeri ini.

Untuk diketahui, sejumlah terus menghiasi pemberitaan yang digadang maju di Pilgub Jawa Timur, menggantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf yang masa jabatannya berakhir 2018. Ada nama Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar, Saifullah Yusuf, Tri Rismaharini, dan Abdullah Azwar Anas.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here