Wall Street Menguat Tipis Menyambut Kemenangan Macron

0
51
Ilustrasi/Foto CBN News

Nusantara.news, New York – Kemenangan Marcon disambut dengan penguatan tipis bursa saham di Wall Street pada transaksi Senin (8/5) kemarin. Para investor diperkirakan sedang mencari katalis baru terkait kemenangan Macron pada Pemilihan Presiden (Pilpres) Perancis, Minggu (7/5).

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 21.012,28 poin atau naik 0,03 persen alias bertambah 5,34 poin. Selanjutnya Indeks S&P 500 ditutup 2.399,38 poin yang berarti naik tipis 0,09 poin atau 0,01 persen. Dan indeks komposit Nasdeq menguat 1,90 poin atau 00,3 persen menjadi 6.102,66 poin.

Sebagaimana dikutip dari pemberitaan yang bersumber dari Kementerian Dalam Negeri Perancis, calon dari Partai Maju! (En Marche!), partai politik yang baru didirikan pada April 2016, Emmanuel Macron memenangkan Pilpres Perancis dengan peraihan 66,68 persen atau unggul jauh atas pesaingnya Marine Le Pen dari Partai Front Nasional yang hanya meraih 34,32 persen.

Pandangan politik Macron yang cenderung moderat tampaknya lebih disukai pasar. Terlebih Marine Le Pen sendiri sudah mengakui kekalahan dengan mengucapkan selamat atas kemenangan Macron. Sejumlah pemimpin dunia pun menyambut positif kemenangan Macron yang dinilai akan tetap menjaga stabilitas kawasan di Uni Eropa.

Para pejabat The Fed menyebut kemenangan Macron telah mengurangi ketidakpastian di pasar Eropa dan akan mendorong ke arah perkembangan yang lebih positif. Mengutip pemberitaan di media Amerika Serikat (AS), Presiden Federal Reserve St. Louis James Bullard dan Presiden Fed Cleveland Loretta Mester juga memberikan pernyataan atas situasi pasar yang sudah lebih pasti.

Loretta menyarankan Bank Central terus melanjutkan program kenaikan suku bunga secara bertahap untuk mencegah “overheating” ekonomi AS. Sedangkan Bullard menyebutkan, berlanjutnya permintaan kuat terhadap asset-asset yang aman seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi yang berbanding terbalik dengan jumlah angkatan kerja AS akan menekan suku bunga AS di masa mendatang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, the Fed mempertahankan suku bunga acuan pada minggu lalu dengan alasan masih menunggu lebih banyak data lagi untuk menilai prospek ekonomi AS. Namun para pembuat kebijakan the Fed sudah memperkirakan, kenaikan suku bunga akan terjadi pada Juni mendatang.

Dalam hitungan FedWatch CME Group, Senin (8/5) kemarin, ekspetasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Juni mendatang mencapai 87,7 persen. Mengutip data dari berita perusahaan, saham Kate Spade naik 8,31 persen menjadi 18,38 dolar AS setelah  Coach Inc akan mengakusisi perusahaan itu seharga 2,4 miliar dolar AS.

Pekan lalu ketiga indeks utama di Wall Street itu membukukan kenaikan setelah didukung oleh laporan-laporan laba perusahaan kuartal pertama dan data ekonomi yang cenderung menguat. Indeks saham unggulan Down naik 0,3 persen, S&P 500 naik 0,6 persen dan indeks tekhnologi Nasdeq meningkat 0,9 persen. Nasdeq dan S&P 500 ditutup dengan catatan rekor tertinggi pada Jumat (5/5) pekan lalu.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here