Wapres AS Pulang, Izin Ekspor Freeport Datang

0
133
Presiden Joko Widodo dan Wapres AS Michael R. Pence .

Nusantara.news, Jakarta – Kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Richard Pence di Jakarta selama dua kemarin (20-21 April) berbuah manis bagi PT Freeport Indonesia. Dia tiba di Jakarta Rabu malam (19/4), Kamis (20/4) pagi langsung berbicara dengan Presiden Joko Widodo.

Apa yang dibicarakan? “Freeport is done, sudah ditandatangani,” demikian kata Menlu Retno Marsudi.

Benar saja, selang beberapa lama, PT Freeport Indonesia langsung mendapat izin untuk mengekspor konsentrat tembaga sebesar 1.113.105 wet metric ton (WMT). Hebatnya, Surat Persetujuan Ekspor (SPE) dari Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan  diterbitkan Jumat malam (21/4). Padahal Freeport baru mengajukan permohonan pada hari Kamis (20/4) tepat di hari pertemuan Wapres Pence dengan Presiden Joko Widodo.

Seperti telah diduga sebelumnya, isu Freeport akan kembali mengemuka dalam kunjungan Wapres AS Mike Pence ke Indonesia, kendati sejumlah pejabat pemerintah menyebut masalah Freeport hanya dibahas sepintas lalu. Sesuatu yang, rasanya, tidak mungkin. Terutama, mengingat rezim pemerintah AS sekarang adalah sokoguru dari perusahaan tambang terbesar dunia itu. Penasehat senior Presiden AS,  Carl Icahn, adalah pemegang saham Freeport. Bukan tidak mungkin, Trump yang juga mantan pengusaha, memiliki saham dengan nama orang lain. (Lihat: https://nusantara.news/soal-freeport-deal-apa-yang-ditandatangani-jokowi-dan-mike-pence/)

PT Freeport Indonesia, seperti diberitakan Antara,  akhirnya bisa mulai melakukan ekspor konsentrat sesuai rekomendasi dari Direktur Jenderal Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 352/30/DJB/2017 tertanggal 17 Februari 2017.

PT Freeport Indonesia mengajukan permohonan izin ekspor melalui Executive Vice President tertanggal 20 April 2017, namun kelengkapan dokumen baru diterima Kementerian Perdagangan secara daring pada 21 April 2017.

Permohonan tersebut dilengkapi rekomendasi dari Dirjen Minerba ESDM No. 352/30/DJB/2017 tertanggal 17 Feb 2017 untuk konsentrat tembaga berkadar minimum 15 persen dan berlaku satu tahun sejak rekomendasi diterbitkan yaitu sampai dengan 16 Februari 2018.Selama 2016, Freeport Indonesia telah mendapatkan SPE untuk konsentrat tembaga pada 9 Februari 2016 sebesar 1.033.758 ton yang berlaku hingga 8 Agustus 2016. Kemudian SPE diberikan kembali pada 9 Agustus 2016 sebesar 1.429.098 ton dan berlaku hingga 11 januari 2017.

Sementara SPE pada 2017 baru dikeluarkan pada April dikarenakan pemerintah dan Freeport sedang berunding untuk kesepakatan peralihan kontrak dari Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Tercatat, realisasi ekspor Freeport Indonesia berdasarkan konsolidasi laporan surveyor tahun 2016 sebesar 1.172.410,90 ton dengan negara tujuan ekspor adalah Jepang, Korea selatan, China, India dan Filipina.

Terbitnya izin ekspor konsentrat tembaga ini tampaknya baru buah pertama dari kunjungan Mike Pence ke Indonesia. Entah buah apa lagi yang akan dipetik Freeport dari kedatangan.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here