Wapres AS Tiba di Halim, Apa Saja yang Akan Dibahas?

0
168
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Michael R. Pence (kiri) melambaikan tangan saat tiba di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (19/4) malam. Agenda utama kunjungan perdana Michael R. Pence ke Indonesia yaitu berkaitan dengan kepentingan Indonesia dan Amerika Serikat di bidang ekonomi dan politik. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/wsj/17.

Nusantara,news, Jakarta – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Michael R Pence telah tiba di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (19/4) malam tadi.

Mengutip keterangan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, pada Kamis (20/4), Pence dijadwalkan bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Kamis pagi. “Setelah itu Pence dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla,” terang Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (18/4) lalu.

Namun Retno mengaku belum mengetahui secara rinci apa yang akan dibahas dalam pertemuan bilateral antar Wapres itu. Selain bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, Pence juga dijadwalkan berkunjung ke Masjid Istiqlal.

Sebelumnya Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R Donovan juga memastikan Wapres AS berkunjung ke Indonesia sehari setelah hajatan Pilkada Jakarta. Namun Donovan menampik anggapan kehadiran Pence terkait Pilkada DKI Jakarta.

“Oh no, no, dia datang dalam rangkaian (kunjungan) ke sejumlah negara dan mitra Amerika di Asia dan Australia,” tepis Donovan usai bertamu ke Kementerian Pariwisata, Senin (10/4) pekan lalu.

Kunjungan Wapres AS, imbuh Donovan, menunjukkan betapa negaranya memiliki komitmen yang serius dalam membangun kemitraan strategis dengan Indonesia.”Indonesia adalah rekan yang sangat baik untuk kami, dan kami berkeinginan untuk terus menjadi mitra yang baik,” puji Donovan.

Toh demikian, Donovan memilih merahasiakan apa saja yang hendak dibahas oleh kedua negara. “Ya memang ada sejumlah penekanan atas kerja sama yang telah ada,”ujarnya setelah didesak wartawan.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung juga enggan mengungkap apa saja yang hendak dibahas Pence di Indonesia. Yang jelas tentunya, bisik Pram, berkaitan dengan kepentingan kedua negara. “Ini kunjungan pertama kali Wapres, kepala pemerintahan AS ke Asia dan Australia. Negara yang dikunjungi hanya Korsel, Jepang, Indonesia dan Australia,”beber Pram di kantornya, Jakarta, senin (17/4) lalu.

Dalam pandangan Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia Juwono Sudarsono, secara geografis Indonesia adalah sekutu penting AS di Asia Tenggara. Bahkan Juwono menyebut Indonesia sebagai jangkar kepentingan AS di kawasan Asia Tenggara.

“Karena kita di persimpangan antara jalur ekonomi antara Jepang, Korea dan China, dan juga jalur minyak dan gas ke Timur Tengah. Selat Malaka, selat Sunda, selat Lombok menjadi jalur penting untuk perdagangan mitra-mitra Amerika di sini, khususnya Jepang dan Korea,” papar Juwono di Jakarta, Kamis (20/4) pagi.

Pada era kepemimpinan Presiden Donald Trump, lanjut Juwono, posisi Indonesia menjadi sangat penting terutama untuk mengimbangi kekuatan China, Rusia, Jepang dan India di kawasan. “Kita berpotensi menjadi penengah pertemuan kepentingan semua negara besar di Asia Tenggara,”ujarnya.

Toh demikian Juwono menganggap Indonesia bukan sekutu ekonomi terpenting AS. Sekutu ekonomi terpenting AS di Asia Tenggara, lanjut Juwono, adalah Singapura yang menjadi pusat perdagangan, teknologi informasi dan perbankan. Praktis selama bertahun-tahun tak ada hubungan ekonomi yang terlalu menonjol antara Indonesia-AS.

Tapi yang jelas di depan mata, berlarut-larutnya persoalan Freeport yang diduga dalam kandungan konsentratnya selain emas juga terdapat uranium, meskipun dari sejumlah hasil penelitian belum ada yang bisa membuktikan, akan menjadi bahasan utama.

Selain Freeport, Indonesia juga akan membahas sejumlah isu ekonomi penting, termasuk kecurigaan Presiden Donald Trump terhadap Indonesia atas praktik dumping dalam perdagangan antar kedua negara, juga isu yang menyebar di negara-negara Uni Eropa tentang penolakan biodiesel Indonesia yang dinilai merusak lingkungan.

Dengan kata lain, dalam pertemuan itu Indonesia mesti memanfaatkan posisi tawarnya yang strategis untuk melindungi kepentingan nasionalnya, baik dalam bidang energi, pangan, finansial maupun perdagangan bilateral yang terancam oleh kebijakan proteksionistik pemerintahan Donald Trump.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here