Wapres JK di Surabaya, Minta Masyarakat Berkawan dengan Sampah

0
47

Nusantara.news, Surabaya – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta masyarakat Indonesia untuk berkawan dengan sampah, karena sebenarnya sampah bisa dimanfaatkan. JK mengajak masyarakat untuk tidak memusuhi sampah.

“Kita bisa mengubah perilaku dan cara kita menyikapi masalah sampah. Sampah bisa jadi kawan dan lawan. Kalau dari sisi kawan maka harus ada treatment yang baik dan bermanfaat,” kata Wapres JK saat memberi sambutan Hari Peduli Sampah Nasional di Taman Suroboyo, Kenjeran, Selasa (28/2/2017).

Lanjut JK, jika ada kemauan dan upaya masyarakat, maka sampah yang dihasilkan dari rumah tangga, industri, pasar dan lainnya bisa memberikan manfaat.

“Semua bisa terjadi. Kalau dianggap berbahaya bisa menjadi penyakit, merusak lingkungan dan menimbulkan banjir. Tapi sampah bisa jadi listrik, pupuk dan daur ulang. Seperti disampaikan Ibu Wali Kota Surabaya (Tri Rismaharini) tadi,” ucapnya.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar ke empat dunia, JK menyadari jika sampah yang dihasilkan akan juga besar dibanding negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. JK kemudian menekankan terhadap upaya warga bisa menjadikan sampah menjadi lawan.

“Kalau sekarang mulai khawatir soal sampah plastik terbanyak, jelas saja penduduk kita lebih banyak dari Singapura dan Malaysia,” jelasnya.

JK menyebut masyarakat tidak bisa menghilangi sampah 100 persen, tapi yang bisa dilakukan mengaturnya. Sampah telah berubah dari waktu ke waktu, dan upaya juga harus berubah sesuai jamannya.

Ia mencontohkan upaya warga Surabaya yang memanfaatkan limbah sampah botol plastik sebagai kostum yang kreatif sebagai upaya daur ulang.

“Saya tadi dijemput gadis-gadis cantik dengan pakaian seragam botol-botol plastik. Walaupun sulit dipakai sehari-hari, tapi boleh lah untuk menari-menari. Itu bagian cara kita berkawan dengan sampah,” ungkapnya.

Menurut JK, sampah bisa menjadi kawan jika dikelola dengan baik. Berkawan berarti tidak membawa ke tempat tidur, tapi mengatur sampah dengan baik agar mempunyai nilai manfaat. Sampah bukan untuk dilawan tetapi, karena manusia yang membuat harus bisa mengatur dan memanfaatkannya.

Termasuk sampah rumah tangga yang dihasilkan dari rumah tangga. Dengan membuat bank sampah yang dikelola termasuk oleh ibu-ibu, itu adalah tindakan baik yang menimbulkan manfaat.

“Ibu-ibu tadi paling banyak bikin bank sampah. Mungkin karena sadar, sampah rumah tangga bagian dari rumah tangga. Bukan untuk dilawan tapi diatasi.

JK mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk berjuang bersama mengatasi sampah yang jika tidak dikelola akan menimbulkan bahaya.

“Tetapi jangan hanya menggantungkan diri kepada ibu wali kota dan pasukan kuning. Semua harus ikut bertanggungjawab,” pungkas JK.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here