Wapres JK, Tuntutan Masyarakat dalam Layanan Kesehatan Terus Meningkat

0
69

Nusantara.news, Surabaya – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, dalam lawatannya di sejumlah lokasi di Surabaya, didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS), Muhammad Nuh, menandatangani Topping Off pembangunan Gedung Rumah Sakit Islam (RSI) di Jalan A Yani, Surabaya, Selasa (28/2/2017).   

Dalam acara tersebut pejabat negara nomor dua itu bersama rombongan meninjau ke sejumlah ruang dan melihat kelengkapan fasilitas RSI yang terus dipercantik tersebut.

Di kesempatan itu, Wapres JK mengingatkan tuntutan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik terus berkembang dari waktu ke waktu. “Contohnya, awalnya tuntutan layanan berupa kipas angin, namun seiring kebutuhannya naik menjadi Air Conditioning (AC),” ucap JK.

Tuntutan tersebut harus dijawab dengan efisiensi dan enterpreunership, yang  bisa dicapai melalui sinergi, khususnya di bidang SDM dan teknologi.  

“Dengan pelayanan aplikasi online, maka akan tersinergikan. Logistik tidak perlu membutuhkan gudang besar lagi, sehingga menjadi efisien,” ujarnya.

Sinergi lain antara SDM dan teknologi, tambah Wapres JK, adalah melalui penguasan ilmu-ilmu baru oleh dokter setiap tiga tahun sekali. Hal itu sangat penting dilakukan, karena jika dokter tidak belajar dalam periode waktu tiga tahun tersebut, maka ilmunya tinggal separuh. Sementara tuntutan ke depan pasien dimungkinkan cukup periksa dari rumah.

“Saya memberikan apresiasi atas segala upaya yang telah dilakukan untuk memperbaiki pelayanan kesehatan. Ini menunjukkan adanya kesinambungan dan kerjasama yang baik antara pemerintah dengan rumah sakit swasta seperi di RSI Surabaya ini,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan RSI Surabaya Muhammad Nuh menjelaskan, RSI Surabaya merupakan rumah sakit swasta pertama di Jawa Timur yang melayani BPJS sejak awal 2014.

“Dari sebanyak 157.461 orang pasien pada tahun 2016, 66 persen pasien merupakan peserta BPJS, pasien umum ada 26 persen dan pasien peserta asuransi 8 persen. Di samping itu, perkembangan tingkat layanan yang diberikan juga terus meningkat,” kata Muhammad Nuh.

Kemudian untuk angka Beds Occupancy Rate (BOR) mencapai rata-rata 60 hingga 85 persen, dengan pelayanan rawat jalan rata-rata 400–500 orang pasien per hari.

Di rumah sakit ini, selain dilakukan perbaikan di sejumlah bagian dan dilengkapi dengan sarana prasarana penunjang. Di sisi utara dari bangunan lama, pembangunan gedung baru 7 lantai hampir terlihat dalam proses finishing. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here