Warga di Malang Keluhkan Pelayanan Puskesmas Kurang Maksimal

0
282
Pelayanan Puskesmas (Sumber: Vimanews)

Nusantara.news, Kota Malang – Urusan kesehatan merupakan hal yang penting bagi kehidupan, karena kesehatan merupakan sebagian ruh dari pada berkehidupan. Tanpa adanya kesehatan dalam diri kita, maka kita tidak akan bisa menikmati kehidupan sepenuhnya. Oleh karena itu, kesehatan merupakan suatu hal yang mahal dan penting untuk kita jaga.

Pemerintah sebagai pihak penyelenggara negara memiliki tujuan yakni, kesejahteraan, yang mana kesehatan merupakan salah satu indikator dari kesejahteraan. Pemerintah dalam hal ini, harus memberikan fasilitas sarana prasarana serta pelayanan yang prima demi kesehatan masyarakat.

Menanggapi informasi adanya keluhan pelayanan yang kurang maksimal di beberapa puskesmas Kota Malang, Walikota Malang, M. Anton sangat menyayangkan hal itu terjadi. Menurutnya, pelayanan secara prima harus tetap diberikan kepada masyarakat dengan baik. “Tidak boleh, pelayanan harus yang terbaik. Apalagi ‘kan ini Ramadan,” katanya pada wartawan.

Ia menyampaikan, sampai saat ini ia belum ada laporan langsung dari Dinas Kesehatan Kota Malang. Sehingga ia belum dapat berkomentar banyak dan masih akan berkomunikasi terlebih dulu dengan pihak Dinas Kesehatan dan puskesmas terkait.

“Nanti saya tanyakan dulu permasalahan ini, yang nantinya bisa diperbaiki di kemudian hari,” tambah pria yang akrab disapa Abah itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Asih Tri Rachmi menanggapi informasi terkait keluhan warga mengenai pelayanan yang kurang maksimal di beberapa puskesmas.  “Iya beberapa laporan dan informasi tersebut akan jadi bahan koreksi dan masukan untuk kami,” kata dia.

Pihaknya juga menyampaikan, petugas memang sudah seharusnya memberi pelayanan yang prima kepada semua pasien. Di mana petugas harus melakukan salam, sapa dan senyum terhadap pasien. “Kami juga mengimbau agar semua petugas lebih sabar lagi ketika menghadapi pasien,” jelasnya.

Menurutnya, karakter dari masing-masing petugas selalu berbeda, dan Dinkes pun selalu melakukan pembemahan di dalamnya. Sehingga pelayanan bisa dilakukan lebih baik lagi dan masyarakat nyaman dengan layanan yang diberikan.

Faisal Fergio, Pengamat Kesehatan Masyarakat mengungkapkan pandangannnya terkait dengan potret kesehatan. “Sarana dan prasarana fasilitas kesehatan harus lengkap demi menjamin kesehatan masyarakat, apalagi yang dipelosok-pelosok yang jauh aksesnya ke  rumah sakit,” terangnya kepada Nusantara.news, Kamis (1/6/2017).

“Segala aspek mulai dari fasilitas dan pelayanan harus prima dan terdepan karena kesehatan itu sangat berharga bagi kehidupan,” imbuh mahasiswa S2 Kesejahteraan Sosial UMM tersebut.

Di Kota Malang, beberapa warga pengunjung puskesmas mengeluhkan pelayanan yang kurang ramah, apalagi sempat beberapa waktu lalu viral di sosial media terkait curhatan seorang warga terkait dengan pelayanan yang kurang memuaskan.

Yudi Tio, salah satu pengunjung Puskesmas Janti, Kecamatan Sukun, Kota Malang menyebutkan bahwa pelayanan yang ia dapat ketika hendak meminta surat rujukan ke Puskesmas Janti sangat tidak mengenakkan. Karena petugas yang ia temui waktu itu beralasan bahwa puskesmas tutup pukul 12.00 WIB selama bulan Ramadan. “Rumah untuk berobat dan sakit, kenapa harus buka setengah hari, padahal penyakit tidak tahu kapan datangnya ‘kan,” ungkapnya.

Pihaknya sempat mendokumentasikan peristiwa tersebut di media yang kemudian mendapat respon dan komentar dari ribuan netizan.

Berbeda tempat, Leny Sulistyowati, salah satu pasien yang mengeluh karena saat datang ke Puskesmas. ”Padahal petugas masih ada, namun tidak mau melayani dengan alasan tutup lebih awal karena bulan puasa,” keluhnya.

“Awalnya saya datang ke RS Lavalette, tapi karena pakai BPJS jadi harus meminta surat rujukan sesuai Faskes yaitu dari Puskesmas Kendalsari. Ketika saya tiba di Puskesmas, kata petugas sudah tutup,” jelas warga Purwantoro tersebut.

Akibatnya, ia harus menunda waktu berobat ke rumah sakit setelah mendapat informasi tersebut. “Melayani kesehatan kok setengah-setengah sih, alangkah baiknya kan dibuat shift jangan sampai tutup, kasihan yang sakit-sakit mendadak. Apalagi akses ke Rumah Sakit juga tidak dekat,” tandasnya.[]

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here